“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.(Ayub 5 : 17 )
Manusia memiliki anggapan bahwa penderitaan merupakan sebuah malapetaka yang tidak diinginkan terjadi dihidupnya karena kerap kali sebuah penderitaan dihubungkan dengan sesuatu yang tidak mengenakan bahkan cenderung merugikan. Lantas bagaimana orang percaya menanggapi penderitaan?
Sebuah paku yang bengkok tidak akan terus dipukul menggunakan palu karena tidak akan dapat memiliki hasil yang baik, sedangkan paku yang lurus akan terus dipukul menggunakan palu karena akan menghasilkan hasil yang baik. Begitu pula kehidupan orang percaya, paku yang bengkok mengidentifikasikan orang percaya yang suka mengeluh karena penderitaan, menyalahkan Tuhan karena penderitaan, tidak kuat menghadapi penderitaan karena mengandalkan dirinya sendiri dan orang percaya yang demikian tidak akan dapat mengasilkan sesuatu yang baik. Berbanding terbalik dengan paku yang lurus yang mengidentifikasikan orang percaya yang siap dibentuk, siap diajar oleh Tuhan, siap diarahkan, siap mengalami ujian hidup dan terus berpegang teguh pada Tuhan. Orang percaya yang demikian akan menerima hasil yang baik yaitu permurnian iman, kemuliaan (2 Kor.4:17; Rm.8:18), penghiburan (2 Kor.1:5), ketekunan (Rm.5:3), tahan uji (Rm.5:4), pengharapan (Rm.5:4) dan mahkota kehidupan (Yak.1:12).
Ketika orang percaya mengalami penderitaan, bersukacitalah karena kita sedang menggenapi firman dalam hidup kita untuk ikut menderita bagi dan dalam Kristus (1 Pet.2:20-21; 3:14; Mat.5:10; 1 Pe.1:6-7). Dan dalam penderitaan tersebut hendaklah tiap kita tetap berpegang teguh pada Allah, bersandar penuh kepadaNya, mengandalkan kekuatanNya dan terus mengusahakan menuruti FirmanNya. Ayub merupakan contoh nyata bagi kita semua (Ay.1-2) ketika ia mengalami penderitaan yang sangat hebat. Dalam penderitaan yang Ayub alamai, ia berusaha untuk tetap berpegang teguh kepada Allah karena ia tahu bahwa hanya Allah saja yang sanggup menolongnya. Setelah semua penderitaan yang Ayub alami, akhirnya ia dipulihkan dan diberi berkat yang berlimpah oleh Allah (Ay.42:7-17).
Oleh karena itu, berpeganglah teguh kepada Allah dalam masa penderitaan dan nantikanlah berkat dariNya. Tuhan Yesus memberkati
(YG291123)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan anak-anak SM yang sedang Ulangan Akhir Semester pada pekan ini , diberikan keberhasilan;
- Doakan Ibadah Doa Rabu ,malam ini ,bagi para pelayan dan jemaat yang hadir;
- Doakan hikmat bagi pemerintah DKI Jakarta dalam menjalankan amanat dari rakyat dalam mengusahakan kesejahteraan kota.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Doakan Ibadah doa sabtu pagi, doa rabu, persekutuan lansia, dan juga KPW berjalan lancar
- Doakan agar jemaat dapat bekerja sama, sehati sepikir dengan gembalanya untuk menumbuh kembangkan gereja-Nya di cabang Purwonegoro
- Mohon dukung dalam doa agar jemaat diberkati dalam hal pekerjaannya, keuangan serta keluarga agar sungguh-sungguh berserah penuh kepada Tuhan dan tetap mengandalkan Tuhan
