Versi Word dapat diunduh di : Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari 4
Hari Ke 4 (1 Korintus 6: 19)
Apakah Anda menganggap diri Anda sebagai sebuah bait suci /rumah Allah yang kudus? Alkitab mengatakan bahwa tubuh Anda adalah bait Roh Kudus. Kita harus mengeluarkan “bagian yang kotor yang melekat” di dalam tubuh kita sebagai bait Allah yang kudus, sehingga kita dapat mendengar suaraNya dengan jelas dan mempersiapkan diri kita untuk hal-hal baru yang Dia ingin lakukan di dalam dan melalui diri kita. Bahkan jika Anda pergi ke gereja, membaca Alkitab Anda, dan beribadah, ada kalanya Anda perlu memberi jiwa Anda pembersihan berkala yang baik untuk membuatnya segar kembali.
Saat kita menjalani hidup yang dikuduskan, maka lama kelamaan kita akan dapat menemukan semua “kotoran yang melekat” yang perlu dibersihkan. Sementara roh kita diciptakan untuk menjadi baru selamanya melalui Kristus, namun jiwa kita, yang merupakan persimpangan pikiran, kehendak dan emosi kita, dapat menjadi penuh beban, merasa berat, menjadi negatif. dan lamban untuk melakukan kehendak Tuhan di dalam hidup kita.
Setelah sebelumnya mengingatkan dan menegur jemaat Korintus tentang segala jenis pencemaran seksual, di dalam surat 1 Korintus 6 : 19, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk memelihara kekudusan tubuh yang lebih tinggi daripada kehidupan orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Karena tubuh kita adalah bait Allah yang kudus, maka tubuh kita dimiliki sepenuhnya oleh Tuhan dan berarti bahwa kita harus menjaga kekudusan atas tubuh kita. Karena tubuh kita adalah milik Allah, maka Ia pun memberi kita segala kemampuan dan kuasa untuk menolak segala bentuk pencemaran jasmani. Kuasa untuk hidup kudus secara jasmani ini tidak dimiliki oleh orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan, karena Roh Allah tidak ada di dalam diri mereka.
Sekarang marilah melihat hal-hal yang perlu dibersihkan di dalam jiwa kita. Beban yang terus menetap di pikiran kita, gangguan,-gangguan yang terjadi di dalam hidup dan segala hiruk pikuk masalah, dapat membuat kondisi rohani kita menurun dan membuat kita berada di dalam kabut spiritual yang perlu dibersihkan Hidup selalu memiliki cara untuk membebani kita dengan tekanan dan rasa sakit, yang dapat menyebabkan kondisi emosi kita terpukul atau menuju kehancuran. Saat kita lelah dan terbebani, hati nurani kita dapat menjadi tidak peka, ataupun tidak terlalu terganggu oleh hal-hal yang dulu pernah ‘menuduh’ suara hati kita. Lalu suara Tuhan perlahan mulai teredam, dan kita mulai kehilangan semangat untuk Dia. Api di dalam jiwa kita perlahan mulai meredup, dan kita membiarkan situasi yang mengendalikan kondisi rohani kita , membuat kita merasa terbebani atau melakukan semua kegiatan rohani seperti sebuath rutinitas dalam hubungan kita dengan Tuhan, bukan dengan kasih sayang dan semangat.
Berpuasa adalah sama seperti menyentuh ‘tombol reset’ jiwa kita. Untuk menerima hal-hal baru yang Tuhan ingin bawa ke dalam hidup kita, kita harus siap menekan tombol reset secara berkala. Inilah yang disebut mengalami pembaharuan rohani. Sungguh berpuasa merupakan sebuah pemberian surgawi yang sangat berkuasa di dalam hidup kita.
Seiring dengan puasa yang sedang Anda lakukan, pastikanlah bahwa Anda sedang memperlambat laju keinginan tak terkendali dari jiwa dan tubuh kita , dan hilangkanlah segala jenis gangguan. Sambil berpuasa, cobalah untuk menambahkan beberapa saat keheningan dan kesendirian agar lebih dapat berfokus kepada Tuhan.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 68-71) )
Lagu Pujian :
NP 297 Jiwa Raga Kubaktikan
(Take My Life and Let It Be Consecrated)
(Frances R. Havergal, 1874Henri A. C. Malan, 1823; gubahan Lowell Mason, 1841)
1=F 4/4
1Thess.5.23-1Thess.5.24
Versi 1
1
Jiwa raga, ya Tuhan,
PadaMu kubaktikan,
Dan sepanjang umurku
Aku jadi hambaMu,
Aku jadi hambaMu.
2
Tangan, kaki gunakan
Bagi karyaMu, Tuhan,
Agar rajin dan cepat
Kerja Tuhan kubuat,
Kerja Tuhan kubuat.
3
Pakai juga lidahku,
Memasyhurkan namaMu;
Bilamana ku nyanyi,
Hanya Yesus kupuji,
Hanya Yesus kupuji.
4
Kuabdikan hartaku,
Waktu juga bagiMu;
Akal dan kepandaian,
Gunakanlah, ya Tuhan,
Gunakanlah, ya Tuhan.
5
Kubaktikan hatiku,
Karna itu milikMu;
Dalamnya bertakhtalah
Dan berkuasa s’lamanya,
Dan berkuasa s’lamanya.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis
