“Seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.”
(Lukas 1:64)
Kesempatan kita bisa bicara dengan baik maka mari kita pergunakan untuk berkata-kata dengan baik. Waktu yang ada pada kita adalah singkat. Bilamana kena serangan sakit yang dialami beberapa orang, mereka telah direnggut kemampuan bicaranya dan mereka harus menjalani rehabilitasi yang cukup panjang. Berminggu-minggu kemudian, ada yang berobat dan ada dari mereka yang sembuh dan dapat bicara walaupun tidak jelas. Senang serta terkejut melihat kemunculannya kembali di gereja dalam kebaktian. Ada yang bersaksi dan berbicara dengan terbata-bata, kata-katanya terbolak-balik dan diulang-ulang, bahkan salah menyebutkan hari dan tanggal. Namun, satu hal yang jelas: ia memuji Allah! Adakalanya kita mengalami momen yang membuat kita sedih sekaligus diberkati. Melihat peristiwa ini dan mendengar kesaksiannya adalah momen yang berarti kita sudah dikaruniakan sempurna dan harus mwmanfaatkan anggota tubuh kita dengan maksud baik. Dalam kisah di alkitab kita bertemu dengan seorang laki-laki yang juga kehilangan kemampuan bicara. Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia, seorang imam, dan memberitahukan bahwa ia akan menjadi ayah dari seorang nabi besar. Baca Lukas 1:19-20 : Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
Hari yang ditunggu itu benar-benar terjadi. Kemudian saat bayi itu akan diberi nama, terjadi keajaiban Zakharia berbicara. Dengan kata-katanya yang pertama, ia memuji Allah (ay.64). Ia pun berkata, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (ay.68). Seperti Zakharia, begitu bisa berbicara lagi, respons orang yang di tolong Allah adalah memuji Allah. Hatinya condong kepada Dia, yang menciptakan lidah dan pikiran mereka. Apa pun yang sedang kita hadapi saat ini, kita juga dapat merespons dengan cara yang sama. Kita bersyukur diberi kemampuan oleh Allah untuk berbicara. Saat timbul keraguan, sertailah diriku agar imanku tetap teguh. Tolonglah aku belajar menggunakan kata-kataku untuk mendekatkanku kepada-Mu dan memuliakan-Mu.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS14092024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk kondisi udara di Jakarta dan sekitarnya supaya polusi udara dapat berkurang dan pemerintah dapat menemukan cara yang efektif untuk menangani polusi udara ini.
- Berdoa untuk para Petugas Pelayanan Ibadah hari Minggu besok supaya mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani Tuhan dan jemaat.
- Berdoa untuk jemaat GBIK dan semua anak-anak Tuhan supaya terhindar dari penyalahgunaan Narkoba, Miras dan sejenisnya, dan jika ada yang terikat dengan hal-hal tersebut supaya Tuhan menolong sehingga dapat terlepas.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Semangus, Suku Anak Dalam
- Doakan untuk kesetiaan jemaat mengikuti Sekolah Minggu disemua usia.
- Berdoa untuk kesehatan dan kesetiaan jemaat Cab. Pintu Gerbang Surga, Semangus, Suku Anak Dalam.
- Doakan Penjangkauan dan Penginjulan untuk saudara jemaat yang belum percaya Tuhan Yesus.
