Bacaan Alkitab : Yosua 16 : 1 – 19 : 9; I Tawarikh 4 : 24 – 33; Yosua 19 : 10 – 51
(Kurun waktu : diperkirakan 1.406 – 1.370 S.M.)
“Raihlah Harta Warisan Anda”
download versi word file : Renungan Harian Tgl 29 Maret 2017
“North to Alaska” adalah sebuah film komedi yang dibuat pada tahun 1960, yang utamanya dibintangi oleh John Wayne dan Ernie Kovacs. Film ini menceritakan tentang demam perburuan emas di Alaska pada tahun 1897 – 1899. Orang-orang datang dari berbagai negara untuk mempertaruhkan nyawa mereka agar dapat memperoleh emas tersebut (http://en.wikipedia.org/wiki/North_to_Alaska). Dengan “denyut nadi” yang sama, maka ummat Israel pun berlomba untuk “mendulang emas” ketika Allah membawa mereka ke tanah Kanaan. Musa berkata kepada mereka :
“(6:3) Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya… (6:11) rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami–dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, (6:12) maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.” (Ulangan 6 : 3, 11, 12).
Mengetahui bahwa Allah telah mengaruniakan bagi ummatNya suatu harta warisan yang kaya raya, beberapa keluarga kemudian bertindak dengan iman dan kepercayaan dan langsung pergi untuk melakukan tugas meraih harta warisan bagi mereka, meskipun mungkin tugas tersebut sangat menantang dan berat untuk dilakukan. Sementara itu yang lainnya memilih bersikap lebih diam, memerlukan desakan atau dorongan untuk membuat mereka bertindak. Beberapa yang lain memilih agar orang lain saja yang melakukan tugas tersebut bagi diri mereka. Yang manakah yang akan kita lakukan?
Kemarin kita telah belajar tentang Kaleb. Ia adalah salah satu dari para pengintai tanah Kanaan, saat Israel masih berada di Kadesh-Barnea, di perbatasan selatan Kanaan. Karena Yosua dan Kaleb percaya kepada TUHAN dengan sepenuh hati, maka mereka diperkenankan TUHAN untuk tetap hidup dan pergi masuk kedalam Tanah Perjanjian. Kaleb ditawari untuk mengklaim tanah warisan bagiannya di Hebron. Kaleb termotivasi oleh iman, meskipun usianya saat itu sudah 85 tahun. Dengan keberanian, ia berkata bahwa orang-orang kaumnya akan membebaskan tanah yang dihuni para raksasa tersebut dengan pertolongan TUHAN.
Hari ini kita akan melihat kegagalan banyak suku Israel tersebut untuk bertindak dengan iman, dan kita akan mengamati akibatnya. Suku-suku Israel tersebut memberikan kesaksian seperti ini: “Setelah orang Israel menjadi kuat, orang Kanaan itu dibuatnya menjadi orang rodi, tetapi tidaklah sama sekali mereka itu dihalaunya,” (Yosua 17 : 13). Suku-suku Efraim dan Manasye bahkan meneriakkan keluhan mereka bahwa Yosua telah bertindak kurang adil dengan memberikan kepada mereka tanah yang harus dibebaskan oleh mereka sendiri, sementara terdapat manusia raksasa di tanah warisan tersebut; tugas itu dirasakan terlalu berat (Yosua 17 : 16 – 17). Namun demikian Yosua tidak bersimpati kepada mereka, dan tetap mendorong mereka untuk melakukan tugas berperang demi meraih harta warisan mereka. Jika mereka mau pergi maju berperang dengan iman dan kepercayaan kepada kuasa TUHAN, maka ia akan membantu mereka mengusir orang-orang Kanaan yang menguasai tanah warisan mereka, bahkan jika penduduk di sana adalah manusia raksasa dan memiliki kuda-kuda dengan kereta besi. Meskipun kita memiliki harta warisan di surga, kita pun tetap harus berjuang untuk perang iman di bumi ini. Ketika kita berperang bersama-sama dengan TUHAN, maka kita akan dapat meraih hal-hal yang besar.
Allah tidak ingin ummat Israel mentolerir keberadaaan orang Kanaan di tanah warisan mereka, karena kegagalan untuk mengusir seluruh bangsa yang hatinya tunduk kepada kejahatan tersebut, di kemudian hari dapat menjadi suatu jerat bagi ummat Israel. Mereka akan terbujuk untuk menyembah berhala di kuil-kuil tempat musuh, kemudian ikut terlibat dalam tindakan-tindakan pencemaran seksual, penyembahan berhala, maupun praktik-praktik hidup penuh dosa yang dapat mengancam hidup keimanan mereka, yang dapat berakibat terusirnya mereka dari tanah yang dijanjikan TUHAN tersebut (Ulangan 7 : 1 – 6). Suatu pekerjaan yang hanya diselesaikan setengah bagiannya, segera akan menjadi tidak terselesaikan. Seperti yang sebelumnya telah dinyatakan di dalam bagian Renungan Harian lainnya, penyucian hidup merupakan tanggung jawab bersama antara Allah dan kita. Allah menjadikan kita kudus (dipisahkan sebagai ummat yang kudus dan murni bagi diriNya), dan kita harus menjalani hidup yang kudus. Ketaatan sepenuhnya kepada Allah akan memimpin kepada kedamaian dan berkat-berkat melimpah yang tak terbayangkan, anug’rah dari Allah. Apa yang akan kita lakukan? Maukah kita berjalan di dalam kekudusan bersama dengan Allah dan mengalami kedamaian dan berkat-berkatNya, atau sebaliknya, apakah kita memilih mengalami kerusakan moral, harus menerima pendisiplinan TUHAN dan kehilangan segala berkat dan kedamaian dari TUHAN?
