“Dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.”
(1Tesalonika 5:13)
Surat 1 Tesalonika pasal 5 yang menjadi dasar renungan ini, adalah bagian terakhir dari surat yang pertama yang dikirim Rasul Paulus kepada gereja di Tesalonika. Hubungan Rasul Paulus dengan gereja di Tesalonika sangat baik. Rasul Paulus bersama teman sepelayanannya Silvanus dan Timotius, selalu mengucap syukur kepada Allah setiap kali mereka mengingat dan mendoakan gereja di Tesalonika. Paulus, Silas dan Timotius, sangat terkesan dan bangga atas pekerjaan iman, perbuatan kasih dan ketekunan pengharapan mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Rasul Paulus sangat yakin bahwa mereka telah dipilih Allah. Paulus menyebut mereka sebagai penurut kami dan penurut Tuhan. Dalam penindasan yang berat mereka telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Dalam surat ini Paulus juga memuji gereja Tesalonika yang telah menjadi teladan kepada orang Kristen, bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja melainkan sampai ke semua tempat. Sedemikian besar perhatian Paulus kepada gereja di Tesalonika sehingga dia tinggal sendiri di Atena dan mengirim Timotius ke Tesalonika untuk mengetahui keadaan mereka. Paulus sangat bersuka cita ketika Timotius kembali dan memberitahu Paulus bahwa walaupun mereka mengalami banyak penganiayaan tetapi mereka tetap setia kepada Tuhan. Sama seperti Paulus yang sangat rindu bertemu dengan mereka, demikian juga mereka ingin berjumpa dengan Paulus dan temam-temannya.
Sesungguhnya Paulus mengakhiri suratnya ini pada pasal 4 dengan kata “akhirnya suadara-saudara” yang kemudian diikuti dengan nasihat supaya hidup kudus. Paulus juga menyatakan kepada mereka tentang keadaan orang Kristen yang meninggal, serta kedatangan Tuhan Yesus yang keduakali. Tetapi rupanya masih ada yang sangat penting yang perlu Paulus sampaikan kepada mereka yaitu nasihat untuk menghormati dan memerhatikan hamba-hamba Tuhan yang melayani mereka. Rasul Paulus menulis: “Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain” (1 Tesalonika 5:12-13).
Mari merenungkan mengapa Paulus minta mereka hidup selalu dalam damai seorang dengan yang lain. Dalam pasal pasal sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa ada perpecahan atau perselisihan di Tesalonika. Paulus mengingatkan gereja di Tesalonika serta kita juga bahwa sangatlah diperlukan hubungan damai dalam kehidupan kita bersama, dimanapun kita berada, termasuk di gereja. Ada beberapa alasan yang mengharapkan kita mengusahakan hidup damai dengan semua orang.
- Semangat dari teks ini ialah bahwa hubungan damai itu tidak dapat dipaksakan. Harus timbul dari kesadaran setiap orang. Tidak ada damai dalam bentuk apa pun yang dapat langgeng atau dipertahankan dengan kekerasan. Mereka yang mencoba untuk menegakkan “damai dalam gereja” dengan cara terus menerus menegur siapa saja yang dianggapnya “kurang baik”, justru akan menimbulkan perselisihan atau melukai banyak orang kudus. Perdamaian itu harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus menerima setiap orang sebagaimana Tuhan menerima mereka.
- Teks ini mengingatkan kita bahwa gereja adalah badan otonom, independen, demokratis. Gereja Perjanjian Baru yang sederhana dimana setiap anggotanya setara dalam pangkat dan hak istimewa dengan setiap anggota, menghendaki kita menghargai setiap orang. Dengan cara demikianlah kita dapat mewujudkan hubungan damai dalam gereja.
- Tingkat persekutuan di dalam gereja, sulit untuk dianalisis. Kadang-kadang sebuah gereja terlihat seperti aliran sungai yang jernih, di mana setiap riak dapat terlihat. Di lain waktu, gereja mungkin seperti air laut, tenang-tenang saja di permukaan, tetapi di kedalaman terkoyak oleh arus bawah yang berbahaya. Jadi marilah kita mewaspadai diri kita sendiri agar kita tidak menjadi batu yang dapat menimbulkan riak-riak yang mengganggu kedamaian dalam gereja.
Akhir kata, Saudara-saudaraku seiman, mari bertekad dan bertindak untuk: “Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain”.
(JET30042021)
Pokok Doa:
- Mendoakan hikmat bagi tenaga kesehatan di NKRI dalam menangani covid dan menyiapkan vaksin;
- Mendoakan Para Pendeta dan Diakon yang melayani diberi kesehatan dan hikmat dalam melayani di bulan Mei 2021;
- Mendoakan pelayanan panitia Dan organisasi gereja di bulan Mei 2021.
