“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahatera Kristus memerintah dalam hatimu, karena itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”
(Kol. 3:14-15; Rm. 15:7)
Setiap orang yang menjadi Kristen memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ada orang yang menjadi kristen oleh karena tanda-tanda dalam mimpi yang mengarah untuk ke Pribadi Tuhan Yesus Kristus, ada orang yang bermimpi bertemu langsung dengan Tuhan Yesus Kristus, ada juga yang menjadi Kristen oleh karena kejadian secara supranatural. Namun, dari antara peristiwa tersebut di atas ternyata banyak orang menjadi Kristen karena melihat sikap hidup orang Kristen yang penuh kasih baik di gereja, di rumah, di lingkungan pekerjaan, maupun di lingkungan masyarakat. Meskipun demikian, tak sedikit orang Kristen yang tidak menunjukkan sikap ini sehingga tidak selalu mudah untuk menemukan realisasi atau kenyataan makna “kerukunan” dalam hidup berjemaat padahal salah satu ciri gereja yang sehat adalah gereja yang jemaatnya hidup dalam kerukunan yaitu satu hati dan satu suara untuk kemuliaan Allah (Rm. 15:6) sebagaimana Tuhan Yesus memanggil setiap orang Kristen menjadi satu tubuh untuk hidup rukun dan damai (Kol. 3:15).
Mari kita baca dan perhatikan dalam Roma 15:1-7 dimana Rasul Paulus memberikan pengajaran kepada jemaat di Roma mengenai kehidupan berjemaat. Akan tetapi, sebelumnya ia telah mengingatkan jemaat di Roma untuk tidak saling menghakimi (Rm. 14:1-13a) dan tidak menjadi batu sandungan bagi sesamanya (Rm. 14:13b-23). Dan kini rasul Paulus meminta jemaat Roma untuk aktif menciptakan kerukunan sebagaimana dasar dari pengajaran dan tuntutan untuk hidup rukun ini adalah hidup Kristus sendiri (Rm. 15:3,7). Jemaat didorong untuk menanggung beban sesamanya (Rm. 15:1) karena kedewasaan rohani seseorang ditandai dengan memikirkan orang lain. Selain itu setiap orang didorong untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan orang lain seperti yang sudah Kristus lakukan terhadap kita semua.
Jadi mari Saudara sekalian dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Hiduplah damai dan rukun dengan suadara-saudara seiman! Jangan sampai orang lain yang belum percaya kepada Tuhan, yang kita jangkau, kita doakan menjadi menolak Tuhan Yesus oleh karena melihat sikap hidup kita yang tidak rukun dan menjadi batu sandungan bagi mereka. Firman Tuhan jelas berkata kepada kita bahwa Kristus adalah sumber iman kita yang memberikan contoh bahwa hidup-Nya bukanlah untuk menyenangkan diri-Nya sendiri. Kristus bahkan menerima cercaan dan hinaan demi keselamatan kita semua (Rm. 15:3). Ingatlah, Kristus menerima kita bukan karena kita hebat dan memiliki kelebihan, tetapi justru pada saat kita najis oleh dosa. Tuhan Yesus memberkati.
(AP29042021)
Pokok Doa:
- Mari doakan proses vaksinasi di seluruh Indonesia bisa ber jalan dengan lancar;
- Mari bersama memohon belas kasihan Tuhan bagi Para pasien yang terpapar covid dan anugerah keselamatan bagi bangsa Indonesia;
- Mendoakan jemaat GBIK terus bertumbuh dalam Firman Tuhan dan menjadi saksi bagi kemuliaan Nama Tuhan Yesus.
