Bacaan Alkitab : I Samuel 25 : 1-44; Mazmur 14; Mazmur 53
(Kurun waktu : diperkirakan 1.050 – 1.010 S.M.)
”Kebodohan Atau Kebijaksanaan”
download versi word file: Renungan Harian Tgl 21 April 2017
Di dalam hidup, mungkin kita telah melakukan banyak hal yang bodoh dan kurang bertanggung-jawab. Akibat dari tindakan-tindakan tersebut memang kadang-kadang tidak berbahaya, tetapi pada saat lainnya dapat juga berakibat serius. Tentu saja kita dapat bercermin dari pengalaman yang lalu, tetapi mari belajar juga dari karakter Alkitab Nabal dan Daud, dan kadang-kadang kita perlu juga mengucapkan doa seperti ini : “Ya TUHAN, lindungilah aku dari segala kebodohanku dan tolonglah agar aku dapat bersikap bijaksana dan berhati-hati.” Syukurlah masih ada orang-orang yang bijak dan bertindak hati-hati seperti istri Nabal, Abigail,yang mana tindakan seperti yang dilakukannya akan dapat menyelamatkan orang lain dari sikap yang bodoh.
Nabal adalah seorang yang sangat kaya raya, tetapi ia juga bersifat jahat dan tidak ramah.
“(25:4) Ketika didengar Daud di padang gurun (saat ia sedang melarikan diri dari Raja Saul dan kecemburuannya yang tak beralasan), bahwa Nabal sedang menggunting bulu domba-dombanya, (25:5) maka Daud menyuruh sepuluh orang dan kepada orang-orang itu Daud berkata: “Pergilah ke Karmel dan temuilah Nabal. Tanyakanlah keselamatannya atas namaku. (25:6) dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu. (25:7) Baru-baru ini aku mendengar bahwa engkau mengadakan pengguntingan bulu domba. Adapun gembala-gembalamu yang ada dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang dari pada mereka selama mereka ada di Karmel. (25:8) Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud apa yang ada padamu.” ( I Samuel 25 : 4 – 8)
Namun demikian, Nabal tidak berterima-kasih kepada orang-orang yang telah melindungi asset nya. Nama Nabal memang berarti “bodoh’, dan memang itu menggambarkan sifatnya. Ketika Nabal sedang berpesta dan merayakan hasil yang baik dari investasinya, Daud datang memohon sebagian kecil sebagai kompensasi atas pelayanannya, dan ia ditolak secara kasar dan dipermalukan. Ketika Abigail mendengar bagaimana suaminya, Nabal, telah menghina dan menjawab orang-orang Daud dengan kasar meskipun mereka telah berlaku baik kepadanya, ia tahu akan terjadi masalah terhadap mereka. Para pembantunya telah memberitahu bahwa orang-orang pengikut Daud telah memberi bantuan perlindungan terhadap hewan ternak milik Nabal. Ia tahu bahwa Daud dan para pengikutnya tentu telah merasa terhina dan akan membunuh seluruh keluarganya oleh sebab kebodohan sikap Nabal tersebut. Lalu segera Abigail menyiapkan banyak makanan untujk diberikan kepada Daud dan pengikutnya, dan kemudian secara pribadi Abigail memohon maaf dan pengampunan atas sikap suaminya yang bodoh. Ia menyatakan keyakinannya akan kebaikan, integritas dan takdir yang akan terjadi atas Daud. Lalu dengan cepat sikap Abigail tersebut telah meredam kemarahan Daud dan juga dengan demikian menunjukkan sikapnya sebagai seorang perempuan yang sangat bijaksana. Daud tentunya sangat terkesan.
Kita dapat belajar banyak hal dari Abigail dalam menangani pertentangan dari pihak luar. Yang pertama, selesaikanlah setiap pertentangan dengan bijak dan cepat. Hal yang ke dua, kita harus bersimpati dan bahkan berempati dengan orang yang merasa tersinggung. Yang ke tiga, kita harus melakukan apapun yang dapat dilakukan bagi pihak yang merasa tersinggung tersebut, untuk membantu mengatasi kemarahannya. Yang ke empat, kita harus merendahkan diri dan meminta maaf seperlunya. Meskipun kita mungkin bukan orang yang berbuat salah secara langsung, tetapi mungkin saja kita terkait dengan anggota keluarga yang dianggap bersalah dan telah membuat pihak lain tersinggung. Yang ke lima, jika orang yang merasa tersinggung tersebut adalah seorang Kristen, kita harus menyatakan keyakinan kita akan sikapnya yang mampu menimbang masalah yang dihadapi dengan bijak, serta kebaikannya, sambil berharap bahwa ia akan memaafkan kesalahan yang mungkin terjadi. Yang ke enam, kita harus mengusahakan kebahagiaan dan keselamatan orang yang telah merasa tersinggung tersebut. Abigail mengusahakan kebaikan dan keselamatan bagi diri Daud, sehingga tindakan tersebut akan membuat Daud menyesal jika kemudian ia melakukan tindakan yang keras ataupun keji terhadap Nabal. Ketika berusaha meredakan kemarahan seseorang yang merasa terhina, mungkin kita dapat mengatakan bahwa menahan diri dari tindakan atau sikap yang tidak dikehendaki bersama, akan berfaedah dan mendatangkan kebaikan bagi orang yang sedang tersinggung tersebut. Hal yang ke tujuh, kita harus menyatakan keyakinan dan kepercayaan kita bahwa orang yang beriman, meskipun sedang tersinggung, akan tetap melakukan hal yang benar.
