“Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”
(1 Korintus 11:26)
Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan, yang diperingati dengan penaikan dan penurunan bendera merah putih. Dalam upacara memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia komandan upacara mengajak bangsa indonesia memberikan waktu untuk mengheningkan cipta mengingat jasa jasa pahlawan. Bertepatan memperingati hari Kemerdekaan, sebelumnya ada beberapa petinggi negara, saudara, kerabat mendatangi makam pahlawan untuk berdoa atau juga meletakkan bunga. Mereka mengambil waktu khusus untuk mengenang pengorbanan orang orang yang telah berjasa kepada negara dan untuk seluruh bangsa Indonesia. Kita bersyukur atas orang orang yang telah berkorban demi membawa kebahagiaan tertentu dalam hidup kita. Setiap pengorbanan itu adalah hal yang penting. Tetapi ada pengorbanan yang terpenting, belum dirasakan oleh kehidupan orang orang. Pengorbanan satu kali yang membawa kita suatu kemerdekaan dan pengharapan. Peristiwa ribuan tahun yang lalu, rasul rasul bersaksi memberitakan kedatangan Yesus Kristus :
- Yesus yang lahir dari Roh Kudus.
- Mati di kayu salib menebus dosa manusia.
- Bangkit pada hari ke 3 memberikan manusia kemenangan sejati.
Di kayu salib Yesus berkorban untuk menanggung dosa kita dan kita mengetahui betapa Sang Juru selamat mengasihi seluruh hidup manusia didunia. Pada saat ada upacara Perjamuan Tuhan, kita mengambil bagian dan diingatkan akan pengorbanan Yesus yang dilambangkan dengan roti dan anggur. Alkitab menulis, “Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” (1Kor.11:26). Selayaknya waktu kita menikmati Perjamuan Tuhan mengingatkan kita untuk hidup setiap hari dengan mengingat kasih Tuhan dalam ucapan syukur atas segala sesuatu yang telah Tuhan Yesus lakukan bagi kita. Allah yang Maha kasih, tak ada yang dapat membalas kasih yang tak ternilai dinyatakan lewat pengorbanan Putra-Mu, Yesus, di kayu salib. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS19082023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi bangsa Indonesia dalam keberagaman suku, ras, agama, budaya, latar belakang agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terbangun kehidupan masyarakat yang adil, bergotong-royong, rukun, aman dan tenteram;
- Berdoa bagi GBIK agar tetap menjadi Gereja yang diberkati dan menjadi berkat, serta dapat menjadi contoh bagi Pos PI dan Cabang dalam tata kelola bergereja yang sehat dan berkenan pada Tuhan;
- Berdoa bagi jemaat GBIK agar senantiasa kuat dalam iman, pengharapan di dalam Tuhan Yesus. Bertumbuh, berbuah dan setia melayani Tuhan di Gereja kita.
Pokok Doa CABANG SRIBHAWONO, Lampung Timur
- Doakan Pdt. Yulius Eko dari BPW Sumur Bandung yang untuk sementara memegang tugas penggembalaan dan berkotbah di Cab. Sribhawono;
- Doakan keperluan untuk keperluan gembala sidang yang baru;
- Doakan pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani jemaat boleh terus bertumbuh.
