MENGEVALUASI JALAN HIDUP BERSAMA TUHAN
Bacaan Alkitab hari ini, Jumat 20 Februari 2026
Ulangan 1 – 4
“TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu, dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini. (Ulangan 1:30-31)
Evaluasi diri adalah proses refleksi mendalam dan sistematis untuk menilai kinerja, kemampuan, kekuatan, serta kelemahan diri sendiri. Tujuannya adalah mengukur pencapaian, mengenali potensi tersembunyi, dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki guna meningkatkan pengembangan pribadi maupun tujuan hidup.
Hari ini kita telah selesai membaca Kitab Bilangan dan segera memulai Kitab Ulangan. Kitab Ulangan merupakan Kitab kelima Musa yang berisikan khotbah Musa kepada generasi baru bangsa Israel yang akan memasuki tanah perjanjian yaitu Tanah Kanaan. Semua generasi lama yang keluar dari Mesir telah meninggal di padang belantara karena ketidak percayaan mereka kepada Tuhan. Hanya Yosua dan Kaleb yang masih hidup dan dapat masuk ke Tanah Kanaan.
Generasi baru yaitu anak-anak yang lahir selama perjalanan mereka di padang belantara boleh masuk ke tanah Kanaan karena Allah ingin menyatakan kepada bangsa Israel bahwa apa yang mereka keluhkan kepada Tuhan, bahwa Tuhan membawa mereka beserta anak-anak mereka karena akan membunuh mereka di padang belantara. Ternyata tidaklah demikian. Anak-anak mereka tetap hidup.
Pembaca SRHI, sering kita ragu terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita. Mari kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah gagal menepati rencana dan janji-Nya.
Dalam kitab Ulangan pasal 1 sampai pasal 4 ini, Musa mengevaluasi perjalanan bangsa Israel agar generasi yang baru ini tidak melakukan kesalahan kesalahan yang dilakukan orang tua mereka perbuat selama dalam perjalanan hidup mereka.
Dalam Ulangan pasal 1 Musa mengingatkan mereka akan kebaikan Tuhan. Musa mengingatkan mereka akan segala kebaikan Tuhan di padang gurun. Tuhan sendiri berjalan bersama mereka berupa tiang awan dan tiang api. Tuhan memberikan kepada mereka roti Mana dan Daging burung puyuh. Tetapi sayang, mereka masih terus bersungut-sungut.
Bagaimana dengan perjalanan hidup Anda? Apakah Anda masih terus tidak puas dan terus bersungut-sungut kepada Tuhan saat menghadapi kesulitan? Ingatlah, percayalah kepada Tuhan, Dia tidak mencobai kita melebihi kekuatan kita. (1 Korintus 10:13).
Dalam Ulangan pasal 2 Musa mengevaluasi Kesetiaan Bangsa Israel di tengah Ujian. Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa perjalanan mereka menghadapi banyak tantangan dan kesulitan, namun Tuhan menyatakan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan bangsa Israel. Ini mengingatkan kita juga bahwa Tuhan memperhatikan dan menopang kita di padang gurun kehidupan kita.
Dalam pasal 3 Musa mengingatkan bangsa Israel untuk menaati dan melakukan ketetapan-ketetapan / perintah-perintah Tuhan. Ketaatan kepada hukum Tuhan / firman Tuhan merupakan kunci agar Tuhan melimpahkan berkat-Nya dalam perjalanan hidup umat-Nya. Bagian ini mengingatkan kita Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, bahwa ketaatan kepada firman Tuhan bukanlah beban melainkan kebijaksanaan untuk menjadi saksi di hadapan bangsa-bangsa.
Dan dalam pasal 4, Musa mengingatkan bangsa Israel agar mereka tidak melupakan Tuhan. Pesan utama dalam kitab Ulangan 1-4 yang kita baca hari ini adalah: Jangan melupakan segala perbuatan Tuhan dalam hidup kita. Kita dipanggil untuk mengevaluasi hidup kita dalam berjalan bersama Tuhan.
(JET20022026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 20 Februari 2026
- Doakan pergumulan jemaat GBIK yang sedang dalam masa penantian (pasangan hidup, pekerjaan, promosi, keturunan, dll), kiranya diberikan kesabaran dan tetap percaya bahwa waktu Tuhan selalu yang terbaik.
- Berdoa untuk Gembala Sidang dan Hamba Tuhan yang melayani baik di gereja induk maupun cabang GBIK, kiranya diberikan kesehatan, hikmat, dan kerendahan hati dalam melayani jemaat Kristus.
- Doakan supaya dapat tercipta kehidupan bermasyarakat yang rukun, harmonis dan menjunjung sikap saling menghormati serta menjaga toleransi di Indonesia yang kaya akan aneka ragam budaya.
Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi – Sumatera Utara
- Berdoa untuk Jemaat yang mengalami pergumulan hidup, baik permasalahan pribadi maupun keluarga, kiranya Tuhan memberikan kekuatan iman dan jalan keluar sehingga mereka beroleh kelegaan dan sukacita dari Tuhan.
- Doakan kerinduan gereja untuk menambah alat musik dan melatih anak-anak jemaat untuk bermain musik.
- Doakan pelayanan Bpk. Samuel Paradongan Purba beserta keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat serta tercukupi segala kebutuhan sehari-hari.

Evaluasi !
Utamanya introspeksi diri.
Firman itu hidup seperti pedang bermata dua…….