Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”
(Kisah Para Rasul 9: 15,16)
Renungan kita hari ini berbicara tentang seorang yang sangat luar biasa diubah oleh Tuhan. Dialah Saulus dari Tarsus dan kemudian menjadi Rasul Paulus. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul 7 yaitu ketika Stefanus diadili oleh Mahamah Agama sampai dia mati dirajam, karena memberitahukan dengan sungguh-sungguh bahwa; “aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah”, Saulus juga ada di tempat kejadian itu. (KPR 7:56, 58). Saulus adalah seorang anggota Sanhedrin, atau yang kita kenal sebagai Mahkamah Agama. Setelah Mahkamah Agama mendengar pembelaan Stefanus (7: 1-53), mereka sangat tertempelak dan menjadi amat geram. Dan ketika orang banyak langsung menyerbu Stefanus dan melempari dia dengan batu, Sauluslah yang menjadi saksi dan menjaga jubah para eksekutor.
Ada bermacam ceritera tentang pengalaman orang bertobat. Ada yang sangat sederhana. Orang mendengar khotbah dari siaran TV. Firman Tuhan yang disampaikan membuatnya percaya bahwa hal yang disampaikan itu benar. Ketika siaran selesai, orang itu masuk ke kamarnya, berlutut dan berdoa mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Ada juga orang yang melalui suatu mimpi bertemu Tuhan Yesus, lalu sejak itu dia menjadi pengikut Kristus yang setia
Pertobatan Saulus adalah salah satu peristiwa yang luar biasa dalam Perjanjian Baru. Ada seorang pengacara Amerika bernama Frank Morison. Semula dia adalah seorang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, lebih tepatnya dia seorang Atheis (tidak percaya bahwa Tuhan itu ada). Kemudian dia bertobat dan menjadi pengikut Yesus yang setia. Dia bersaksi bahwa yang membuat dia bertobat ialah dua peristiwa istimewa yang tertulis di Alkitab, yaitu Kebangkitan Tuhan Yesus dan Pertobatan Saulus.
Mari kita perhatikan mengapa Saulus bisa bertobat. Dia sedang melaksanakan rencana menghambat pertumbuhan orang Kristen. Dia berjalan dari Yerusalem ke Damsyik , sekarang disebut Damaskus. Jarak Yerusalem – Damsyik ialah 160 mil = 240 km. Saulus menuju Damsyik bagaikan kuda perang yang dengan penuh rasa benci yang berkobar-kobar, siap memusnahkan musuhnya, Mendekati kota Damsyik tiba-tiba ia melihat cahaya yang sangat terang memancar dari langit disertai suara: “Saulus, Saulus mengapakah engkau menganiaya Aku?”. Mendengar itu, Saulus bertanya: “Siapakah engkau Tuhan ?” Sebutan “Tuhan” dalam ayat ini walaupun memakai huruf T besar tidak berarti Saulus menyebut Sang Sumber suara itu adalah Tuhan, sebab saat itu Saulus hanya percaya bahwa Allah ialah YHW. Kata “Tuhan” dalam ayat ini ialah sebagai sebutan kehormatan yang artinya: tuan (= sir dalam bahasa Ingris). Ketika Suara itu menjawab: “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu”, kalimat ini menyadarkan Saulus bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus memang sudah bangkit, Ia hidup !! Jadi ketika Suara/Tuhan itu selanjutnya berkata kepadanya: “Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dinyatakan kepadamu apa yang harus kau perbuat”, Saulus langsung mematuhi perintah itu. Sekarang Saulus mengerti dan percaya bahwa Yesus sungguh sungguh Tuhan. Yesus adalah Tuhan yang benar-benar telah bangkit.
Dalam kesaksian pengalaman hidup selanjutnya yang dituangkan dalam Surat 1 Korintus 15 Rasul Paulus berkata bahwa Yesus menampakkan diri kepadanya ketika dia berjalan ke Damsyik. Pada 1 Korintus 15:8 tercatat: “Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya”.
Ada satu peristiwa yang sangat penting dalam pertobatan Saulus, yaitu ketika Allah menyuruh Ananias, seorang pengikut Kristus untuk menemui Saulus. Mula-mula Ananias merasa ragu-ragu untuk pergi. Ananias tahu bahwa Saulus sedang berusaha menangkap dan menganiaya pengikut Kristus. Tetapi Allah meyakinkan Ananias dengan bersabda kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku”. Kemudian Ananias pergi menemui Saulus dan menumpangkan tangan atas Saulus, sehingga Saulus dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus. Sejak itu Saulus menjadi Rasul Paulus yang sangat luar biasa dipakai Tuhan.
Yang patut dan dapat kita terapkan dari renungan ini ialah, mari kita rela bangkit untuk dipakai Tuhan seperti Saulus dan Ananias. Jangan ragu-ragu, tapi mari segera menemui orang-orang yang kita rindukan untuk mengenal Yesus. Mari bercerita/ memberitakan tentang Yesus, senantiasa mendoakan dan sabar membimbing mereka agar percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Tuhan memberkati kita.
(JET12092020)
Pokok Doa:
- Ketegasan Bawaslu dalam memantau dan memberi sanksi calon calon kepala daerah yang tetap melakukan konvoi, dan melanggar protokol kesehatan;
- Kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dapat terus ditingkatkan dalam merespon berbagai kebijakan terkait penanganan covid-19;
- Anggota jemaat yang mengambil keputusan boleh bertumbuh dalam pengenalan dan kasih kepada Tuhan & sesama (Jul Andri Sibarani, Ervina Hutagalung, Erwin Oscar Sitompul).
