“34:11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.”
(Yehezkiel 34:11,16)
Yehezkiel, yang namanya berarti “Allah menguatkan”/”Allah sumber kekuatan”, “Allah yang
menguatkan”, atau “yang dikuatkan Allah”, berasal dari keluarga imam. Nama ayahnya Busi dan tinggal di Yerusalem sepanjang 25 tahun pertama hidupnya. Dia sedang dalam pendidikan untuk menjadi imam di Bait Suci ketika dibawa ke Babel pada tahun 597 SM. Sekitar lima tahun kemudian, pada umur 30 tahun Yehezkiel menerima panggilan sebagai nabi dan penugasan ilahinya, setelah itu ia melayani dengan setia selama sekurang-kurangnya 22 tahun
Yehezkiel berusia sekitar 17 tahun ketika Daniel dibawa pergi, sehingga keduanya kurang lebih sama umurnya. Baik Yehezkiel maupun Daniel merupakan rekan sezaman yang lebih muda daripada
Yeremia dan sangat mungkin banyak dipengaruhi oleh nabi Yerusalem yang lebih tua ini. Pada saat
Yehezkiel tiba di Babel, Daniel sudah terkenal sebagai orang yang memiliki hikmat nubuat yang luar
biasa, Yehezkiel menyebutnya tiga kali di dalam kitab ini. Berbeda dengan Daniel, Yehezkiel berkeluarga dan hidup sebagai warga biasa di antara para buangan Yahudi di tepi Sungai Kebar.
Di dalam kitab ini, Yehezkiel sering kali dipanggil Allah dengan sebutan “anak manusia”. Sebutan atau gelar ini mungkin menitikberatkan pada kerendahan Yehezkiel sebagai seorang manusia biasa. Menurut John Bright, pada waktu Yehezkiel masih muda ia sudah mendengar “keluh kesah dari nabi Yeremia di Yerusalem.
1. TEGURAN TERHADAP GEMBALA
Sekarang mari perhatikan bagian pertama Teguran Allah Bagi Gembala Yang Tidak Melakukan Tugasnya Dengan benar (Yehezkiel 34:1-10)
Nabi Yehezkiel diperintahkan oleh Tuhan untuk bernubuat melawan para gembala yang tidak melayani dengan benar, (34:2) Perhatikan beberapa perlakuan yang tidak perpuji yang mereka lakukan: gembala gembala itu?
menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh
menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih,
tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.
Yang lemah tidak kamu kuatkan,
yang sakit tidak kamu obati,
yang luka tidak kamu balut,
yang tersesat tidak kamu bawa pulang,
yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.
mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan.
Domba-domba-Ku berserak dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi, ya, di
seluruh tanah itu, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, baiklah kita selalu ingat bahwa kita semua adalah domba-domba milik Tuhan
2. KOMITMEN DARI TUHAN SANG PEMILIK DOMBA
Sauara-saudara yang dikasihi Tuhan sekarang mari perhatikan 34:12-17
Kita mengucap syukur bahwa Allah yang menjadi Gembala Agung kita. Perhatikan frase “Aku akan”
Berita ini merupakan komitmen yang sangat luar biasa yang terdapat dalam Firman Tuhan.
Hari ini kita akan mengukuhkan Pdt. Agus Panrimo sebagai Gembala Sidang kita. Sebagai seorang Hamba Tuhan saya yakin Allah yang menetapkan Pdt. Agus menjadi Gembala Sidang kita. Allah mendelagasikan Tugas ini kepada Pdt. Agus sebab Pdt. Agus adalah Hamba Tuhan
Sebagai Jemaat/domba-domba mari kita mendoakan dan menyokong pelayanan-Nya.
3. JANJI ALLAH GEMBALA AGUNG.
Sebagai bagian terakhir dan penutup khotbah mari memperhatikan Yehezkiel 34: 23-34. Demikianlah firman Tuhan. Amin. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
