“Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
(Yohanes 13:33-35)
Selamat berjumpa kembali Saudara-saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan. Renungan kita hari ini diambil dari Injil Yohanes 13:33-35 (yang telah tercantum di atas). Renungan ini diberi judul: “Merefleksikan Kasih Tuhan Yesus.”
Ada beberapa pengertian tentang kata merefleksikan. Salah satunya adalah “memantulkan kembali.” Contoh yang dapat kita lihat adalah kadang-kadang saat langit malam cerah, bulan purnama menerangi alam sekitar kita, membuat semuanya terlihat jelas. Betapapun terangnya pemandangan itu, bulan tidak memancarkan cahaya tetapi hanya memantulkan kembali sinar matahari yang mencapai bulan. Bulan sendiri tidak mempunyai sinar. Jadi arti dari merefleksikan kasih Tuhan Yesus adalah: orang-orang dapat melihat kasih Tuhan Yesus dari dalam kehidupan kita. Kehidupan kita menyatakan kasih Tuhan Yesus yang ada melalui kehidupan kita.
Dalam Injil Yohanes 13:33-35 ini, Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya dan kita juga tentang perintah baru: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
**PERINTAH BARU.** Kata Yunani kuno khusus yang digunakan di sini adalah: καινός (kahee-nos’ – baru terutama dalam hal kesegaran: atau kebalikan dari usang), bukan baru dalam artian berbeda. Jadi perintah Tuhan Yesus dalam ayat ini, bukan baru saja diciptakan, tetapi akan disajikan dengan cara yang baru dan segar. Kita diperintahkan untuk saling mengasihi. Yesus mengarahkan murid-murid-Nya dan kita untuk saling mengasihi, bahwa harus ada kehadiran kasih yang khusus di antara para pengikut Yesus Kristus.
Mengasihi orang lain dapat termasuk dalam kategori ini. Para pengikut Yesus mungkin berpikir itu mustahil, tetapi perintah itu sendiri berisi jawaban tentang bagaimana kita dapat, pada kenyataannya, menaatinya. Sebelum kita dapat mengasihi seperti yang Yesus lakukan, kita harus terlebih dahulu menerima kasih-Nya bagi kita. Sama seperti bulan dapat bersinar pada saat sinar matahari menerangi bulan. Hanya dengan begitu kita dapat mencerminkan kasih Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita dan mengarahkan mereka kepada Dia yang peduli lebih dalam dan lebih berlimpah daripada yang dapat mereka bayangkan. Tuhan memberi kita kuasa untuk menjadi “peniru Allah, sebagai anak-anak yang dikasihi.” Hanya dengan begitu kita dapat “hidup dalam kasih, sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kita.” Firman Tuhan yang terdapat dalam Efesus 5:1-2 tertulis: “Sebab itu, jadilah peniru-peniru Allah sebagaimana anak-anak yang terkasih. Hiduplah dalam kasih, sama seperti Kristus mengasihi kita dan memberikan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah.”
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, ketika kita melakukannya, kita melakukan sesuatu yang agung dan mulia dan kita serta orang lain diberkati sebagai hasilnya. Kita dapat merefleksikan/memancarkan kasih Kristus melalui kehidupan kita. Dengan begitu semua orang akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan Yesus.
Yesus berkata bahwa kasih akan menjadi tanda pengenal para murid-Nya.
– Tuhan Yesus akan menandai kita sebagai murid-murid-Nya melalui kasih kita satu sama lain.
– Kita dapat menandai diri kita sendiri sebagai murid-murid-Nya melalui kasih kita satu sama lain.
– Dunia dapat menandai kita sebagai murid-murid-Nya melalui kasih kita satu sama lain.
Jadi marilah kita saling mengasihi, agar dunia ini mengenal kita sebagai pengikut Tuhan Yesus.
(JET31012025)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi jemaat yang merindukan buah hati / keturunan supaya Tuhan berkati kandungan mereka.
- Berdoa untuk panitia Bangunan supaya diberikan kekompakan dan selalu solid dalam bekerjasama dengan panitia-panitia lainnya untuk kelancaran jalannya ibadah di gereja.
- Berdoa untuk kerukunan umat beragama di Indonesia supaya tidak mudah tersulut emosi yang dapat mengakibatkan perpecahan diantara sesama warga negara Indonesia.
Pokok Doa Cabang Imanuel, Rantauprapat (Sumatera Utara)
- Berdoa untuk Program/Kegiatan Gereja yang rencananya dilaksanakan dalam bulan Februari : semua kegiatan gereja akan diaktifkan lagi, KPW, KMBI, PBI, WBI.
- Berdoa untuk jemaat yang sedang sakit: Ibu br. Pangaribuan.
- Doakan jemaat yang sedang merantau, kuliah/belajar/bekerja di luar kota: sdri. Siska dan sdri. Ester.
