Menentukan Pilihan Yang Benar
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. (Efesus 5:11)
Dunia menawarkan berbagai cara jalan dalam menjalani hidup. Dalam hal ini setiap manusia memiliki hak untuk memilih jalan mana yang akan diambil. Ada jalan benar dan tidak benar untuk hidup yang dijalani. Lantas ketika dapat tawaran untuk melakukan hal yang tidak benar, bagaimanakah cara menentukan pilihan yang benar? Langkah seperti apa yang harus diambil dalam rangka menentukan pilihan yang benar?
Paulus mewanti-wanti jemaat Efesus dalam rangka hidup mereka sebagai anak-anak terang: Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. (Efesus 5:11). Paulus dengan sangat tegas untuk jemaat Efesus menolak segala perbuatan kegelapan.
Kata “janganlah turut mengambil bagian” ini menggunakan kata yang memiliki arti dalam bahasa asli jangan berpartisipasi dengan seseorang. Berpartisipasi disini lebih kepada ada didalam perbuatan-perbuatan perbuatan kegelapan/tidak berkenan dihadapan Allah. Dalam kehidupan sehari-hari haruslah setiap orang percaya tahu membedakan hal yang akan dilakukan perbuatan tersebut dalam kegelapan/terang, berkenan/tidak berkenan kepada Allah. Harus memilih dan patokan yang benar adalah jika melakukan sesuatu sudah sesuai dengan Firman Tuhan atau belum.
Orang percaya harus mengambil keputusan yang benar dalam hidupnya. Jemaat Efesus saat itu terjebak dengan lingkungan para penyembah berhala, ilmu sihir dan perbuatan-perbuatan lain. Perbuatan-perbuatan ini jelas ditentang dalam Firman Tuhan. Inilah contoh ketikan orang percaya yang menjadi standard yang harusnya dipegang oleh orang percaya: apa yang dikatakan Firman Tuhan dari hal yang akan saya lakukan?
Pembaca SRHI, bagaimana dengan hidup saudara? Apa yang menjadi standar saudara dalam melakukan sesuatu. Ingat punyalah standard yang benar yaitu melakukan sesuatu yang sesuai Firman Tuhan. Jemaat Efesus diingatkan tentang godaan dalam lingkungan yang menyembah berhala dan dunia sihir. Lingkungan saudara dengan jemaat Efesus belum tentu sama tetapi ingatlah ada standard yang benar dan dipakai. Penyembah berhala dan sihir jelas dilarang dalam Alkitab, maka jika ada kegiatan di sekitar saudara yang tidak sesuai Firman Tuhan jangan diikuti. Mari menentukan pilhan hidup yang benar. God bless
(FRD160925)
Pokok Doa SRHI GBIK
Selasa, 16 September 2025
1. Berdoa untuk anak-anak kita yang masih sekolah, terutama mereka yang menjadi agama minoritas di sekolahnya supaya tetap dapat mempertahankan imannya didalam Kristus.
2. Berdoa untuk acara Camp PBI tanggal 10 – 11 Oktober 2025 di Sentul, Bogor supaya dapat berjalan dengan lancar. Doakan supaya cuacanya mendukung, Pembicara dan Peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik.
3. Berdoa untuk Kementerian Kesehatan supaya dalam melaksanakan programnya dapat mendukung industri Farmasi dalam menghasilkan obat-obatan berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat banyak.
Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi – Sumatera Utara
1. Berdoa untuk Jemaat yang mengalami pergumulan hidup, baik permasalahan pribadi maupun keluarga, kiranya Tuhan memberikan kekuatan iman dan jalan keluar sehingga mereka beroleh kelegaan dan sukacita dari Tuhan.
2. Doakan kerinduan Gereja untuk memiliki tanah atau gedung gereja sendiri.
3. Doakan pelayanan Gembala Sidang (Bpk. Samuel Paradongan Purba beserta keluarga) supaya diberikan hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat. Berdoa juga supaya Tuhan Yesus berikan kesehatan serta berkat yang cukup untuk memenuhi keperluan pelayanan jemaat dan keluarga.