Daud bereaksi dengan cepat atas kesalahan yang dilakukan Nabal yang membuatnya tersinggung, di mana seharusnya ia menanyakan petunjuk dari TUHAN terlebih dahulu. Keputusan yang dibuat dengan tergesa-gesa dapat menyebabkan kehancuran. Seringkali Allah bertindak dengan penuh kasih setia dan pengampunan terhadap orang-orang benar, jika mereka mau berserah dan mengikuti cara-cara TUHAN dalam bertindak. Allah berfirman , “pembalasan adalah hak Ku; Aku akan menuntut balas.” (Ulangan 32 : 35; Roma 12 : 19). Daud terhindar dari melakukan kebodohan untuk melakukan tindakan pembalasan, oleh karena ia mau mendengarkan kebijakan Abigail. Apakah yang akan kita lakukan ketika seseorang membuat kita merasa terhina dan tersinggung? Apakah kita berdoa terlebih dahulu sebelum bereaksi terhadap kesalahan yang membuat kita tersinggung tersebut? Apakah kita mau mendengarkan saran yang sesuai Firman Tuhan? Kadang-kadang memang diperlukan suatu tindakan, tetapi disaat lainnya yang diperlukan adalah membiarkan TUHAN saja yang menjadi perlindungan dan pemelihara hidup kita.
Allah memukul Nabal dengan serangan jantung atau stroke dan Daud dibenarkanNya. Daud dinyatakan sebagai pihak yang benar, dan Nabal adalah yang telah melakukan kesalahan. Namun demikian, kematian Nabal telah membuat Abigail menjadi berkekurangan. Daud berterima-kasih atas kebijakan dan keramahan Abigail saat ia tengah mencari tempat perlindungan dari kejaran Saul, namun Abigail juga berkeyakinan bahwa Allah akan menolong Daud untuk melaksanakan takdirnya sebagai raja. Abigail adalah seorang yang beriman dan menaruh kepercayaannya kepada TUHAN. Ia juga seorang perempuan yang cantik parasnya, bijaksana, rendah hati, baik hati dan sangat diinginkan Daud. Lalu Daud mengambil Abigail menjadi istrinya. Tindakan Daud ini dapat dibenarkan di hadapan Allah jika ia masih belum menikah. Namun demikian, Daud telah memberikan teladan yang buruk bagi anak-anaknya dengan mengambil banyak istri (Ulangan 17 : 17). Meskipun kita tidak memiliki bukti bahwa istri-istrinya yang berjumlah banyak tersebut telah menyebabkan hidup Daud menjauh dari Allah, tetapi kita akan melihat bahwa anak yang akan dilahirkan baginya, Salomo, memiliki banyak masalah oleh karena jumlah istrinya yang sangat banyak. Kita harus berhati-hati dalam memberi teladan hidup bagi generasi selanjutnya.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
Doa yang indah untuk dapat kita ucapkan ke hadirat Allah berkenaan dengan pelajaran hari ini: “Ya TUHAN, lindungilah aku dari segala kebodohanku dan tolonglah agar aku mampu bersikap dengan bijaksana dan berhati-hati.”
Pelajaran yang dapat kita petik dari cara Abigail menangani kesalahan yang membuat orang lain tersinggung :
1. Selesaikanlah masalah yang membuat orang lain merasa terhina dan tersinggung dengan sikap bijak dan bertindak cepat ;
2. Bersimpati dan berempatilah dengan orang yang merasa telah terhina dan tersinggung ;
3. Lakukanlah segala sesuatu yang dapat dilakukan bagi orang yang merasa tersinggung tersebut agar dapat meredakan kemarahannya ;
4. Rendahkanlah diri Anda dan mintalah maaf, bahkan untuk kesalahan yang dilakukan anggota keluarga Anda yang telah membuat orang lain tersinggung ;
5. Nyatakanlah bahwa Anda percaya akan sikap bijak dan kebaikan yang ada pada diri orang yang merasa terhina tersebut, dan berharap agar ia dapat memaafkan dan mengampuni pihak yang telah membuatnya tersinggung tersebut ;
6. Usahakanlah bagi kebaikan dan keselamatan pihak yang merasa terhina tersebut ;
7. Nyatakanlah kepercayaan dan keyakinan Anda bahwa orang yang beriman, meskipun sedang merasa terhina dan tersinggung, akan tetap dapat melakukan hal yang benar.
Janganlah terlalu tergesa-gesa untuk bereaksi terhadap suatu pelanggaran yang membuat Anda merasa terhina dan tersinggung. Carilah petunjuk dari TUHAN terlebih dahulu.
Berhati-hatilah dengan segala teladan hidup yang Anda lakukan.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
Dari Renungan Harian hari ini, pernahkah kita bertindak sama seperti Abigail dalam menangani orang yang merasa sakit hati terhadap diri kita ataupun anggota keluarga kita? Bagaimanakah hasil yang kita peroleh?
Jika Anda adalah seorang perempuan yang memiliki pasangan seorang laki-laki yang bersikap seperti Nabal pada masa kini, bagaimanakah sebaiknya sikap yang harus Anda lakukan? Apakah bijak jika Anda kemudian meninggalkan pasangan Anda tersebut dengan alasan apapun? Jelaskanlah jawaban tersebut.
Ayat Hafalan Hari Ini :
Amsal 12 : 16 “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.”
