“Demikian juga halnya dengan iman: jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
(Yakobus 2:17)
Banyak orang ingin membuktikan bahwa kepercayaan orang Kristen itu benar. Bagi orang Kristen sendiri hal itupun tidak perlu diperdebatkan, karena memang demikian adanya. Orang Kristen beriman, percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberi yang terbaik kepada umat-Nya. Orang yang beriman tersebut meyakini imannya, kepercayaannya bukanlah suatu yang mustahil, tetapi nyata di saat kita beriman teguh, di saat kita menindaklanjuti dengan perbuatan kita.
Ketika para murid sedang berlayar menyeberang danau mendahului Tuhan Yesus setelah mereka memberi makan 5000 orang, walaupun mereka capek tetapi mereka kelihatan sukacita karena telah menjadi berkat bagi banyak orang. Kira-kira jam tiga malam itu (pagi itu) perahu mereka diombang-ambingkan oleh angin sakal (Mat. 14:22-24). Tiba-tiba mereka melihat melihat sosok manusia yang berjalan di atas air menyusul mereka. Semua murid terkejut, takut dan berteriak “itu hantu.” Namun tanpa diduga, sosok yang dikira hantu itu berkata “Tenanglah, ini Aku, jangan takut.” (Mat. 14:26 – 27). Dengan masih tetap terbengong-bengong, Petrus murid yang berani itu dengan cepat berkata, “Tuhan apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Setelah Tuhan Yesus mengiyakan, Petrus segera menghampiri Tuhan Yesus dengan berjalan di atas air. (Mat. 14:28-29). Dan luar biasa Petrus dapat berjalan di atas air dengan tenang bersama dengan Tuhan Yesus. Petrus percaya yang disangka hantu itu Tuhan Yesus, maka seolah ia minta bukti akan mujizat kuasa Kristus yang selama ini mereka menyaksikannya. Iman, kepercayaan Petrus dinyatakan dalam perbuatannya, hasilnya mujizat itu nyata. Setelah itu, melihat gelombang laut yang kuat, Petrus menjadi ragu-ragu, takut kalau tenggelam dalam lautan bebas, hasilnya ia mulai tenggelam. Bersyukur Tuhan Yesus cepat-cepat menolongnya. (Mat. 14:30-32).
Iman, kepercayaan seseorang perlu diimplementasikan dalam perbuatan nyata, supaya iman, kepercayaannya itu terbukti benar adanya. Untuk menjadi perbuatan nyata, iman bukan sekedar diucapkan, tetapi memerlukan apa yang disebut kekokohan yang sungguh, sehingga dengan mudah mengimplementasikannya. Tetaplah kokoh dalam iman, tetaplah percaya dengan sungguh-sungguh, mujizat demi mujizat akan menghampiri kita. Tuhan memberkati, Amin. (RI20052020)
Pokok Doa:
- Doakan agar kebijakan yang dibuat pemerintah pusat dan daerah terkait Mudik Lebaran dapat berjalan dengan sinkron dan berdampak pada penurunan angka penyebaran covid-19;
- Doakan persiapan hati Jemaat GBI Kebayoran dalam mengikuti Ibadah Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus;
- Doakan pemenuhan kebutuhan biaya pendidikan Jemaat GBI Kebayoran senantiasa tercukupi.

Terima kasih banyak atas Renungan “Mujizat Terjadi di Saat Kita Beriman Teguh” .
Dalam Renungan tersebut, kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus ingin Petrus terus memandang, percaya kepadaNya sbg Penguasa atas Segala Sesuatu, dan bukannya memandang pada situasi di sekitarnya yg memang benar sedang terjadi badai. Sbg nelayan yang telah berpengalaman dan telah menjadi mata pencahariannya sejak dulu, Petrus tahu benar kondisi danau Galilea yg sering berubah2 cuacanya, berbahaya, tetapi melalui kejadian2 sebelumnya yg telah dialami Petrus dan murid2 lainnya, seperti mujizat 5 roti dan 2 ikan utk memberi makan 5.000 org, Petrus berkeyakinan kuat bahwa GuruNya tsb memang adalah Mesias yg Berkuasa atas segala sesuatu.✝️
Betul, bahwa iman Petrus yg kokoh hanya kpd Yesus tsb, dibandingkan menyadari bahwa dirinya tengah mengambil risiko akan tenggelam, menghasilkan mujizat; tetapi bukan mujizat itu sendiri yg ia ‘kejar’, melainkan suatu kepercayaan yg penuh, 100%, kpd pribadi Yesus Sang Guru yang telah menyetujui untuk Petrus membuktikan keyakinannya atas kuasa Yesus (Matius 14 :29), dan bahwa Yesus sanggup; dan Petrus tidak menjadi bimbang (bimbang artinya menjadi kurang percaya dan cemas karena menengok ke 2 arah yg berlawanan), ataupun menyimpang, dari tujuan utamanya.
Jadi sekali lagi, ‘kata kunci’ (keyword) dan penekanannya adalah pada *iman yg tak tergoyahkan, dan tidak bercabang, melainkan hanya kpd Yesus, dan bahkan bukannya kpd mujizat yg dihasilkan itu sendiri*.
Bahkan, seandainya tidak terjadi mujizatpun, seperti perkataan Daniel di dalam kitab Daniel 6 : 17 – 18 berikut ini, iman Daniel dan kawan2nya tetap tak tergoyahkan, dan inilah ketetapan hati yang berkenan kepada Allah.
(Daniel 3 : 17 – 18 – AYT 2018):
“Jika memang demikian, Allah yang kami sembah mampu melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala, dan Dia akan melepaskan kami dari tanganmu, ya Raja. Akan tetapi, jika tidak, ketahuilah Tuanku, ya Raja, bahwa kami tidak akan memuja ilahmu atau menyembah patung emas yang engkau dirikan.”
Marilah memiliki iman yg tak tergoyahkan oleh kondisi susah – senang yg kita hadapi dan alami, tetapi hanya kepada Yesus yang berkuasa atas segala sesuatu.
Selamat merayakan Hari Kenaikan Yesus ke Surga, kelak Ia pun akan datang menjemput kita yg percaya ke surga. Amin & Gbu all.
(Ibrani 11 : 1 – AYT 2018):
“Iman adalah jaminan atas segala sesuatu (apa) yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu (apa) yang tidak kelihatan.”
(Ibrani 6 : 19 – AYT 2018) :
“Pengharapan yang kita miliki ini adalah jangkar bagi jiwa kita, kuat dan pasti, yang menembus masuk sampai ke balik tirai.”
(1) Ralat: dalam komentar di atas, terdapat penulisan Daniel 6 : 17-18. Yang benar adalah Daniel 3 : 17-18. Terima kasih.
(2) Alkitab Yang Terbuka (AYT) adalah Alkitab berbahasa Indonesia yang dibuat dan diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) dengan dukungan para mitra. AYT bukan Alkitab terjemahan baru, tetapi terjemahan ulang yang berdasar pada bahasa asli (Ibrani dan Yunani), Inggris, Indonesia; dan AYT menggunakan seluruh peralatan biblika modern seperti penyajian studi Alkitab secara digital serta dapat pula berinteraksi dengan pihak lain melalui situs web yg tersedia.
Maka AYT adalah keseluruhan sistem pembelajaran Alkitab (Bible Study Sistem) yang lengkap dan terintegrasi dengan Pustaka Terbuka serta Komunitas Terbuka dengan memanfaatkan perkembangan teknologi abad ke 21.