“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”
(Efesus 4:2-3)
Setiap perkumpulan memiliki sebuah tujuan, dan untuk memperoleh tujuan tersebut maka hal yang perlu diusahakan adalah kesatuan. Tanpa kesatuan, tujuan tidak akan pernah dapat didapatkan. Sebagai contoh, tim sepakbola Indonesia. Tim atau perkumpulan tersebut terdiri dari berbagai jenis etnis, karakter, kepribadian, pola pikir, serta hikmat kedewasaan yang tidak sama antar pemainnya. Tentu tidak mudah untuk menyatukan 11 pemain yang beragam tersebut. Namun, jika 11 pemain tersebut sudah dapat memahami pemain lain dengan pemikiran yang dewasa atau dengan pemikiran “saya tidak terlalu memusingkan diri terhadap kelemahannya, tetapi saya akan fokus pada kelebihannya guna tujuan bersama,” maka tujuan yang diharapkan akan dapat didapatkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh setiap kita dari contoh di atas adalah bahwa untuk memperoleh tujuan, kita perlu dewasa dalam menilai orang lain, fokus pada kelebihan, bukan kekurangan, rendah hati, dan mengerti tujuan bersama.
Hal yang sama juga berlaku bagi gereja. Gereja juga merupakan sekumpulan manusia dengan latar belakang yang berbeda, baik suku, etnis, budaya, karakter, kepribadian, hikmat kedewasaan, maupun pola pikir yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Tidak mudah untuk menyatukan sebuah gereja, apalagi gereja Baptis yang memiliki asas kongregasional, di mana setiap jemaat memiliki hak dan peran yang sama untuk berpendapat. Namun, ketidakmudahan menyatukan gereja bukanlah sebuah kemustahilan. Kita dapat mencontoh jemaat Efesus di mana mereka akhirnya dapat menjadi ‘satu’ sebagai gereja yang berkualitas.
Setidaknya ada lima hal yang perlu dicontoh gereja agar dapat mengusahakan kesatuan, yaitu rendah hati, lemah lembut, sabar, saling membantu, dan damai sejahtera. Kelima hal tersebut merupakan kunci kesatuan gereja yang perlu dimiliki oleh setiap anggotanya. Gereja perlu mendidik jemaatnya melalui penyampaian Firman mengenai kelima hal tersebut serta mengajarkannya dengan teladan.
Oleh karena itu, marilah kita dapat mengusahakan kelima hal tersebut agar kita dapat memilikinya dan mempraktikkannya di dalam kehidupan gerejawi sehingga jemaat yang lain dapat terpengaruh dan akhirnya dapat melakukan hal yang sama guna kesatuan gereja-Nya.
Tuhan Yesus memberkati
(YG300924)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi Persiapan Seminar dan Pelatihan Pengabaran Injil yang akan diadakan di GBIK pada hari Sabtu-Minggu, 12-13 Oktober 2024, berdoa bagi Pdt. David Cole yang akan menyampaikan materi, Jemaat yang hadir dan Panitia-panitia yang ambil bagian melayani dalam acara tersebut.
- Berdoa bagi Persiapan Perjamuan Tuhan yang akan dilaksanakan pada Ibadah Minggu 6 Oktober 2024, kiranya Jemaat GBIK dapat mempersiapkan diri dan hadir pada Perjamuan Tuhan.
- Berdoa bagi persiapan Sidang Awal Masa Jabatan Anggota MPR/DPR/DPD pada tanggal 1 Oktober 2024, mohon pimpinan Tuhan Yesus agar para pemimpin yang terpilih dapat memimpin ke-3 lembaga negara tersebut dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa untuk kegiatan Gereja Kpw, Wbi, jam doa berlangsung dengan baik dan jemaat bisa hadir.
- Doakan kehadiran Sekolah Minggu bisa terus bertambah.
- Doakan penjangkauan dan penginjilan di TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara.