Bagian keturunan Yusuf diberikan kepada dua suku, Efraim dan Manasye, yang dinamakan sesuai dengan nama kedua anak yang dilahirkan bagi Yusuf di Mesir. Batas wilayah sebelah timur bagi Efraim adalah Sungai Yordan di sebelah timur Yerikho, dan secara umum membentang ke barat sampai ke Laut Mediterrania. Suku-suku Dan dan Benyamin yang termasuk kedalam suku Yehuda yang jumlahnya banyak, adalah tetangga suku Efraim dan Manasye di sebelah selatan wilayah mereka. Bagian suku Manasye berada di sebelah utara Kanaan, sedangkan warisan bagi setengah suku Manasye berada di bagian timur Sungai Yordan di tanah Gilead, dan separuhnya lagi berada di barat Sungai Yordan. Batasan wilayah bagi suku Manasye yang tinggal di barat Sungai Yordan, di sebelah selatannya dibatasi oleh tanah milik Efraim di kota Sikhem, dekat dengan gunung Ebal dan Gerizim. Batas wilayah di sebelah timur bagi tanah suku Manasye adalah Sungai Yordan, sedangkan bagian baratnya dibatasi oleh Laut Mediterrania.
Tempat yang baru bagi Tabernakel Allah adalah di Silo (Yosua 18 : 1). Silo adalah kota di Efraim dan berada di tengah-tengah Tanah Perjanjian; letaknya yang terpusat di tengah-tengah tersebut memberikan tempat yang paling baik untuk pertemuan di antara kaum-kaum Israel tersebut. Disanalah orang-orang Israel pergi untuk mempersembahkan korban dan merayakan hari-hari besar mereka. Itu akan menjadi tetmpat untuk mempersembahkan korban dan bersukacita (Ulangan 12 : 10 – 14). Mengapa mereka tidak bertemu dna bersekutu di Yerusalem? Kota ini akan muncul dan dibangun pada jaman Raja Daud, sedangkan pada saat itu Yerusalem masih dihuni oleh orang-orang Yebus (suku Kanaan yang mendiami cikal bakal kota Yerusalem, dan mereka tidak dapat diusir oleh kaum Yehuda (Yosua 15 : 63) ).
Sisa suku-suku Israel lainnya enggan untuk meminta bagian warisan mereka. Akhirnya, dilakukan survey atas bagian tanah Kanaan yang tersisa bagi mereka, dan undian dilakukan bagi tujuh suku-suku Israel yang tersisa (orang Lewi tidak mendapat warisan tanah).
Bagian kaum Isakhar adalah tetangga suku Manasye di utara, di kota Taanakh, tetapi suku Manasye juga memiliki warisan di Dor, Megido dan Yizreel yang juga bagian suku Isakhar. Isakhar adalah suku kecil yang wilayahnya terbentang dari tepi Laut Kineret (Galilea) di sebelah timur, sampai ke perbatasan baratnya di Zebulon.
Zebulon juga merupakan suatu suku yang kecil yang bagian warisannya terletak di antara Naftali di bagian timurnya, dan milik suku Asyer di bagian barat. Laut Mediterrania dapat ditempuh dari bagian suku ini melalui Sungai Kishon. Berdasarkan kitab Kejadian 49 : 13: “Zebulon akan diam di tepi pantai laut, ia akan menjadi pangkalan kapal, dan batasnya akan bersisi dengan Sidon.” Apa yang terjadi? Nubuatan Yakub tersebut tampaknya masih belum terpenuhi. Mungkin, sama seperti suku-suku lainnya, Zebulon memiliki hak atas tanah yang juga dimiliki suku lainnya, dan dalam hal ini adalah suku Asyer, atau mungkin juga Zebulon gagal mengusir penduduk Kanaan yang mendiami tanah bagian warisan mereka, sehingga tidak dapat mengklaim seluruh tanah warisan mereka.
Bagian warisan suku Asyer adalah di sebelah timur dan sampai bagian utara Zebulon dan membentang sepanjang pantai Laut Mediterrania di daerah yang sekarang dikenal sebagai bagian selatan Lebanon.
