Bacaan 6 April 2026
1 Raja-Raja 17-19
“Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: ”Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan itu.”
1 Raja-raja 18:30
Kisah ini adalah sebuah kisah dimana Israel mulai menyembah Baal karena mereka merasa Tuhan yang membelah Laut Teberau terasa terlalu “jauh” untuk urusan sehari-hari. Dan diakhirnya Israel melihat Baal hadir sebagai tuhan yang praktis bagi mereka; tuhan yang menjanjikan panen melimpah dan kesuksesan ekonomi. Di sinilah letak relevansinya bagi kita dimana Baal modern sering kali berbentuk pengejaran akan stabilitas finansial, validasi di media sosial, atau ketergantungan pada logika manusia yang sering kali membuat kita menggeser Tuhan ke sudut ruangan kehidupan. Kita memang tidak sedang meninggalkan Tuhan sepenuhnya; namun kita hanya merasa perlu “tambahan” jaminan dari dunia agar hidup terasa aman. Inilah yang disinggung Tuhan Yesus dimana kita tidak boleh mengabdi kepada dua tuan.
Namun, di puncak Gunung Karmel, Elia hadir untuk meruntuhkan kepalsuan itu. Keindahan dari tindakan Elia dimulai saat ia berdiri di depan puing-puing mezbah Tuhan yang telah lama diabaikan. Ia tidak langsung memanggil api; ia terlebih dahulu memulihkan hubungan. Pesan bagi kita adalah bahwa Tuhan selalu menunggu di balik puing-puing ketaatan kita yang runtuh. Ia tidak mencari kesempurnaan ritual yang berisik seperti para nabi Baal, melainkan mencari kerendahan hati yang mau menyusun kembali batu-batu penyembahan yang telah berserakan karena kesibukan dan kompromi duniawi. Ia ingin kita menyusun kembali mezbah yang telah runtuh itu agar kita kembali terhubung dengan-Nya. Dengan hadirnya mezbah itu akhirnya Elia meraih kemenangan atas 450 nabi “Baal” dan membuktikan kepada mereka bahwa sumber pertolongan yang sejati berasal dari Allah yang telah berpengalaman dengan Elia.
Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita malah sedang menaruh percaya kepada “Baal” duniawi yang tak kunjung menjawab, ataukah kita mau duduk diam memperbaiki mezbah yang runtuh itu? Puncak Karmel dalam hidup kita adalah sebuah kesempatan untuk berhenti berpura-pura dan kembali mengakui bahwa hanya Dia, satu-satunya sumber pertolongan dalam setiap musim hidup kita.
“Allah merindukan mezbah yang indah dimana kita berada disana untuk membangun hubungan serta menaruh kepercayaan dan memandang Allah dengan penuh rasa berserah”
Tuhan Yesus memberkati
YG060426
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 06 April 2026
1. Mengucap syukur atas Ibadah Paskah, Perayaan Paskah Sekolah Minggu dan Ibadah Malam Puji-Pujian telah berjalan dengan baik dan penuh sukacita.
2. Mengucap syukur untuk para pelayan Tuhan yang telah bertugas dalam rangkaian acara Ibadah Jumat Agung dan Paskah, Tuhan memberkati dan memberikan hati sebagai hamba yang setia dan selalu semangat untuk melayani.
3. Doakan Ibadah Perayaan HUT ke-1 GBIK Perintisan Muntilan – Jawa Tengah pada tanggal 17 April 2026 yang akan dilayani oleh Pdt. Agus Panrimo.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk anak-anak Jemaat yang masih sekolah, Tuhan memberkati dengan hikmat dan kecerdasan serta orang tua mereka diberkati sehingga dapat mencukupi biaya pendidikan yang dibutuhkan.
2. Doakan kerinduan Gereja untuk membeli karangan bunga hias untuk altar dan karpet lantai altar.
3. Berdoa untuk Pdt. Bima Iryanto beserta keluarga supaya diberikan hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat di Cabang Sindu Bengkayang, Kalimatan Barat.
