“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya; “Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.””
(Mat. 16: 24)
Ketika Tuhan Yesus untuk pertama kali mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menaggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dibunuh lalu bangkit pada hari ketiga, Petrus dengan beraninya menegor Tuhan Yesus dengan mengatakan, “Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu.” (Mat. 1 6:21-22). Mengapa Tuhan Yesus mengatakan hal itu kepada murid-murid-Nya? Apa tujuannya?
Empat kali Tuhan Yesus menyatakan apa yang akan terjadi pada diri-Nya kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita suatu penderitaan besar dan menyakitkan sampai mati (Mat. 16: 21; 17: 22-23; 20: 17-19; 26: 1-2). Nampak sekali para murid tidak siap menghadapi pernyataan tersebut, sehingga Petrus sebagai juru bicaranya menyampaikan keengganannya menghadapi semua itu dengan ucapannya tersebut di atas. Apa yang disampaikan Tuhan Yesus tidak sesuai dengan harapan para murid dalam mengikut-Nya. Mereka berharap besar untuk menjadi orang keperayaan di saat Tuhan Yesus menjadi raja atas Israel seperti pada jaman keemasan Israel dulu.
Tuhan Yesus menyampaikan pernyataan itu dengan maksud untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa apa yang dipikirkan mereka selama ini salah. Mengikut Yesus bukan untuk kepentingan diri sendiri secara duniawi, tetapi untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini bahwa Dia melakukan perkara ‘kontroversial’ dengan kerelaan-Nya menderita sampai mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan manusia secara rohani, bukan secara jasmani. Tuhan Yesus juga sekaligus ingin menyampaikan kepada para murid-Nya bahwa mereka harus juga rela menderita sebagai konsekwensi mengikut-Nya, dengan mengatakan, “….“Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut Aku.”” (Mat. 16: 24).
Wauw …., ini pernyataan yang membuat banyak orang percaya menjadi berpikir dua – tiga kali sebelum mengikut Kristus, atau setelah mereka mengikut Yesus dan mendengar pernyataan ini, terus berpikir untuk meninggalkan Kristus. Apakah reaksi kita terhadap hal itu? Siapkah kita menghadapi apa yang difirmankan-Nya yaitu rela menyangkal diri dan rela memikul salib ? Besok kita perdalam secara khusus apa itu menyangkal diri dan memikul salib sehingga kita mengerti dan siap menghadapinya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14062021)
Pokok Doa:
- Mari bersyukur untuk 2 minggu kebersamaan menikmati Doa Berantai Bulan Juni 2021;
- Terus doakan para pasien Covid-19 untuk memperoleh kesembuhan;
- Doakan Jemaat terus bertumbuh sebagai anak Tuhan yang selalu menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus;
- Persiapan Ibadah New Normal GBIK Tahap 2, kiranya dituntun HIKMAT yang berasal dari Tuhan Yesus. Doakan koordinasi dan komunikasi antar panitia terus berjalan dengan baik, jemaat mendukung setiap kebijakan yang diterapkan;
- Pokok doa anggota kelompok.

SHALOM UTK SEMUA,
AURA YANG ADA DISINI SEMOGA BUKAN OPINI PRIBADI:
BELUM SEMUA UMAT KRISTEN PAHAM ARTI IKUT YESUS HARUS SYARATNYA PIKUL SALIB, SEBELUM PIKUL SALIB HARUS SANGKAL DIRI (PUSAT HATI, EGOISME) BAGI SAYA PUSAT HATI BERTOLAK ARAH DENGAN TUHAN. SELF CENTERED AGAINST GOD CENTERED. APA MAU TUHAN SERING BERLAWANAN DENGAN KATA HATI KARENA MANUSIA ITU DAGING (KEJ 6:3) ITU SEBABNYA IKUT YESUS HARUS HILANGKAN KEDAGINGAN BAGI SAYA INI BUKTI YESUS BAIK BRI ROH KUDUS JADI PENOLONG YANG SETIA. KE KINI AN PUN UMAT KRISTEN SERING ABAIKAN SWARA ROH KUDUS KARENA DIA LEMBUT BICARA DI ANTARA SWARA KERAS DIMUKA BUMI.
ADA NASIHAT KOLOSE 3:5A MATIKAN DAGINGMU TENTU SUPAYA BISA PEKA DENGAR2AN BAGI YANG SUDAH “LAHIR BARU” PERBUATAN2 UMAT PASTI SESUAI GOD CENTERED. YANG BISA NILAI SUDAH MATI DAGING ATAU BELUM HARUS UJI & SELIDIKI DIRI. TANYA KE DALAM DIRI MINTA TUHAN YANG LURUSKAN TALI SIPAT DI TANGAN TUHAN SAAT KITA IMANI TUBUH INI BAIT ALLAH TEMPAT TUHAN TARO ROHNYA (ROH ALLAH, ROH YESUS, ROH KUDUS, ITU SATU KESATUAN).
MARI KITA UJI DIRI MASING2 SUPAYA SEDAP DIDENGAR JIKA PERBUATAN KITA ADA DALAM PEMANDANGAN MATA TUHAN ALLAH PENCIPTA (GOD CENTERED). KALAU ROHANI KITA BERESKAN DIDAMAIKAN DENGAN TUHAN PASTI SEGALA SESUATU SEGALA HAL HAL KECIL SEKALIPUN SELALU BERES JUGA, ROH KUDUS YANG PIMPIN SELALU BETUL TERUS.
CONTOH LUCU: HIMBAU SISWA2 KALAU MAU JAWABAN SOAL2 MULTIPLE CHOICE SAAT UJIAN AKHIR. INGA2 YOH16:13 DI PIMPIN PADA SELURUH KEBENARAN. JAWABAN SOAL TIDAK SALA PILIH. MAU???