“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” . . . Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” . . . Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”. . . Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.”
(Matius 26:36,39,42-44)
Sebagai pengikut Tuhan Yesus, sering kali kita bertanya: “Mengapa pencobaan ini datang?”. Atau “Saya telah melayani Tuhan dengan setia tetapi mengapa penyakit berat ini tidak sembuh-sembuh juga?” Dan masih banyak pertanyaan serupa itu yang menanyakan tentang cara Allah bekerja dalam hidup kita yang mengasihi DIA. Bagaimana kita tahu bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita?
Terkadang kita melihat Tuhan bekerja secara spektakuler, seperti terbelahnya Laut Merah bagi orang Israel ketika mereka dikejar oleh tentara Firaun untuk membawa mereka kembali ke Mesir. Atas kuasa Tuhan, Laut Merah terbelah sehingga orang Israel dapat menyeberang di tanah yang kering. Setelah mereka tiba di seberang dengan kuasa Tuhan, Laut Merah itu kembali menyatu sehingga tentara Firaun dan kereta-kereta perang mereka tenggelam. Di waktu lain, tampaknya Tuhan menunda melakukan pekerjaan-Nya, seperti ketika Yesus menunda kunjungan-Nya ke saudara laki-laki Maria dan Marta yang sedang sakit (Yohanes 11:3-6). Di saat lain, Tuhan tidak melakukan sesuai dengan yang kita harap dan doakan. Hal itu dialami oleh Tuhan Yesus sendiri ketika Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. (Matius 26:36-45)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Allah Bapa kita telah memberi Roh Kudus dan firman-Nya kepada kita untuk membantu kita mengenali kehadiran dan karya-Nya. Namun, untuk memahami pekerjaan Tuhan, kita juga perlu sabar karena Tuhan bekerja menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. Kita tidak tahu mengapa dalam Alkitab terdapat Kitab Pengkhotbah yang menulis tentang waktu. (Pengkhotbah 3:1-6). Mengapa firman Tuhan tidak menulis tentang waktu-waktu yang baik saja. Mengapa Alkitab juga memberitakan hal-hal tentang waktu atau berita-berita yang tidak baik. Atau Ingatlah, sebelum Sarah mengandung anak yang dijanjikan Tuhan, Abraham harus menunggu hingga ia dan istrinya melewati usia subur, bahkan Sara meminta suaminya untuk mengambil Hagar menjadi istrinya.
Penulis yakin Anda akan menemukan bahwa upaya Tuhan sepadan dengan penantian itu. Hana sangat gembira ketika ia akhirnya melahirkan seorang anak (1 Samuel 1:27-28, 1 Samuel 2:1). Demikian pula dengan Yusuf, hanya setelah dijual sebagai budak dan dipenjara secara tidak adil, Yusuf akhirnya diangkat ke posisi berwenang untuk membantu keluarganya.
Tuhan Yesus sendiri menjadi contoh bagi kita bahwa Yesus menyerahkan kepada Allah Bapa segala sesuatu berlaku atas diri-Nya sesuai dengan rencana dan kehendak Bapa-Nya. Ketika orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Tuhan Yesus karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, Tuhan Yesus memberitahu mereka dan para pengikut-Nya bahwa Bapa-Nya selalu bekerja sampai sekarang
Karena itu Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, ketika Anda mengenali cara-cara di mana Allah bekerja, Anda akan dikuatkan dalam iman. Untuk itu, tetaplah berdoa. Tuhan Yesus dalam Taman Getsemani berdoa tiga kali, baru Yesus mengetahui apa yang Bapa-Nya kehendaki. Itulah yang membuat Tuhan Yesus dapat menahan segala bentuk penganiayaan, kata-kata hujatan yang diteriakkan kepada-Nya, tetap diterimanya dengan tabah. Hal itu pulahlah yang membuat Tuhan Yesus masih berdoa kepada Allah Bapa-Nya untuk mengampuni orang-orang yang menyalibkan DIA. “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
Mari tetap percaya bahwa Tuhan masih tetap bekerja. Mari menyerahkan diri dan rencana-rencana Anda (dan saya juga) kepada Tuhan Yesus, karena DIA tahu segala yang terbaik untuk kita masing-masing.
(JET23082024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk pertumbuhan kerohanian anak-anak Sekolah Minggu dan para guru Sekolah Minggu agar tetap dapat melayani dengan kerendahan hati.
- Berdoa bagi pemerataan pendidikan dan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, agar seluruh rakyat Indonesia di kota sampai dengan di daerah pedalaman memperoleh hak yang sama atas pendidikan dan kesehatan.
- Berdoa agar terciptanya keamanan di berbagai wilayah Indonesia.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa untuk kegiatan Gereja Kpw, Wbi, jam doa berlangsung dengan baik dan jemaat bisa hadir.
- Doakan kehadiran Sekolah Minggu bisa terus bertambah.
- Doakan penjangkauan dan penginjilan di TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara.
