“3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. 3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi. ;7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.7:2 Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya. 7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun , dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir. 7:4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. 7:5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka.” 7:6 Demikianlah diperbuat Musa dan Harun; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka, demikianlah diperbuat mereka. ”(Keluaran 3:19-20; 7:1-6)
Dalam pembelajaran firman Tuhan minggu lalu dikatakan bahwa Allah begitu memahami penderitaan umat Israel seutuhnya dan begitu peduli terhadap umat Israel (Kel. 3:7-9), Bentuk kepedulian Allah terhadap umat-Nya dinyatakan dalam rencana pembebasan umat Israel dari penindasan bangsa Mesir dengan mengirim Musa sebagai utusan-Nya (Kel. 3:10; 6:1-12) untuk membawa berita pembebasan bagi bangsa Israel umat pilihan Allah. Meskipun demikian dalam upaya membebaskan umat Israel, Musa dan umat Israel harus berhadapan dengan Firaun yang begitu degil karena kerasnya hati Firaun sehingga Musa harus terus bersandar pada kekuatan Tuhan yang mengutus-Nya.
Dan benar, Tuhan menjamin panggilan Musa dengan memberi seorang penolong, yaitu Harun sebagai juru bicara Musa dalam upaya membebaskan umat Israel dari kejam dan kerasnya hati Firaun (Kel. 6:1-2). Firaun telah mengeraskan hatinya dan memandang rendah Tuhan (Kel. 5:1-2; 7:13-14,22; 8:15; 9:35). Oleh karena hati Firaun selalu keras maka Tuhan sendiri pada akhirnya mengeraskan hati Firaun (Kel. 9:12; 10:1,20,27). Ingat Saudara, pengerasan hati Firaun yang semula merupakan dosa meskipun pada akhirnya pengerasan hati Firaun itu merupakan kedaulatan Tuhan yang membawa kepada hukuman dosa yang membinasakan. Maka dari itu, mari kita intropeksi diri kita masing-masing! Jangan biarkan hati kita keras seperti Firaun dengan melawan kehendak Tuhan dan hamba-hamba-Nya. Kita juga tidak perlu takut terhadap orang-orang yang mengeraskan hati yang hendak melawan Tuhan dan hamba-hamba-Nya, meskipun sepertinya penuh kekuatan akan tetapi semua itu tidak pernah lepas dari kontrol atau kendali Allah.
Jadi Saudaraku yang terkasih, percayalah Tuhan kita adalah perlindungan dan penyertaan kita selamanya. Jika bangsa Israel adalah umat Allah yang selalu dilindungi Allah melalui perantaraan Musa dan Harun, itu berarti kita sebagai umat-Nya juga akan selalu dalam perlindungan dan penyertaan-Nya melalui hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu marilah kita yang sudah diselamatkan Allah dalam Yesus Kristus melakukan apa yang menjadi kehendak Allah dalam diri kita dengan tidak mengeraskan hati. Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.
