“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.;”
(Matius 9:10)
Matius 6:9-13 adalah bagian dari Khotbah Tuhan Yesus di bukit. Bagian ini dikenal juga sebagai Doa Tuhan Yesus atau Doa Bapa Kami. Mungkin sebagian dari pembaca SRHI sudah menghafalnya. Doa ini pada setiap hari Minggu, paling banyak diucapkan di seluruh dunia dalam ibadah di gereja-gereja Protestan maupun Katolik. Dalam teks bahasa Inggris, doa ini hanya terdiri dari 66 kata, jadi doa yang cukup singkat tetapi menyentuh inti kehidupan. Doa ini juga bukan hanya untuk dihafal dan diucapkan tetapi doa ini merupakan/ sebagai kerangka yang membentuk semua doa kita. Tuhan Yesus menyebutkan hal itu dalam ayat 9: “Karena itu berdoalah demikian”.
Dalam doa ini tidak ditemukan kata “aku”, “saya” atau “ku” , tetapi ada kata ganti orang kedua “Mu”, jadi doa ini ditujukan kepada Allah. Juga dalam doa ini ada kata ganti “kami” yang menyatakan bahwa doa ini adalah doa dari kelompok atau kumpulan orang.
Dalam renungan SRHI hari ini mari kita merenungkan salah satu pokok yang ada dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 9:10).
Apa yang dimaksudkan dengan: “Datanglah Kerajaan-Mu”? Sesungguhnya dalam ayat 10 ini ada dua permohonan yaitu permohonan agar Kerajaan Tuhan datang, dan permohonan kedua adalah permintaan agar Raja yaitu Tuhan sendiri dapat menjalankan pemerintahan-Nya / wewenang-Nya, yaitu Tuhan melaksanakan kehendak-Nya dan otoritas-Nya seperti yang Tuhan laksanakan di sorga.
Ketika kita membayangkan sebuah kerajaan, kita membayangkan ada wilayahnya (teritorialnya), ada propertinya (istana), ada lambang-lambangnya (bendera atau panji-panjinya), ada kemegahannya dan ada rakyatnya serta ada raja yang memerintahnya. Bagaimana dengan Kerajaan Tuhan? Dalam firman Tuhan ada dua aspek yaitu secara lahiriah, dan secara batiniah. Di satu sisi kerajaan Tuhan bersifat lahiriah atau bersifat fisik dan di sisi lain bersifat batiniah atau spiritual.
Orang-orang Yahudi mengharapkan sebuah kerajaan fisik yang harafiah, nyata. Mereka menantikan seorang Mesias yang akan datang membebaskan mereka dari penjajah Roma. Mereka menantikan Mesias yang akan membangun kembali kerajaan Daud. Murid-murid Yesus juga ada yang berpendapat demikian. Ibu Zebedeus datang kepada Tuhan Yesus dan memohon dalam Matius 20:21: “Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Ketika kita berdoa: “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”, maka kita sebagai orang Kristen harus tahu bahwa selama kita masih hidup di dunia ini, kita dipanggil untuk memperluas Kerajaan Allah di dunia, mewujudkan kehendak Allah di dalam hidup kita, dan memuliakan Tuhan. Yesus satu-satunya contoh bagi kita. Ia tidak mempertahankan apa pun menjadi milik-Nya, tetapi menyerahkan segalanya dan mendirikan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah sudah datang ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia, ketika Tuhan Yesus datang dan berkata, “Kerajaan Allah sudah datang”.
Dalam Injil Lukas 11:14-20 kita membaca Tuhan Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Lalu timbul perdebatan di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu Ia berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh”.
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. (11:20).
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Jadi Kerajaan Allah sudah datang. Tuhan Yesus-lah Raja-nya. Anda yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, maka Anda adalah warga Kerajaan Allah. Karena itu, biarlah orang yang sungguh-sungguh cinta akan Tuhan mau menjalankan kehendak Tuhan dan menyerahkan diri dipenuhi Roh Kudus, sehingga terdorong untuk menjadikan Kerajaan Allah di dunia ini. Jika kita mempunyai tujuan ini, hidup kita pasti berbeda dengan mereka yang belum mengenal Kristus.
(JET20102023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam rangka pendaftaran Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan lancar aman para pendukung dapat menjaga kerukunan dalam perbedaan;
- Doakan GBIK dalam Pengabaran Injil di wilayah Indonesia dapat menjangkau jiwa-jiwa baru untuk mengenal Kristus sebagai Juru Selamat secara pribadi;
- Doakan Jemaat GBIK tetap dalam pimpinan dan perlindungan Tuhan dalam menjalani kehidupannya tetap dapat menikmati sukacita dari Tuhan.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Bersyukur keluarga GS Pdm. Bima Iryanto dan keluarga dalam keadaan sehat;
- Mengucap Syukur jemaat dalam keadaan baik dan sehat;
- Doakan Kelas persiapan baptisan: 2 orang dan Rencana pelaksanaan baptisan bulan Desember.
