Bacaan Alkitab 30 Maret 2026
2 Samuel 18-20
“Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: ”Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!””
2 Samuel 18:33
Berapa banyak dari kita yang memilih “mendiamkan” masalah dengan harapan masalah itu hilang sendiri? Daud mungkin berharap waktu akan menyembuhkan luka Tamar dan Absalom, tetapi waktu tanpa komunikasi justru menjadi pupuk bagi kepahitan. Daud mungkin berpikir bahwa dengan tidak memproses konflik tersebut, ia sedang menjaga stabilitas keluarga atau menghindari skandal yang lebih besar. Namun, diamnya Daud bukanlah kedamaian; itu adalah pembiaran.
Ketika Tamar diperkosa oleh Amnon, Alkitab mencatat bahwa Raja Daud “sangat marah” (2 Samuel 13:21). Namun, ironisnya, Daud tidak melakukan apa pun. Tidak ada teguran, tidak ada hukuman, tidak ada perlindungan bagi Tamar yang hancur. Absalom memang melihat kemarahan ayahnya, tetapi ia tidak melihat tindakan ayahnya. Keheningan Daud tersebut menjadi luka bagi Absalom. Selama dua tahun, Absalom menyimpan dendam dalam diam. Dan akhirnya Absalom membunuh Amnon.
Sering kali kita mengira tidak adanya pertengkaran berarti ada kedamaian (Yer.6:14), padahal bisa jadi itu hanyalah “gencatan senjata” karena salah satu pihak merasa tidak punya ruang untuk bicara (selama 2 tahun Absalom tidak berbicara dengan Amnon). Di mata orang luar, rumah tangga Daud mungkin tampak tenang. Namun sebenarnya itu adalah ketenangan yang mematikan.
“Kedamaian sejati membutuhkan kejujuran, bukan sekadar tutup mulut.”
Masalah yang tidak diselesaikan tidak akan hilang; mereka berubah menjadi kepahitan. Dan kepahitan ini menjadi racun akar pahit (Ibr.12:15) yang merusak karakter seseorang dari dalam. Absalom adalah contoh nyata bagaimana satu akar pahit (ketidakadilan pada Tamar) akhirnya mencemarkan dan menghancurkan seluruh bangsa Israel. Sehingga dengan melihat akibat yang buruk tersebut, maka kita perlu sadar bahwa masalah perlu segera ditangani agar tidak menjadi ragi yang merusak adonan.
“Allah tidak ingin kita menghindari konflik untuk memperoleh kedamaian semu, tetapi Allah ingin kita menyelesaikan konflik untuk mendapatkan kedamaian sejati. Kedamaian yang sejati membutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa “kayaknya, ada sesuatu yang salah nih di antara kita.” – Ams.27:5
Oleh sebab itu, jangan biarkan meja makan kita penuh dengan tawa palsu sementara di balik layar ada hati yang sedang terluka. Mari kita belajar untuk “membereskan sampah-sampah” emosional agar tidak menumpuk menjadi gunung kepahitan yang akhirnya berpotensi menghancurkan sebuah hubungan – Ef.4:25-26
Tuhan Yesus memberkati
YG300326
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 30 Maret 2026
1. Mengucap syukur sudah terlaksananya ibadah Minggu Pagi 1, Ibadah Minggu Palem, Ibadah sore dan Hari Kehadiran Tertinggi Sekolah Minggu.
2. Doakan untuk kegiatan gereja besok hari Selasa, baik WBI secara hybrid dan PBI secara online supaya dapat berjalan dengan baik.
3. Berdoa untuk Kementerian Keuangan diberikan hikmat Tuhan dalam menjaga kestabilan perekonomian di NKRI.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
1. Berdoa untuk mata pencaharian jemaat, Tuhan memberkati baik pekerjaan maupun usaha yang dilakukan sehingga Jemaat dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
2. Mengucap syukur atas ibadah dan kegiatan Gereja yang sudah berjalan dengan baik, kiranya Tuhan memberkati dan menambahkan jiwa-jiwa baru.
3. Berdoa untuk Pdm. Yunus Tuwongadil dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas jemaat.

Shalom Sobat Tuhan Yeshua
Mind set saya = aura yg Tuhan taro dalam diri saya = Daud tidak rampas hak Tuhan Roma12:19. Namun ta nampak ada kata saling menasihati saling mengingatkan di antara anak anak Raja Daud dari Istri istri kah? / gundik gundik? yang tertera nama mereka ada tertulis dalam kitab beserta nama anak anak mereka. Kaum wanita yg ta ada izin berswara dalam tradisi yg di patuhi ? Kini UmatMu ada dalam RohMu yg baik yg pimpin UmatMu ta dukakan RohMu ta buat murka HatiMu tapi boleh semata mata hanyalah senangkan hatiMu Ya Abba Bapa. Amin