“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar.” (Rm. 12: 6-7) Setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, Roh…
SRHI 15 MEI 21 – KESATUAN DALAM SATU ROH
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (Efesus 4:3) Gereja biasanya diasosiasikan dengan gedung dimana orang Kristen beribadah pada setiap hari Minggu. Pengertian tersebut tidak salah. Tetapi pengertian yang lebih dalam adalah kumpulan orang-orang percaya yang bersekutu yang dipanggil oleh Kritus. Gereja adalah gambaran tubuh Kristus yang terdiri banyak anggota. (Efesus. 1:22-23) dimana…
SRHI 14 MEI 21 – MENGASIHI GEREJA TUHAN DENGAN MENDOAKAN SAUDARA SEIMAN (2 Timotius 1:1-12)
“Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.” (2 Timotius 1:3) Rasul Paulus menulis setidaknya 13 Surat yang ada dalam Alkitab Perjanjian Baru. Ada beberapa surat yang ditujukan kepada gereja-gereja yang pernah dilayaninya. Ada juga…
SRHI 12 MEI 21 – KITA MEMPUNYAI SEORANG IMAM BASAR
“Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.” (Ibr. 10: 19-21) Banyak orang yang salah memahami siapakah Imam itu. Secara umum…
SRHI 11 MEI 21 – INDAHNYA BERSEKUTU DI GEREJA
“Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkalah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah dirimu menganggap pandai!” (Rm. 12:16) Ada satu kisah nyata yang dialami oleh seorang jemaat di salah satu Gereja Baptis Indonesia anggota GGBI, dimana ia seorang jemaat yang setia bergereja namun ketika ia beribadah di…
SRHI 10 MEI 21 – GEMBALAKANLAH DOMBA-DOMBA-KU
“Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh. 21:15) Percakapan indah dan menegangkan namun penuh dengan kasih yang nyata terjadi antara Petrus dengan Tuhan Yesus di hadapan…
SRHI 8 MEI 21 – Setia menyembah Tuhan
“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.” (Yosua 24:14) Bila kita membaca kitab Yosua sungguh menarik, bagaimana dia menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Yosua…
SRHI 7 MEI 21 – TETAP SETIA KEPADA KRISTUS DI TENGAH KESUKARAN (FILIPI 1:27-30)
“Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.” (Filipi 1:27) Apakah Anda sering merasa ada tekanan dari orang-orang yang tidak seiman? Ada perlakuan tidak baik,…
SRHI 6 MEI 21 – UPAH DARI KESETIAAN
“Karena itu, janglah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan datang menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.” (1 Kor. 4:5) Kita sering memerhatikan dan memuja orang-orang yang terkenal dan sukses. Namun terkadang kita membaca…
SRHI 5 MEI 21 – SETIA SEPERTI EPAFRAS
“Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayanan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.” (Kol. 1: 7) Pada umumnya orang tidak dengan gegabah berani menyatakan dirinya sebagai orang setia, tetapi berdasarkan apa yang dilihat dan diketahuinya, orang bisa menyatakan bahwa orang lain, si A atau si B adalah pribadi…










