““Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.” (Ayub 5:8)\
Sering kali kita mendengar kalimat ‘doa merupakan nafas kehidupan orang percaya’ tetapi apa yang kita dengar cenderung hanya sampai pada pengertian saja tanpa mau mengimani dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan sebuah ironi yang menjadi tangisan Tuhan melihat umatNya tidak suka untuk berkomunikasi denganNya. Kalimat ‘doa merupakan nafas kehidupan orang percaya’ memiliki arti bahwa kehidupan kerohanian orang percaya hanya dapat hidup jika orang percaya memiliki waktu doa untuk terhubung dengan Allah setiap harinya bukan hanya ketika sedang ada masalah dan problematika saja karena doa tidak hanya mengandung permintaan tetapi juga pujian dan pengagungan. Oleh karena itu orang percaya perlu memiliki waktu doa pribadi setiap harinya untuk terhubung dengan Allah. Baik dan tidak baik waktunya, kita harus tetap berdoa agar kehidupan kerohanian kita tidak mati.
Memang orang percaya memiliki kecenderungan melakukan doa ketika sedang mengalami masalah saja. Namun dalam SRHI hari ini kita diingatkan kembali bahwa doa tidak boleh dipengaruhi situasi dan kondisi.
Ketika kita membaca Mazmur, kita melihat ada tulisan ‘Sela’ diakhir ayat, lantas apa itu ‘Sela’?. Sela merupakan tanda berhentinya syair seseorang dan memiliki makna teologis dimana penyair melakukan istirahat (berhenti sejenak) setelah menyampaikan keluh kesahnya, masalahnya, problematika yang ia hadapi untuk kembali mengingat kebaikan Allah, janji Allah dan pertolongan Allah sehingga penyair dapat semakin beriman kepada Allah walaupun ia sedang mengalami masalah.
Sela merupakan cara berdoa yang perlu dilakukan oleh orang percaya dan orang percaya perlu memiliki selanya masing-masing. Baik sebelum tidur atau waktu bangun tidur atau bahkan disepertiga malam. Karena dengan kita melakukan sela, kita sedang berusaha terhubung dengan Allah melalui doa. Daud merupakan salah satu contoh orang yang melakukan sela. Cara Daud melakukan sela adalah sebagai berikut :
- Sebelum sela
Daud menyampaikan keluh kesah, masalah dan problemnya kepada Allah (Mzm.3:2-3; 4:2-3; 7:2-6 dbl)
- Saat sela
Daud berhenti menyampaikan keluh kesahnya dan menenangkan dirinya. Mungkin kalau bisa digambarkan dalam kehidupan sekarang adalah dengan menarik nafas secara dalam dan perlahan, dan membuangnya pelan-pelan.
- Sesudah sela
Daud kembali mengingat kebaikan, pertolongan, janji, mujizat dan kuasa Allah. Dalam fase ini Daud menaruh penuh iman percayanya kepada Allah (Mzm.3:4-9; 4:4-9; 7:7-15 dbl)
Tiga tahapan sela yang Daud lakukan juga perlu kita lakukan untuk dapat semakin mengenal dan terhubung dengan Allah. Lakukanlah sela setiap hari, baik dan tidak baik waktunya. Lakukanlah sela walaupun masalah yang kita hadapi begitu berat. Dan lakukanlah sela, karena jalur langit tidak pernah macet dan mengecewakan.
Tuhan Yesus memberkati
(YG240123)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk pelaksanaan Ibadah doa Rabu, para jemaat banyak yg hadir dan doakan para pelayan;
- Doakan kesehatan jemaat GBIK dalam menghadapi kondisi cuaca yg berubah,- ubah.
- Doakan kinerja para mentri dalam menjalankan program fokus untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur kegiatan Ibadah malam Natal, Ibadah Natal, Perayaan Natal, Ibadah Tutup tahun dan awal tahun berjalan dengan baik dan lancar
- Doakan Program/Kegiatan Gereja yang rencananya akan dilaksanakan dalam 3 bulan pertama:
– Baptisan : 4 orang
– membangun jalan depan gereja ± 10 m
– merenovasi kmr mandi gereja & pastori - Doakan 1 keluarga yang mulai menjadi simpatisan
