“Saudara-saudara seiman segera menyuruh Paulus dan Silas, malam itu juga, ke Berea, dan ketika mereka sampai, mereka pergi ke sinagoge orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di sana lebih baik hatinya daripada orang-orang yang di Tesalonika karena mereka menerima firman dengan penuh semangat, sambil menyelidiki Kitab Suci setiap hari untuk mengetahui jika hal-hal itu memang benar. Oleh karena itu, banyak dari mereka menjadi percaya, termasuk wanita dan laki-laki Yunani terhormat yang jumlahnya tidak sedikit.”
(Kisah Para Rasul 17:10-12)
Selama beberapa hari pada minggu ini SRHI telah berbicara tentang bagaimana bertutur kata yang memuliakan Tuhan. Hari ini marilah kita memerhatikan tentang “Menjadi Pendengar Yang Aktif”. Untuk itu mari memperhatikan hal-hal yang tertulis tentang hal itu dalam kitab Kisah Para Rasul 17:1-15. Dalam firman Tuhan tersebut dipaparkan bahwa ketika Paulus dan Silas telah melewati Amfipolis dan Apolonia, mereka sampai di Tesalonika. Kemudian sesuai dengan kebiasaan Paulus, ia pergi ke Sinagoge, yaitu rumah sembahyang orang Yahudi. Selama tiga hari Sabat Rasul Paulus berbicara dengan mereka dari Kitab Suci, sambil menjelaskan dan membuktikan bahwa Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, dengan berkata, “Yesus ini, yang sedang kuberitakan kepadamu, adalah Kristus.”
Hasilnya, sebagian dari mereka diyakinkan dan bergabung dengan Paulus dan Silas, bersama dengan sejumlah besar orang Yunani yang takut akan Allah dan tidak sedikit wanita-wanita terhormat. Namun, orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan mengajak beberapa orang jahat yang berkeluyuran di tempat umum. Mereka mengumpulkan banyak orang dan membuat kekacauan di kota, lalu menyerbu rumah Yason sambil mencari Paulus serta Silas untuk membawa mereka ke luar kepada orang banyak. Ketika mereka tidak menemukan Paulus dan Silas, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara seiman ke hadapan para pejabat kota, dengan berseru, “Orang-orang ini, yang telah mengacaukan dunia”.
Orang banyak dan para pejabat kota menjadi resah ketika mendengar hal itu. Setelah mereka menerima jaminan dari Yason dan yang lainnya, orang-orang itu dilepaskan. Pada malam itu juga saudara-saudara seiman segera menyuruh Paulus dan Silas, pergi ke Berea, dan ketika mereka sampai, mereka pergi ke sinagoge orang Yahudi.
Hal yang sangat penting dan menarik untuk diperhatikan ialah bahwa firman Tuhan menyatakan: “Orang-orang Yahudi di sana (Berea) lebih baik hatinya daripada orang-orang yang di Tesalonika karena mereka menerima firman dengan penuh semangat, sambil menyelidiki Kitab Suci setiap hari untuk mengetahui jika hal-hal itu memang benar”. Dengan kata lain orang Yahudi di Berea adalah pendengar yang aktif, sementara orang Yahudi di Tesalonika adalah pendengar yang pasif. Pendengar yang aktif adalah orang yang mendengar hal-hal yang diucapkan dengan memberi perhatian penuh terhadap yang didengarnya serta memberikan sambutan yang positif terhadap hal yang didengarnya tersebut. Tetapi pendengar yang pasif adalah orang yang mendengar segala sesuatui yang disampaikan tetapI tidak memberi perhatian dan tanggapan sama sekali.
Contoh hal yang terjadi di gereja pada hari Minggu ketika orang menghadiri kebaktian.
Pendengar pasif: adalah mereka yang datang ke gereja – bahkan mungkin setiap minggu untuk menghadiri kebaktian, tetapi hanya duduk di bangku dan membiarkan pikiran mereka mengembara ke tempat lain. Mereka memperhatikan orang, memperhatikan bagaimana orang lain berpakaian dan bertindak. Mereka bersosialisasi dengan teman, dan membuat rencana dengan mereka, tetapi mereka tidak mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan. Mereka ke gereja karena kebiasaan, atau karena mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.
Pendengar yang aktif: adalah orang yang datang ke tempat kudus untuk beribadah, dengan keinginan dan semangat untuk mendengar tentang apa yang akan Tuhan katakan. Mereka membawa Alkitab, dan alat tulis, mungkin buku catatan, siap untuk menangkap inti dan pesan dari firman Tuhan yang dikotbahkan . Mereka mencatat sebanyak mungkin, berusaha untuk tidak melewatkan satu poin pun dari khotbah yang didengarnya. Dan saat mereka mendengarkan, mereka bertanya pada diri mereka sendiri: apakah ada dosa yang perlu saya akui dan harus saya tinggalkan? Perintah Tuhan apakah yang harus saya lakukan dalam hidup saya?
Jadi pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, mari menjadi pendengar firman Tuhan yang aktif. Ketika Anda menjadi pendengar firman Tuhan yang aktif, pasti kehidupan rohani Anda akan bertumbuh. Jadilah pendengar firman Tuhan yang aktif ketika Anda membaca SRHI setiap hari.
(JET13092024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk Kementerian Kesehatan supaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga fasilitas kesehatan dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
- Berdoa untuk Panitia Dekorasi supaya diberikan hikmat dan kemampuan serta dapat saling kerjasama antar anggotanya dalam memperindah Rumah Tuhan.
- Berdoa untuk anak-anak yang masih sekolah supaya Tuhan memberkati dalam pelajaran mereka dan terhindar dari kasus perundungan (bullying) yang dapat mempengaruhi psikis mereka.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa untuk kesatuan hati dan kesetian jemaat TPW Pengharapan Birinoa.
- Berdoa untuk kelas-kelas Sekolah Minggu bisa terus bertambah.
- Berdoa untuk penjangkaun dan penginjilan melalui Kpw dan Jam Doa.

Oh terima kasih para pendeta yang bawa pesan mimbar Firman Tuhan Firman yg hidup Yesus Kristus.
Masuk ruang dengar kami UmatMu terbit REFRESH segarkan hati kami.
Ada komen diruang dengar kami pula :
– padahal ayatnya cuma itu !
– hari gini masih ayat tentang perpuluhan
– dapat refresh, e-bagus juga ya khotbahnya
– dulu koq khotbahnya ta sebagus sekarang ya
– dan lain lain
Refresh itu Pesan Yesus oleh Roh Kudus :
… Tuturkan kembali …
AMIN AMIN AMIN