“Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.” (Ibrani 3:7-9)
Tema khotbah hari Minggu lalu (11 Agustus 2024) adalah DIBALIK KEKERASAN HATI FIRAUN yang diambil dari Kitab Keluaran 3:19-20 dan Keluaran 7:1-6. Dalam firman Tuhan tersebut Tuhan Allah berfirman kepada Musa bahwa Allah akan mengeraskan hati Firaun. Sekurang-kurangnya ada 8 kali kita menemukan frase “Aku akan mengeraskan hati Firaun”.
Mungkin Anda bertanya: “Mengapa Allah mengeraskan hati Firaun? Mengapa Allah tidak melunakkan hati Firaun agar ketika Musa memberitahu Firaun bahwa Allah memerintahkan Firaun untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir, Firaun mengabulkan permintaan Musa?
Allah menjawab : “Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir, Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka.” (Keluaran 7:3-5)
Tanda-tanda mujizat yang dilakukan Allah di tanah Mesir berupa 10 bala / tulah / malapetaka yang sangat luar biasa. Kesepuluh bala itu adalah: (1) Air menjadi darah, (2) Mesir dipenuhi katak, (3) Mesir dipenuhi nyamuk, (4) Mesir dipenuhi lalat pikat, (5) Penyakit sampar pada ternak, (6) Penyakit barah, (7) Hujan Es, (8) Mesir dipenuhi belalang, (9) Terjadi gelap gulita di seluruh Mesir kecuali di Gosyen tempat tinggal bangsa Israel. Yang terakhir: (10). Kematian Anak Sulung Penduduk Mesir. Bahkan setelah Firaun melepaskan orang Israel pergi, Allah kembali mengeraskan hati Firaun dan rakyat Mesir, sehingga Firaun mengerahkan seluruh tentara dan pasukan kereta untuk mengejar bangsa Israel untuk dibawa kembali. Tetapi setibanya di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Musa untuk mengulurkan tongkatnya sehingga laut terbelah dua dan orang Israel bisa menyeberang di tanah yang kering. Ketika mereka telah tiba di seberang laut dan tentara Mesir ada di tengah laut itu, Allah menyuruh Musa mengulurkan tongkatnya ke laut sehingga laut kembali menyatu sehingga semua tentara Mesir mati tenggelam.
Melalui semua peristiwa itu Tuhan Allah menyatakan kepada Firaun dan seluruh rakyat Mesir serta Musa, Harun dan seluruh bangsa Israel bahwa Tuhan adalah Allah yang maha kuasa.
Dalam Kitab Ibrani, penulis Ibrani juga memperingatkan penerima surat Ibrani yaitu orang-orang Kristen yang berlatar belakang orang Ibrani. Banyak di antara mereka yang mau kembali kepada ajaran Yudaisme tersebut karena mereka ingin kembali melakukan upacara-upacara Yahudi dan berniat meninggalkan Iman Kristen mereka . Itu sebabnya dalam Surat Ibrani ini diperlihatkan keunggulan Tuhan Yesus dibandingkan dengan segala kepercayaan Yahudi. Penulis Ibrani menyatakan kepada mereka: “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.(Ibrani 3:7-9)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, arti dari kalimat: “Sebab itu seperti yang dikatakan Roh Kudus” ialah bahwa Roh Kudus berbicara kepada Anda ketika Anda membaca firman Tuhan. Roh Kudus berbicara kepada Anda ketika Anda mempelajari firman Tuhan. Roh Kudus berbicara kepada Anda saat Anda mendengar firman Tuhan yang disampaikan oleh Hamba Tuhan. Bahkan Roh Kudus berbicara kepada Anda pada waktu Anda membaca renungan rohani termasuk SRHI ini. Jangan keraskan hati Anda ketika Roh Kudus berbicara kepada Anda dan Anda menyadari ada yang perlu Anda perbaharui dalam penyerahan Anda kepada Tuhan.
(JET15O82024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk pelaksanaan Upacara Bendera di seluruh Indonesia memperingati HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2024 dapat berjalan dengan baik dan lancar.
- Doakan kegiatan HUT RI di GBIK yang akan dimulai dengan upacara bendera dan akan dilanjut dengan pesta rakyat dapat berjalan dengan baik.
- Doakan para petugas yang akan bertugas di Upacara Bendera di GBIK dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan jemaat bisa hadir untuk mengikuti Upacara Bendera.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Doakan kegiatan gereja untuk membersihkan halaman gereja secara rutin, banyak jemaat yang berpartisipasi.
- Doakan kesetiaan jemaat untuk hadir mengikuti kelas-kelas Sekolah Minggu.
- Doakan kegiatan gereja selama bulan Agustus dapat berjalan dengan baik.

Ya Abba Ya Bapa
40th lamanya Nenek moyang mereka melihat perbuatanMu namun ada keras hati yang ta bisa membuat mereka kenal tujuan penyataanMu bahwa, Akulah Tuhan! Lawatlah UmatMu saat ini, apakah masih ada keras hati, keras telinga atau keras kepala kami UmatMu dialam bawah sadar kami ini? Fondasi kami Yesus Kristus. Masih adakah sekat sekat yang tak terlihat yang menghalangi kemurnian hati kami menyatakan bahwa Engkaulah Tuhan kami, ta ada yang lain yang ada dihadapanMu saat ini. Dalam Nama Yesus patahkan hancurkan halau punahkan sekat sekat itu Tuhan. Dalam otoritas Kuasa Darah Anak Domba Allah kami Sepakati Iman dan doa permohonan kami umatMu. AMIN