“Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.”
(Amsal 19:19)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, tim Jurnalis Data Harian Kompas menganalisis 1.113 berkas putusan pengadilan tingkat pertama kasus pembunuhan yang terjadi selama tahun 2022-2024. Dari kronologi yang terungkap dalam berkas putusan, banyak nyawa melayang sia-sia hanya karena emosi dan sakit hati, tidak bisa mengendalikan kemarahan. Dari sekian banyak kasus itu, penulis menampilkan salah satu di antaranya berikut ini:
Sakit Hati kepada Menantu
Malang nasib Re, bocah berusia 15 bulan. Akibat perselisihan antara ayah dan kakek tirinya, bocah itu menjadi korban dari kemarahan Exwin Sastra Wijaya. Peristiwa bermula dari pertikaian antara Exwin Sastra Wijaya (25) dengan menantunya, Januar Adiansyah, pada Selasa (5/9/2023). Exwin, yang tinggal di Desa Tanjung Jebat, Kecamatan Muaradua Kisam, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, merasa tersinggung atas ucapan Januar.
Saat itu, Exwin mengingatkan menantunya untuk bekerja. ”Kau kerja! Kenapa tidak mau bekerja, sedangkan anak kau sudah dua,” ujar Exwin dengan nada tinggi. Januar menjawab, ”Kau tidak perlu mengurusi aku. Kau urus saja dirimu sendiri, aku tidak takut sama kau.”
Mendengar jawaban itu, Exwin naik darah. Rasa sakit hatinya tak tertahankan. Pria itu pun berencana membalaskan sakit hatinya dengan membunuh anak Januar. Enam hari kemudian, niat itu benar-benar dilaksanakannya.
Hari Senin (11/9/2023) pukul 08.00, Re baru saja selesai dimandikan oleh ibunya, Helse, yang juga anak tiri Exwin. Pria itu kemudian membawa Re dengan gendongan bayi dengan alasan hendak mengajaknya keliling naik sepeda motor. Di dekat pondok di sebuah kebun kopi, Exwin menghentikan laju sepeda motornya. Re dikeluarkan dari gendongan, lalu dalam sekejap, bocah tak berdosa itu ia banting. Tidak puas, Exwin sempat menganiayanya beberapa saat untuk memastikan Re tewas. (Sumber: Kompas/Supriyanto)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, memendam kemarahan tidak memenuhi sesuatu yang diharapkan dan diinginkan Tuhan. Sebaliknya, amarah akan menghancurkan orang yang memendam kemarahan dan akan meracuni orang lain.
Kapan terakhir kali Anda marah? Bagaimana Anda mengelola perasaan itu? Pada suatu saat, kita masing-masing pernah merasa kesal dan marah — bahkan Tuhan sendiri pun pernah marah. Tetapi kita manusia, dan celakanya, kita tidak selalu mengelola marah dengan cara yang benar. Untuk itu, Rasul Paulus menasihati kita: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:26-27)
Salah satu cara kita sering berdosa adalah karena kita memendam amarah. Ketika kebencian bercokol di hati kita, rasa benci akan merusak pikiran dan emosi kita serta merampas damai yang ada pada kita. Kemudian, kepahitan meluap, membekukan hubungan kita. Mungkin juga kita mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, bahkan kepada mereka yang bukan penyebab kemarahan itu. Akibat yang lain lagi adalah kita akan mengasingkan diri agar terhindar dari orang yang merugikan kita.
Amarah dapat merusak kesejahteraan pribadi dan hubungan kita dengan orang lain. Akibat yang lebih serius adalah persekutuan kita dengan Tuhan menjadi terhambat. Sikap negatif mengeraskan hati kita dan mempengaruhi pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui kita. Kita tidak sadar bahwa sikap itu juga mendukakan hati Allah, Bapa kita.
Apakah saat ini Anda sedang memendam amarah? Sesekali menjadi marah adalah hal yang wajar, tetapi memendam rasa marah dan teguh menyimpan hal-hal yang negatif sungguh-sungguh merusak. Mintalah Tuhan menyingkapkan rasa marah dan benci yang tersembunyi dalam hati Anda. Serahkan hal itu kepada-Nya dan rengkuhlah Kristus yang penuh dengan kasih itu.
(JET24012025)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk para murid SM GBIK supaya diberi hikmat menjadi saksi Kristus dalam lingkungan mereka.
- Doakan para Diakon dan keluarga , dalam bimbingan hikmat Tuhan melakukan pelayanan bagi jemaat GBIK.
- Doakan pelaksanaan Program Pemerintah dalam bidang kelautan untuk meningkatkan SDM nya.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk kesehatan dan kesetiaan jemaat Cab Sekadau.
- Berdoa agar para orang tua mendukung anak anak datang ke Sekolah Minggu.
- Doakan para pengajar tetap semangat untuk menjangkau anak anak lain bersama sama dengan GS.
