“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”
(1 Korintus 13:4)
Kasih karunia tidak hanya merupakan istilah teologis yang membantu kita sebagai orang percaya memahami bagaimana Allah memberikan atau membagikan kasih-Nya kepada kita, tetapi juga merupakan istilah moral yang seharusnya mempengaruhi perilaku dan karakter kita, khususnya dalam pelayanan.
Dalam pelayanan, kasih harus dimulai dengan melakukan perintah utama untuk mengasihi Allah dan sesama manusia (Matius 22:37-39). Kasih harus dimulai dari diri sendiri—kita mengasihi Allah ketika kita menghargai kasih-Nya kepada kita. Mengasihi satu sama lain dalam gereja memang bukan perkara yang mudah, tetapi kasih memberikan kita kemampuan untuk melakukannya. 1 Korintus 13 menggambarkan jenis kasih yang mencerminkan kasih karunia Allah kepada orang lain.
Pada ayat 4, deskripsi dimulai dengan “kasih itu sabar.” Kita harus sabar terhadap orang lain, khususnya dalam gereja, dan harus sabar terhadap satu sama lain. Dengan kata lain, kita tidak boleh mudah marah ketika terjadi perbedaan pendapat, saat menegur orang yang bersalah, atau dalam berbagai situasi lainnya. Kemudian, “rendah hati” harus dimulai dari diri sendiri, menahan diri agar tidak merasa paling benar atau paling mampu dalam pelayanan. Kita harus saling menghargai, tidak tinggi hati, tetapi rendah hati.
Selanjutnya, “tidak cemburu” berarti ada giliran dalam pelayanan, dan kita tidak boleh merasa iri ketika tidak diberikan kepercayaan dalam pelayanan atau dalam hal lainnya. Kemudian, “tidak memegahkan diri dan tidak sombong” mengajarkan kita untuk tidak menyombongkan berkat Tuhan atau bakat serta karunia yang Tuhan berikan, serta tidak merasa paling hebat. Sebaliknya, kita harus tetap rendah hati.
Dari berbagai macam bentuk kasih yang Allah tunjukkan kepada kita, memang tidak mudah untuk menerapkannya. Namun, hal itu menjadi dasar utama dalam pelayanan. Ketika pelayanan di gereja dimulai dengan kasih, kita akan mempraktikkan kasih Allah yang telah Ia teladankan kepada kita sebagai orang percaya. Dengan demikian, pelayanan yang kita lakukan akan berkenan di hadapan Allah. Lebih dari itu, gereja yang mengutamakan kasih akan bertumbuh dengan baik, menjadi gereja yang kuat, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya. Mari kita hidup dengan meneladani kasih Allah.
Tuhan Yesus memberkati
(KS27022025)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk jemaat yang sudah usia lanjut (lansia) supaya diberikan kesehatan dan sukacita selalu.
- Berdoa untuk Gembala Sidang, Pendeta Emeritus dan Diakon beserta keluarga supaya diberikan hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat.
- Berdoa untuk para pengusaha di Indonesia supaya Tuhan berkati sehingga perusahaan mereka terus kuat berdiri sebagai tempat masyarakat mendapatkan pekerjaan.
Pokok Doa Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
- Mengucap syukur untuk proyek penanaman sawit dan masa tanam padi yang sudah selesai, kiranya Tuhan memberkati dengan panen yang melimpah.
- Berdoa bagi jemaat yang sedang merantau untuk bekerja atau menempuh pendidikan di luar kota : Sdri. Merei, Natalia, Apriliana, Estia Eta, Natal, Seli, Sdr. Dendi, Febrianus, Kristian, Ardi, Yehezkiel, Januarius, Bp. Hamidi, Ibu Elis, Ibu Sila, Bp. Supri.
- Doakan pergumulan Gembala Sidang (Pdm. Natanael) untuk mendapatkan buah hati kiranya Tuhan memberkati dengan keturunan.
