Bacaan 11 Mei 2026
Nehemia 11-13
“Lalu aku tiba di Yerusalem dan melihat kejahatan yang dibuat Elyasib untuk keuntungan Tobia, sebab bagi Tobia ini telah disediakannya sebuah bilik di pelataran rumah Allah. Aku menjadi sangat kesal, lalu kulempar semua perabot rumah Tobia ke luar bilik itu.”
Nehemia 13:7-8
Ada sebuah bagian yang menggelitik sekaligus menyesakkan dimana imam Elyasib membiarkan Tobia tinggal ditempat yang tidak semestinya. Imam Elyasib membiarkan Tobia tinggal disebuah kamar dipelataran Bait Allah karena ada hubungan keakraban. Tobia tinggal di kamar yang seharusnya digunakan untuk menyimpan gandum, kemenyan, dan perlengkapan ibadah di Bait Allah. Ini merupakan pelanggaran terhadap otoritas Allah dan etika dihadapan Allah. Apakah kita pernah melakukan tindakan yang dilakukan oleh imam Elyasib dalam kehidupan sehari-hari? Apakah ada dosa yang sudah terasa “akrab” yang akhirnya dikompromikan dan dibiarkan tinggal diruang hati kita? Mari kita renungkan dan sadari pesan penting Kitab Suci hari ini.
Tobia bukanlah musuh yang menyerang dari luar tembok dengan pedang dan segala macam perlengkapan perang. Dia adalah musuh lama yang perlahan-lahan “masuk lewat pintu belakang” karena memiliki koneksi keluarga dengan Imam Elyasib. Inilah dosa yang akrab: “dosa yang tidak lagi terasa menjijikkan karena kita sudah terbiasa dengannya.” Dosa ini bisa berupa kompromi kecil seperti kepahitan yang dipelihara, atau hobi yang diam-diam menjauhkan kita dari Tuhan.
Dosa yang akrab tidak datang untuk menghancurkan hidup kita secara instan; ia datang untuk menggeser apa yang kudus. Hal ini sama seperti ketika imam Elyasib membiarkan Tobia (perlambangan dosa yang akrab) tinggal dikamar yang seharusnya menjadi tempat penyimpanan keperluan peribadatan. Saat “Tobia” masuk ke hati kita, dia tidak langsung mengusir Tuhan. Dia hanya memakai ruang yang seharusnya milik Tuhan. Akibatnya? Ibadah kita menjadi kering karena “gandum dan kemenyan” (simbol ketaatan dan doa) tidak lagi memiliki tempat di hati kita. Dan ini bahaya!
Seringkali, kita membiarkan dosa tertentu tetap ada karena kita merasa dosa itu telah menjadi bagian dari “identitas” atau “cara kita bertahan hidup” atau telah menjadi bagian dari “cara kita menikmati kesenangan dunia.” Mari kita lihat kedalam hati kita masing-masing, apakah ada dosa yang masih diberikan ruang untuk berada didalam hati kita?
Lantas apa yang seharusnya kita lakukan? Mari kita contoh Nehemia. Nehemia tidak bernegosiasi dengan Tobia; ia tidak meminta Tobia membayar sewa atau mengecilkan barang-barangnya. Nehemia melemparkan semua perabotnya keluar. Ini adalah pesan yang sangat kuat yaitu: Kesetiaan membutuhkan kekasaran terhadap dosa. Kita tidak bisa membersihkan hati dengan sapu bulu yang lembut; bahkan terkadang kita butuh “kemarahan kudus” untuk membuang kebiasaan buruk yang sudah menetap bertahun-tahun.
Mari kita renungkan bersama, apakah kita sudah “berusaha” membuang semua dosa yang telah akrab dengan kita? Atau malah masih berkompromi dengannya?
“Usirlah dengan segera semua dosa yang memiliki ruang dihati kita agar dosa tersebut tidak membuat kita menyingkirkan segala hal kudus yang seharusnya berada didalam hati kita“
Tuhan Yesus memberkati
YG110526
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 11 Mei 2026
1. Doakan Kaum Muda GBIK yang sedang mendaftarkan dan melaksanakan Tes masuk ke Perguruan Tinggi supaya dapat melanjutkan studinya dengan baik, lancar dan terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Doakan Panitia Bangunan, Panitia Peralatan dan Panitia Publikasi & Dokumentasi supaya dapat terus memelihara sarana dan prasarana yang sudah ada dengan baik untuk menunjang semua kegiatan Gereja berjalan lancar sehingga nama Tuhan dimuliakan di GBIK.
3. Berdoa untuk kondisi peperangan yang ada di Timur Tengah agar segera ada penyelesaian dengan baik. Doakan supaya ditengah-tengah konflik tersebut, Bangsa dan Negara kita tetap aman dan kondusif dalam mengelola hasil bumi dalam negeri secara mandiri sehingga kebutuhan masyarakat Indonesia tetap terpenuhi dengan baik.
Pokok Doa untuk Cabang Sebetung, Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk seluruh Jemaat Cabang Sebetung supaya Tuhan melindungi dari segala macam penyakit, kecelakaan maupun marabahaya lainnya.
2. Berdoa untuk pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani Jemaat Cabang Sebetung, Tuhan memberkati dengan kasatuan hati dan kerukunan antar jemaat.
3. Berdoa untuk Pdm. Darto Eran supaya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan kemampuan dalam melayani Jemaat Cabang Sebetung.
