“supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.”
(Roma 16:2)
Pernah dengar mata ganti mata? Ya, ini adalah salah satu potongan ayat dalam Alkitab. Memang sangat mudah ketika membicarakan ini dalam makna negatif untuk membalas sesuai tindakan, tapi bagaimana ketika orang berbuat baik? Bagaimana ketika diminta untuk membalas kebaikan seseorang yang tidak berbuat baik kepada saudara? Apakah saudara akan sudi untuk melakukan hal tersebut?
Paulus memberikan pengajaran yang lengkap pada surat Roma, di akhir dia memberikan salam dan pesan. Salah satunya meminta untuk memberikan perhatian kepada Febe. Febe ini dikenal sebagai orang yang membantu melayani jemaat di Kengkrea, maka Paulus menitipkan pesan dalam surat penutupnya: “supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri” (Roma 16:2).
Paulus ingin agar Febe disambut, siapakah dia? Menurut Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Febe adalah seorang ibu yang dermawan dari Kengkrea. Dia menerima tamu dengan baik, dia memberikan bantuan dalam pelayanan bahkan Paulus mengakui peran seorang Febe yang membantunya juga. Kebanyakan penafsir mengatakan bahwa kemungkinan dia adalah orang yang membawa surat ini.
Menjawab pertanyaannya di pendahuluan, jika orang-orang percaya saat ini diberikan tugas demikian, maukah melakukannya? Pastilah tidak masalah jika berbicara dalam jemaat, tetapi belum tentu hati semua orang mau melakukannya. Melayani orang lain yang belum dikenal bukanlah hal yang mudah, tetapi di sini orang-orang percaya di Roma harus menerimanya, menyambutnya. Paulus mengajarkan untuk membalas kasih dengan kasih.
Orang-orang percaya harus bisa membalas kasih dengan kasih. Menyambut siapapun yang ada di dalam Tuhan. Terutama jika dia adalah orang yang melakukan pelayanan. Tidaklah mudah untuk melakukan ini, karena sebagian orang-orang percaya masa kini sibuk dengan urusan masing-masing. Jangankan memperhatikan pelayan Tuhan di tempat lain, pelayan di gereja sendiri saja tidak diperhatikan.
Pembaca SRHI, apakah saudara bersedia membalas kasih dengan kasih? Belajarlah untuk melakukan hal tersebut, pelayan Tuhan sudah sangat mengasihi Tuhan dengan melakukan pelayanan-Nya. Saudara harus menghargai dengan menunjukkan kasih kepada para pelayan ini, tunjukkanlah membalas kasih dengan kasih. Mulailah dari pelayan yang ada dalam gereja saudara. Perhatikanlah kebutuhannya, tidak semua orang mau bercerita, berusahalah peka untuk melihat. Jika memang tidak menemukan, bertanyalah, jangan sampai menunggu pelayan Tuhan tersebut mengeluh terlebih dahulu. Balaslah pelayanan kasih para pelayan Tuhan dengan mengasihinya. God bless.
(FRD270924)
Pokok Doa GBIK:
- Mari berdoa untuk lingkungan sekitar GBIK agar tetap aman, tidak ada bunyi-bunyi yang dapat mengganggu jalannya ibadah setiap minggu. Berdoa untuk keamanan sekitar parkiran gereja.
- Mari berdoa bagi kaum muda GBIK yang saat ini sedang mencari pekerjaan, pasangan hidup, dan yang sedang menyelesaikan tugas tanggung jawab sebagai pelajar, kiranya Tuhan Yesus terus memberkati.
- Mari berdoa bagi setiap Panitia/Organisasi di GBIK yang saat ini sedang menentukan calon anggota untuk masa kerja tahun 2025, kiranya Tuhan Yesus mempersiapkan calon-calon anggota Pan/Org yang memiliki hati yang tulus melayani.
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Halmahera
- Berdoa untuk pelayanan Bapak Nehamia dan jemaat agar dapat melakukan penginjilan pribadi dan juga melalui program-program gereja yang ada.
- Berdoa untuk kebutuhan SDM pengajar Sekolah Minggu.
- Doakan agar semakin banyak jemaat yang sadar pentingnya Sekolah Minggu.