Suku Naftali menetap di daerah Laut Galilea, di sebelah utara bagian suku Isakhar dan di timur suku Asyer. Disinilah kemudian, merupakan tempat di mana Yesus melakukan sebagian besar pelayanannya di dunia.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, suku Benyamin dan Dan menerima bagian mereka di dalam bagian warisan suku Yehuda, karena wilayah tanah mereka sangat besar. Suku Simeon juga menerima bagian warisan mereka di selatan wilayah suku Yehuda, tetapi suku mereka kemudian tergabung di dalam suku Yehuda.
Setelah suku-suku tersebut menerima bagian undian atas tanah warisan mereka, lalu pemimpin mereka yang setia, Yosua, diberikan tanah warisan di kota Timnat-Serah, di daerah pegunungan Efraim, seperti yang dimintanya.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
Allah itu setia. Sama seperti Ia telah membawa ummat Israel masuk ke dalam Tanah Perjanjian, Ia akan membawa kita masuk ke tanah warisan kita yang kekal, yang saat ini telah tersedia dan terjamin keberadaannya bagi kita semua yang percaya kepada Kristus untuk keselamatan jiwa mereka ( I Petrus 1 : 3 – 5) ;
Penyucian hidup adalah tanggung-jawab bersama antara Allah dan manusia. Allah telah menjadikan hidup kita kudus (dipisahkan sebagai orang-orang yang dikuduskan dan dimurnikan bagi Allah), dan kita harus menjalani hidup di dalam kekudusan. Ketaatan sepenuhnya kepada Allah akan menuntun kita kepada kedamaian dan berkat-berkat yang indah dan tidak terbayangkan dari Allah. Tugas yang hanya diselesaikan setengahnya saja, akan segera menjadi tidak terselesaikan ;
Kita harus meraih kepemilikan atas hal-hal yang telah diberikan Allah bagi kita. Kita tidak boleh mentolerir kejahatan yang mencoba masuk dan terjadi di dalam hidup kita, atau jika tidak, hal tersebut akan menghancurkan hidup kita ;
Meskipun kita memiliki hak atas warisan surgawi, tetapi kita harus melakukan peperangan iman. Ketika kita berperang bersama-sama dengan TUHAN, maka kita akan dapat meraih hal-hal yang dahsyat.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
Salah satu dari bagian Firman Tuhan yang kita baca hari ini diambil dari kitab Yosua 16 : 10 “Tetapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi.”
Sekilas, kita tidak melihat sesuatu yang ‘salah’ dari akibat ketidak-patuhan keturunan Yusuf, dan juga suku-suku Israel lainnya, untuk menumpas dan menghalau penduduk Kanaan dari Tanah Perjanjian, tetapi hal tersebut di kemudian hari, telah menyebabkan kejatuhan moral orang Israel yang terpengaruh dan mengikuti pola hidup yang jahat yang dianut penduduk Kanaan tersebut, yaitu penyembahan berhala, dosa-dosa seksual dan sikap hidup yang memusuhi Allah; hal ini menyebabkan jatuhnya Israel kedalam berbagai masalah, yang akan kita lihat lebih lanjut di dalam kitab Hakim-Hakim.
Suku Efraim, seperti dari ayat di atas, dan juga suku Israel lainnya, tidak sepenuhnya menghalau penduduk Kanaan, untuk dua alasan utama: (1) mereka ingin mencari ‘jalan damai’ sesuai kemauan sendiri dan dengan berbagai pengorbanan termasuk tidak patuh perintah Allah, dan (2) mereka ingin memperoleh kekayaan duniawi atau beroleh keuntungan materi bagi diri sendiri, meskipun itu berarti tidak mematuhi kehendak Allah.
Apakah tanpa kita sadari, ada hal-hal duniawi dan kepentingan diri sendiri, dengan ‘atas nama hal-hal yang baik menurut pikiran kita’, yang kita buat, tetapi sebenarnya hal tersebut telah melanggar perintah TUHAN? Seberapa jauhkah kita telah membulatkan tekad dan melakukan tindakan yang mencerminkan kepatuhan 100% kepada kehendak Allah dalam hidup kita? Atau jika kita merasa masih di dalam proses kepatuhan 100%, bagian-bagian manakah di dalam hidup kita yang perlu segera diperbaiki, agar kita dapat sungguh-sungguh memiliki hidup yang dikhususkan, disucikan dan dimurnikan bagi Allah, supaya dapat memperoleh berkat-berkatNya yang memberi damai, sukacita dan rasa aman yang sejati?
Ayat Hafalan Hari Ini :
I Petrus 1 : 14 – 15 : “(1:14) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, (1:15) tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.”

Shalom, selamat pagi ytk. Bapak/Ibu /Sdr ku sekalian di dalam Kristus, kami mohon maaf atas keterlambatan posting renungan harian hari ini oleh karena kendala tehnis. Kiranya tetap akan memberi semangat bagi kita bersama untuk terus menggali kebenaran Firman Tuhan setiap hari. Amin dan Tuhan Yesus memberkati.