“Beritakanlah semuanya itu, nasehatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.”
(Tit. 2: 15)
Menurut KBBI wibawa adalah pembawaan untuk dapat menguasai, mempengaruhi dan diharmati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. Wibawa seperti itu yang dinasehatkan Paulus kepada Titus yang sedang melayani Tuhan di Pulau Kreta. Bagaimana seorang pemimpin bisa menjadi berwibawa, marilah kita belajar dari Saul, Daud dan Salomo.
- Raja Saul. Dalam peristiwa pemilihan raja pertama Israel, fenomena yang mengemuka adalah figure Saul yang tingginya dari bahu ke atas lebih tinggi dari semua orang (1 sam. 9: 2; 10: 23). Inilah perkataan Nabi Samuel saat memperkenalkan Saul menjadi raja Israel, “….: “Kamu lihatlah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorang pun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa ini.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja””. (! Sam. 10: 24). Saul dipilih menjadi raja, menjadi berwibawa karena fisiknya yang lebih tinggi dari semua orang.
- Raja Daud. Dalam peristiwa pemilihan Daud menjadi raja, pertimbangan utama adalah keberaniannya menghadapi lawan. Sebelum diurapi, dia masih menggembalakan kambing domba di padang dengan segala resikonya (1 Sam. 16: 11-13). Keberanian Daud terungkap saat menghadapi singa dan beruang dalam menyelamatkan kambing domba gembalaannya (1 Sam. 17: 34-35), serta keberaniannya menghadapi Goliath dalam “duel meet” mereka (1 Sam. 17: 48-50). Akhirnya terbukti Daud menjadi berwibawa karena keberaniannya.
- Raja Salomo. Sebagai seorang raja yang menggantikan ayahnya, Salomo berinisiatif meminta kepada TUHAN agar kepadanya diberikan hati yang bijaksana. “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” (1 Raj. 3: 9). Allah berkenan dengan permintaannya, sehingga Salomo dikenal sebagai raja yang bijak dan berhikmat. Karena itulah Salomo memiliki kewibawaan yang luar biasa.
Dari tiga raja besar Israel, kita bisa belajar bahwa hal yang dapat mempengaruhi kewibawaan seorang pemimpin adalah postur tubuh, keberanian bertindak dan hikmat yang dimilikinya. Alangkah indahnya kalau seorang pemimpin memiliki ketiga-tiganya itu. Namun jika tidak sekurang-kurangnya memiliki salah satu atau salah dua di antaranya lebih baik dari pada tidak sama sekali. Tuhan memberkati, Amin.
(RI09082021)
Pokok Doa:
- Bersyukur untuk pemeliharaan Tuhan Yesus atas diri , keluarga , pelayanan , pekerjaan dan negara sepanjang minggu kemarin;
- Doakan kegiatan vaksisnasi bagi masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia , kiranya berjalan lancar untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan penghiburan bagi Keluarga Alm. Bpk. Sugiartono ayahanda Ibu Yanti Suharno;
- Doakan Pemimpin NKRI dalam melayani masyarakat dalam hikmat Tuhan dan berintegritas;
- Doakan jemaat GBIK yang sakit karena virus Covid diberikan kesembuhan.
