““Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.” (Kejadian 39:1-4)
Penulis merasa hampir pasti bahwa Pembaca SRHI telah mengetahui semua kisah tentang Yusuf yang dapat kita baca dalam Kitab Kejadian 37:1 sampai Kejadian 50:26. Yusuf adalah anak dari Yakub (Israel) dan ibunya bernama Rahel. Yusuf sangat dikasihi oleh Yakub dan hal ini membuat Yusuf sangat dibenci oleh saudara-saudaranya. Berbagai penderitaan dialami oleh Yusuf. Mulai dari dijual oleh saudara-saudaranya dan dibawa ke Mesir. Kemudian di Mesir dia difitnah oleh istri Potifar sehingga dimasukkan ke dalam penjara. Tetapi berkali-kali juga Tuhan berfirman menyatakan :“bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf”.
Kemudian setelah Yusuf berhasil menafsirkan/ mengartikan mimpi Firaun, Yusuf dibebaskan dari dalam penjara. Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir”. (Kejadian 41:41-43). Kita dapat melihat bahwa Allah bekerja dalam penderitaan yang dialami Yusuf. Tuhan juga bertindak dalam persoalan-persoalan yang kita alami.
Demikian jugalah hal yang dialami oleh Saulus yang kemudian kita kenal sebagai Rasul Paulus. Dalam 1 Timotius 1:12-16 Rasul Paulus bersaksi : ”Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku — aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Tuhan sedang bekerja di mana-mana. Dia memanggil manusia untuk diselamatkan. Di seluruh Kitab Suci dan di dunia saat ini, Tuhan aktif dalam kehidupan orang-orang percaya dan tidak percaya, meskipun dengan cara yang sangat berbeda. Kita akan dapat melihat Tuhan bergerak dalam hidup kita jika kita memahami cara Dia bekerja—dan Dia bekerja dengan berbagai cara termasuk melalui penderitaan kita. Pekerjaan Tuhan dalam diri kita selalu mempunyai tujuan. Hidup kita mungkin tampak rutin, namun setiap hari Tuhan sibuk menjadikan kita serupa dengan Kristus. Dia mungkin mengijinkan Anda mengalami keadaan yang tidak Anda sukai, namun situasi tersebut mencapai tujuan-Nya. Kita dapat melihat dari contoh seperti Yusuf dan Rasul Paulus, bahwa Dia bekerja secara berbeda terhadap setiap orang.
Bagaimanapun, Tuhan memilih untuk bekerja dalam hidup Anda, baik melalui jalan-jalan yang sukar ataupun jalan-jalan yang lancar. Anda harus percaya kepada-Nya. Kadang-kadang hal yang tampak lambat bagi Anda, belum tentu lambat bagi Tuhan. Dia sedang menentukan waktu yang tepat untuk rencana tersebut. Kesabaran Anda dalam menantikan Dia menunjukkan kepercayaan Anda, yang akan terbayar ketika Anda semakin dekat dengan tujuan Tuhan, yaitu menjadi lebih seperti Yesus.
Sebagai penutup dari renungan hari ini, penulis menyampaikan kesaksian dari orang buta sejak lahir yang telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus: “Apakah orang itu (Tuhan Yesus)orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”(Yohanes 9;25)
(JET14012024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk jemaat yang sudah “sepuh” supaya diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari demi hari dengan sukacita dan penuh kebahagiaan;
- Berdoa untuk panitia peralatan supaya dapat menjalankan tugas pelayanannya dengan baik dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan untuk menunjang jalannya ibadah.
- Berdoa untuk keamanan seluruh wilayah Indonesia menjelang Pemilu supaya tidak ada pihak-pihak yang akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Doakan saat ini Keperluan keyboard dan sound system di TPW Pengharapan
- Doakan pekerjaan jemaat, agar perekonomian dapat dicukupkan
- Berdoa untuk kesehatan Gembala Sidang Pdm. Patty Defretes dan juga keperluan pendidikan 2 orang anak
