“Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”(Habakuk 2:4)
Hari Selasa 31 Oktober 2023 yang lalu, penulis mendapat kesempatan menyampaikan materi tentang Kitab Nabi Habakuk. Dalam kitab yang terdiri dari hanya 3 pasal itu Nabi Habakuk menyampaikan keluhannya kepada TUHAN. Dia bertanya kepada Tuhan: di Yehuda, orang-orang tidak menaati peraturan Tuhan, pemimpin-pemimpinnya berbuat jahat, korupsi dan melakukan penindasan. Habakuk tidak mengerti mengapa Tuhan tidak berbuat apa pun untuk membuat mereka menaati-Nya (Habakuk 1:2-4). Kemudian Tuhan memberitahu Habakuk bahwa DIA akan melakukan sesuatu. Tetapi Habakuk tidak mengerti mengapa TUHAN menggunakan orang jahat dan tidak percaya kepada TUHAN yaitu orang Babil untuk menghukum orang Yehuda. (Habakuk 1:12-2:1.)
Dalam pasal 2:1 Habakuk mengatakan bahwa dia menantikan jawaban dari Tuhan, “Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku”. Tuhan segera menjawab dan mengabulkan permohonan Habakuk. Lalu TUHAN menjawab: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. (Habakuk 2:2) Seluruh pasal 2 merupakan jawaban TUHAN. Habakuk menutup kitabnya dalam pasal tiga yang berupa sebuah Mazmur yang dinyanyikan menurut nada ratapan (Shigionoth) memakai alat musik kecapi.
Mari memperhatikan kesimpulan Nabi Habakuk berikut ini: (Habakuk 3:17-19)
- Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
- namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
- ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, marilah kita meneladani Nabi Habakuk yang hidup ditengah-tengah situasi yang kelihatannya tidak adil. Orang jahat semakin jahat, keadilan sulit didapatkan. Mungkin Anda bertanya, “Di mana TUHAN?. Mengapa Tuhan tidak bertindak?” Mari tetap beriman kepada Tuhan Yesus. Mari kita seperti Habakuk yang berkata: “aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” (Habakuk 3:18,19). Sebelumnya Habakuk berkata: “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. (Habakuk 2:4)
Di dunia kita yang selalu berubah ini, keluarga yang tidak seperti dahulu lagi, persahabatan yang tergerus, jika kita mencari rasa aman pada orang, harta benda, atau kedudukan, kita akan kecewa. Kita masing-masing membutuhkan tempat untuk berpaling dalam menghadapi badai kehidupan. Jangkar sejati bagi jiwa kita adalah Yesus, yang dijanjikan dalam Kitab Suci tidak akan pernah berubah. Untuk menemukan kenyamanan di dalam Dia, kita harus belajar siapakah Dia, apa yang dilakukan-Nya, dan bagaimana Dia bertindak.
Kita dapat mengandalkan kasih Yesus yang abadi: Dia tidak akan pernah meninggalkan kita dan akan selalu membantu kita.
Di dunia kita yang selalu berubah, keluarga berpindah, persahabatan mengendur, dan kemajuan teknologi berkembang pesat, jika kita mencari rasa aman pada orang, harta benda, atau kedudukan, kita akan kecewa. Kita semua membutuhkan tempat untuk berpaling ketika badai kehidupan melanda. Jangkar sejati bagi jiwa kita adalah Yesus, yang dijanjikan Kitab Suci tidak akan pernah berubah. Untuk menemukan kenyamanan di dalam Dia, kita harus belajar siapa Dia, apa yang Dia lakukan, dan bagaimana Dia bertindak.
Karakter Tuhan tidak pernah berubah. Dia bertindak sesuai dengan otoritas-Nya. Kemana Anda menyerahkan diri di masa-masa sulit? Keadaan sulit tidak bisa dihindari. Serahkanlah diri Anda kepada Tuhan Yesus yang adalah satu-satunya tempat perlindungan dan batu karang sejati yang tidak akan berubah. Yesus Kristus adalah sama kemarin, hari ini dan selamanya. (Ibrani 13:8).
(JET03112023)
Pokok Doa GBIK:
- Mari Kita berdoa untuk sesama anggota Jemaat GBIK agar saling menghormati Menghargai Dan mengasihi;
- Berdoa bagi Satpam, Koster Dan pelaksana GBIK agar mempunyai perasaan memiliki terhadap Gereja Dan bekerja dengan sukacita;
- Berdoa bagi setiap sekolah-sekolah Negri Di Jakarta Dan sekitarnya agar masing-masing mempunyai Guru Agama Kristen Yang dapat mengajar anak-anak murid Yang beragama Kristen.
Pokok Doa TPW Gerbang Indah, Loleba
- Doakan pelayanan dan kesehatan Bp. Kharis
- Doakan Pertumbuhan jemaat TPW Gerbang Indah Loleba
- Doakan rencana Pembangunan Pastori dan Gereja yang sedang berlangung berjalan dengan baik
