HIDUP DALAM TERANG
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. (1 Yohannes 1:6)
Renungan kali ini adalah gambaran kehidupan antara perbuatan dan pengakuan bagi orang percaya. Dengan kita mengaku ada persekutuan dengan Tuhan artinya kita berjalan dalam terang dan tidak berjalan dalam kegelapan. Kita sudah hidup bukan dalam dosa lagi dan melakukan kebenaran yang sudah diajarkan Yesus. Kenyataan tercermin dalam kehidupan kita sehari hari, yang tidak hanya dari ucapan atau pengakuan saja tetapi tindakan. Kita perlu hati hati dalam kehidupan, munafik itu inkosistensi antara apa yang dilakukan tidak sama dengan apa yang dikatakan.
Persekutuan yang sejati berarti berubah. Persekutuan yang sejati dengan Kristus bukan hanya soal ritual atau kata-kata, melainkan hidup dalam persekutuan yang menghasilkan perubahan dan ketaatan. Hidup “dalam kegelapan” adalah tanda tidak memiliki persekutuan yang sesungguhnya. Kebenaran itu harus dilakukan. Kebenaran bukan hanya tentang apa yang kita percayai, tetapi juga apa yang kita lakukan. Jika kita tidak bertindak sesuai dengan kebenaran, maka kita tidak melakukan kebenaran itu sendiri.
Pentingnya pertobatan: Ayat ini menjadi dorongan untuk terus menerus mengevaluasi hidup kita dan bertobat jika ditemukan ketidaksesuaian antara pengakuan kita dengan kehidupan kita. Ini menunjukkan bahwa orang percaya yang mengenal Allah bisa saja jatuh, tetapi mereka tidak akan terus-menerus hidup dalam dosa karena ada Roh Kudus yang akan menolong kita mengakui dosa-dosa dan mencari pengampunan.
Rasul Yohanes dalam suratnya kepada jemaat mula mula berbicara tentang pilihan untuk berjalan dalam terang namun masih ada hidup dalam kegelapan. 1 Yohanes 1:6 mengatakan hidup dalam kegelapan adalah dosa. Hidup di dalam kegelapan di sini bukanlah penyimpangan sesaat, melainkan keputusan untuk terus melakukan apa yang tidak sesuai Firman Tuhan. Rasul Yohanes mengingatkan kita bahwa Allah kita yang kudus “adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan”. Jadi, saat kita mengatakan bahwa kita memiliki relasi dengan-Nya, tetapi terus dengan sengaja berbuat dosa, “kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran”. Yesus, Sang terang dunia, sudah datang supaya “barangsiapa mengikut Dia, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12).
Tuhan Yesus memberkati. Amin
(MS22112058)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 22 November 2025
1. Berdoa untuk Ibadah besok baik Ibadah Pagi 1, Pagi 2 dan sore, Kiranya Tuhan mempersiapkan hati setiap jemaat, sehingga datang dengan kerinduan untuk beribadah, memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap hati, nama Tuhan ditinggikan dan setiap jemaat mengalami perjumpaan yang hidup dengan Tuhan.
2. Berdoa untuk team facility yang telah bekerja dan membersihkan ruang ibadah dan menyiapkan ruang ibadah. Kiranya Tuhan memberkati setiap pelayanan mereka sehingga ruang ibadah tertata dengan rapi dan bersih bagi kemuliaan nama Tuhan.
3. Berdoa untuk persekutuan-persekutuan yang ada; PBI, WBI, Naomi, KMBI dan Harmony, agar Tuhan memelihara setiap pengurus dan anggota dan kegiatan yang dilakukan menjadi tempat bertumbuh, saling menguatkan, dan berdampak bagi gereja maupun lingkungan sekitar.
Pokok Doa untuk Cabang Alfa Omega, Gamhoku – Halmahera Utara
1. Doakan jemaat yang sedang merantau di luar kota (Sdri. Cherolin Paulina Kaolang, Bpk. Ramli Kaolang, Bpk. Ramses Faldi Mahengkeng, Ibu. Frelis Cooling, Sdri. Lidya Estefani Salaunaung, Sdr. Fredi Maramis, Sdr. Julvens Fallen Wangka, Sdr. Adrian Wangka).
2. Berdoa supaya melalui pembekalan guru SM setiap 2 minggu sekali (hari Sabtu) yang diisi oleh pak Nehemia dan pak Fredy dapat menolong para guru SM semakin siap mengajar SM.
3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Sdr. Nehemia Abdiel) supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kebijaksanaan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita dan sepenuh hati untuk memajukan kualitas dan kuantitas jemaat.
