“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”(2 Kor.12:9)
Manusia memiliki kecenderungan menilai, baik menilai orang lain maupun hal – hal yang terdapat di dunia ini. Penilaian – penilaian yang manusia lakukan didasarkan pada apa yang dilihatnya dan dirasakannya. Tentu saja penilaian tersebut harus didasarkan pada Allah sehingga hasil akhir dari penilaian tersebut mengarah kepada karya Allah.
Kisah 12 pengintai yang terdapat dalam Bilangan 3:1-33 memberikan sebuah gambaran jelas mengenai perbedaan penilaian yang merujuk pada sebuah hasil yang berbeda. Hasil dari pengamatan dan penilaian 10 pengintai yaitu sikap pesimis karena mereka melihat orang – orang yang tinggi dan besar dan berpikir bahwa mereka tidak dapat mengalahkannya. Penilaian yang mereka lakukan sudah benar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Penilaian mereka sudah benar karena memang realitanya seperti itu. Namun penilaian mereka tidak sempurna karena mereka menilai dengan pemikirannya sendiri sampai melupakan Allah Israel yang selama ini selalu menolong mereka.
Hal ini berbanding terbalik dengan penilaian Yosua dan Kaleb. Mereka memang melihat orang – orang yang berada di dalam bangsa tersebut besar – besar dan kuat. Namun mereka tidak pesimis terhadap itu karena mereka tahu bahwa Allah ada bersama dengan mereka di setiap keadaan yang selama ini mereka alami. Bilangan 3:30 “Kemudian Kaleb menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya! ” Kaleb dapat memberi pernyataan tersebut karena ia telah berpengalaman dengan Allah. Kaleb dan Yosua menjadi contoh yang baik bagi orang percaya agar orang percaya dapat menilai dari perspektif yang benar.
Bukankah kita semua sudah berpengalaman dengan Allah seperti Kaleb dan Yosua? Bukankah selama ini Allah selalu melindungi, menjagai, menemani dan memberkati kita? Ya benar sekali. Namun terkadang orang percaya cenderung tidak mengingat setiap hal pertolongan Allah dalam hidupnya (bnd. Mzm.103:1-4) sehingga orang percaya dapat jatuh dalam dosa “keragu – raguan” atas kehidupannya seperti 10 pengintai tersebut.
Penilaian kita terhadap sesuatu akan sangat menentukan langkah kita selanjutnya, oleh karena itu marilah kita mencontoh Kaleb dan Yosua yang dapat memberi penilaian sempurna terhadap sesuatu sehingga kita dapat optimis dalam menjalani hidup dan dapat melawan setiap permasalahan dan keluar sebagai seorang pemenang. Katakanlah dengan yakin bahwa “Sebesar apapun masalahku, Allah jauh lebih besar dari itu semua. Hidup ini bukan tentang masalahku, tetapi tentang kemuliaan Allah yang dinyatakan melalui masalahku”. Ingatlah bahwa Allah yang pernah memberi pertolongan akan juga senantiasa memberi pertolongan kepada kita yang berserah kepada-Nya.
(YG130824)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk para pelayan Ibadah Doa Rabu dan jemaat yang akan hadir di Ibadah Doa Rabu secara onsite.
- Berdoa untuk persiapan upacara HUT RI ke 79 yang akan dilaksanakan di IKN dapat berjalan dengan baik.
- Berdoa untuk jemaaat GBIK yang sedang kurang sehat kiranya Tuhan boleh beri kekuatan dan kesehatan.
Pokok Doa BPW PEMURIDAN, Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara
- Doakan pelayanan dan kesehatan Bp. Samuel Paradonga Purba di BPW Pemuridan, Sidikalang.
- Doakan dalam mempersiapkan bahan ajar Sekolah Minggu dan alat peraga Sekolah Minggu.
- Doakan untuk kesetiaan jemaat dalam mengikuti Sekolah Minggu.
