Bacaan 23 Maret 2026
1 Samuel 24-26
“Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.”
1 Samuel 24:4
“Jangan benci masa sulit, karena sejatinya emas perlu dipanaskan dan dilelehkan didalam api untuk menghasilkan kemurnian yang sejati” – begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan kisah ini.
Daud dimurnikan didalam gua, tempat dimana tidak terdapat kenyamanan maupun singgah sana. Namun disinilah Daud ditempa dan menjadi pribadi yang memiliki nilai diri (value) diatas rata-rata. Gua merupakan gambaran bagi masa sulit kehidupan kita, namun didalam gua terdapat pemurnian yang mulia.
Didalam gua, Daud belajar mengenai kesabaran dan ketertundukan pada otoritas Tuhan. Disanalah ia membangun nilai diri (value) dengan cara bergantung penuh pada waktunya Tuhan. Ia bisa saja menjadi raja secara instan dengan cara membunuh Saul didalam gua, tetapi ia tidak melakukannya karena tau bahwa waktunya belum tiba. Daud tidak mudah terprovokasi dengan suara-suara disekitarnya, hal ini menjadi instropeksi bagi kita apakah kita juga sudah dapat berdiri kokoh saat suara-suara disekitar kita berusaha membujuk kita untuk dapat melanggar ketetapan Tuhan?
Didalam gua yang sunyi, Daud hanya berserah kepada otoritas Ilahi; ia sabar dan menunggu. Tindakan ini memberikan kita pesan bahwa kita tidak boleh terburu-buru ingin keluar dari masa sulit karena kita musti mempelajari pelajaran tentang kesabaran dan ketergantungan pada Tuhan pada masa-masa seperti ini.
Daud tidak buru-buru membunuh Saul untuk menjadi raja, ini mengingatkan kita agar kita juga tidak buru-buru untuk mencari validasi manusia dengan harta, kekayaan maupun kedudukan. Karena :
“Orang yang mencoba meningkatkan value diri dengan mencari validasi manusia akan selalu merasa kurang, jangan buru-buru! Daud mengajari kita bahwa self-worth yang paling stabil adalah ketika kita tahu siapa kita di mata Tuhan (Theocratic Identity). Karena jika Tuhan sudah memilih kita, tidak ada gua yang terlalu gelap yang bisa menghapus rencana-Nya”
Oleh sebab itu, marilah kita mencontoh Daud untuk dapat dimurnikan Tuhan walau harus berada dimasa yang tidak mengenakan (gua). Bersabarlah pada proses pemurnian yang sedang Tuhan jalankan dan percayalah akan waktu Tuhan yang pasti memberikan kita kemenangan.
Tuhan Yesus memberkati
YG230326
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 23 Maret 2026
1. Mengucap syukur untuk kegiatan gereja dari Ibadah Pagi 1, Sekolah Minggu, Ibadah Pagi 2 dan Ibadah sore dapat berjalan dengan baik.
2. Doakan jemaat yang akan melakukan perjalanan kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya setelah liburan dan cuti bersama.
3. Doakan Situasi NKRI tetap aman dan kondusif serta negara memberikan Perlindungan kepada rakyatnya dari kekerasan, terorisme maupun dari bencana alam.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
1. Doakan jemaat yang sedang merantau di luar kota : Sdri. Merei, Natalia, Apriliana, Estia Eta, Natal, Seli, Sdr. Dendi, Febrianus, Kristian, Ardi, Yehezkiel, Januarius, Bp. Hamidi, Ibu Elis, Ibu Sila, Bp. Supri.
2. Berdoa untuk semua kegiatan Gereja, baik Ibadah maupun kegiatan rutin lainnya : KPW, Ibadah Doa, KMBI, Sekolah Minggu, Kebaktian Umum dan WBI.
3. Berdoa untuk pelayanan Sdr. Imanuel Hutagalung supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita bersama jemaat di Cabang Marga Mulya.
