Jawab Marta: “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
(Yoh. 11:27)
Peristiwa kebangkitan Lazarus adik dari Marta dan Maria yang tinggal di Betania merupakan peristiwa yang mengguncang masyarakat Yahudi pada waktu itu. Bagaimana tidak, Tuhan Yesus di mata mereka adalah anak seorang tukang kayu yang bernama Yusuf di Nazaret, melakukan tanda-tanda mujizat yang luat biasa. Lazarus sudah dikuburkan empat hari empat malam, hanya dengan panggilan “…. Lazarus, marilah ke luar,” ia hidup kembali. (Yoh. 11:43). Mari kita pelajari bersama.
Marta, Maria dan Lazarus adalah tiga orang kakak-beradik yang telah percaya dan setia kepada Tuhan Yesus, karena itu mereka dikasihi-Nya (Yoh. 11:5). Ketika diberitahu bahwa Lazarus sakit, Tuhan Yesus tidak berada di tempat mereka, tetapi berjanji akan mengunjunginya. Setelah dirasa cukup, Dia lalu menuju Betania untuk memenuhi janji-Nya, tetapi sayang Lazarus sudah mati dan sudah empat hari berbaring dalam kubur (Yoh. 11:17). Setelah sampai, pertama-tama Tuhan Yesus bertemu dengan Maria dan kemudian Marta dalam waktu yang tidak bersamaan, mereka mengatakan hal yang sama, “…. Tuhan sekiranya Engkau ada di sini saudaraku tidak akan mati.” (Yoh. 11:21 dan 32). Ini menunjukkan wujud pengharapan yang luar biasa akan pertolongan-Nya. Marta, kakak Lazarus itu memiliki kepercayaan yang luar biasa kepada Tuhan Yesus. Lihatlah ini, “Jawab Marta: “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anaka Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (Yoh. 11:27) Sementara di ayat sebelumnya ia mengucapkan keyakinan iman yang luar biasa juga, “Tetapi sekarang aku pun tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” (Yoh. 11:22). Pada akhirnya dengan disaksikan kedua kakaknya dan banyak orang Yahudi, Tuhan Yesus menghidupkan kembali Lazarus, bangkit dari kubur masih dalam keadaan kaki dan tangannya terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh (Yoh. 11:44-45).
Ada hubungan yang sangat erat antara keyakinan iman Marta dan Maria kepada Tuhan Yesus dengan kuasa yang dimiliki Tuhan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus dengan menghidupkan Lazarus dari kematiannya itu membuka mata banyak orang Yahudi, bahwa Dia memiliki kuasa yang menunjukan benar-benar Dia datang dari sorga. Apa yang dipercayai Marta dan Maria serta pengaruhnya dalam kehidupan mereka membuka mata kita bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang Mahakuasa, yang sanggup melakukan perkara-perkara besar dalam kehidupan ini. Hal-hal yang mustahil dipandang dari segi akal pikiran manusia, dapat terjadi karena Kemahakuasaan-Nya. Karena itu tetaplah percaya kepada-Nya. Tuhan memberkati, Amin. (RI18052020)
Pokok Doa:
- Doakan untuk Bangsa Dan Negara dalam hal ini Menteri Perhubungan yang akan memutuskan pelonggaran di tengah tengah Pembatasan Sosial tetap mematuhi Protokol Kesehatan tidak menimbulkan ke bingungan masyarakat.
- Doakan Perkuatan Ketahanan Keluarga di Indonesia di masa yg sulit ini , tetap utuh dalam hubungannya dan dapat menikmati suka cita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Doakan Jemaat GBIK semakin setia akan panggilan hidupnya dapat bekerja sama dalam pelayanan, saling menguatkan, dapat hidup rukun tanpa memandang status sosial dan ekonomi saling melengkapi untuk kemuliaan Tuhan.
