“Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!”
(MARKUS 11:17 TB)

Pembaca SRHI, hari ini nas kita berbicara mengenai Bait Allah. Jika kita memperhatikan nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya, Allah akan membawa orang-orang dari bangsa asing sehingga rumah-Nya akan menjadi rumah doa bagi segala bangsa (Yesaya 56:6-7). Namun, yang terjadi saat itu adalah ada banyak hal yang membuat orang-orang dari bangsa asing (proselit) menjadi sulit dan tidak bisa menggabungkan diri mereka untuk mencari Tuhan Allah melalui ibadah di dalam bait Allah yang ada di Yerusalem.
Padahal jika kita bandingka, ukuran bait Allah pada masa Salomo dengan masa Herodes, sangat lah jauh berbeda.

Bait Allah yang ada pada masa Yesus melayani di dunia ini, jauh lebih besar dari pada bait Allah pada masa Salomo. Seharusnya sangat mencukupi untuk adanya para orang-orang dari bangsa lain yang ikut menggabungkan diri. Tetapi ada banyak peraturan yang membuat mereka menjadi enggan untuk bergabung. Terlebih dalam nas kita hari ini, disampaikan bahwa saat itu, pelataran yang seharusnya menjadi bagian atau tempat untuk orang-orang dari bangsa lain ini beribadah, justru digunakan untuk berdagang keperluan persembahan kurban saat itu. Sehingga tidak ada lagi tempat untuk orang-orang dari bangsa lain ini ikut menjalankan peribadahan bersama orang Yahudi saat itu.
Hal ini membuat Yesus yang melihatnya saat itu menjadi marah, sehingga Ia mengusir para pedagang yang ada di sana saat itu, dan akhirnya mengajarkan kepada mereka apa yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya mengenai bait Allah itu.
15Kemudian mereka sampai di Yerusalem, dan Yesus pergi lagi ke Rumah Tuhan. Di situ Ia mulai mengusir semua orang yang berjual beli di tempat itu. Ia menjungkirbalikkan meja-meja para penukar uang, dan bangku-bangku penjual burung merpati. 16Dan tidak seorang pun yang diizinkan-Nya membawa apa saja melalui halaman Rumah Tuhan itu. (Mar 11:15-16 BIS)
6TUHAN berkata kepada orang-orang asing yang telah masuk bilangan umat TUHAN, yang mencintai TUHAN dan berbakti kepada-Nya, yang menghormati hari Sabat dan setia kepada perjanjian-Nya, 7 “Kamu akan Kubawa ke Sion, ke bukit-Ku yang suci, dan Kuberi kegembiraan di rumah ibadat-Ku. Kurban-kurban yang kamu persembahkan di mezbah-Ku akan Kuterima. Rumah-Ku akan disebut rumah doa untuk segala bangsa.” (Yesaya 56:6-7 BIS)
Seharusnya, bait Allah menjadi tempat yang dituju oleh para umat Tuhan, termasuk orang-orang yang berasal dari bangsa-bangsa lain di luar Yahudi. Akan tetapi, apa yang diatur dan dilakukan dalam praktek peribadatan saat itu justru menjadi batu sandungan sehingga orang yang berasal dari bangsa lain selain Yahudi enggan untuk menggabungkan diri mereka.
Banyak sekali praktik ke Kristenan saat ini sama seperti yang dilakukan oleh para ahli Taurat, orang-orang Farisi serta orang-orang Yahudi saat itu. Gereja justru menghadirkan berbagai macam aturan, ketentuan, syarat menjadi anggota, dan praktik-praktik lainnya yang justru menjadi batu sandungan, menjadi penghalang untuk orang-orang lain yang tertarik mengenal Kristus datang ke gereja. Bahkan gereja justru sering kali menjadi hakim bagi orang-orang yang hendak mencari kesembuhan rohani di dalam gereja itu. Setelah mereka merasakan ditolak dunia, justru mereka ditolak oleh umat Tuhan di gereja.
Jangan sampai, apa yang kita lakukan dalam gereja, juga dalam kehidupan kita, justru menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang rindu menggabungkan diri untuk mencari Tuhan Yesus bersama dengan umat Tuhan yang lainnya. Jangan sampai orang-orang yang perlu disembuhkan dari luka batin, dibawa dari dosa kepada keselamatan kekal dalam Yesus Kristus, justru menjauh dan kembali ke kehidupan mereka yang sebelumnya.
Mari, jadikan gereja kita, jadikan persekutuan kita, jadikan diri kita, tempat yang rindu didatangi oleh orang-orang yang kedamaian dan keselamatan di dalam Yesus Kristus. Jadilah berkat bagi banyak orang di luar sana yang membutuhkan keselamatan itu. Biarkan mereka menemukan Yesus Kristus melalui kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(NAK04092023)
Pokok Doa GBIK:
- Bersyukur untuk terlaksananya Ibadah ucapan syukur HUT GBIK ,kelas SM dan persekutuan WBI , PBI, dan KMBI yang telah berlangsung dengan baik;
- Doakan para jemaat dalam menjalankan Amanat Agung Kristus di hidup kita;
- Doakan hikmat TUHAN bagi pemerintah Jakarta dalam penanganan polusi udara.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Doakan proses pelunasan pembelian lahan samping gereja seharga 235 juta;
- Doakan Rencana pelaksanaan Perjamuan Tuhan, 3 kali setahun atau per 4 bulan di awal bulan;
- Doakan Gereja membutuhkan mahasiswa teologi untuk membantu pelayanan di bidang pemuda dan musik.
