“Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.”
(Roma 6:17)
Coba kita perhatikan seekor burung dalam sangkar, kelihatannya ia begitu nyaman karena ia tidak perlu bekerja untuk mendapatkan makan, ia juga mendapatkan kasih sayang dari pemiliknya. Namun apakah burung tersebut bahagia? Sejujurnya tidak. Hal itu dikarenakan karena sangkar bukanlah rumah asli dari burung tersebut, kenyamanan yang burung tersebut dapatkan hanyalah kenyamanan semu yang bisa hilang jika pemiliknya lupa memberi makan.
Coba kita pikirkan lagi, apa yang akan burung lakukan ketika ia melihat pintu sangkarnya terbuka? Apakah ia akan stay didalam sangkar atau pergi untuk mendapatkan kebebasan sejati? Banyak dari kita pasti setuju jika burung akan pergi demi mendapatkan kebebasan sejati. Ia akan berusaha melepaskan diri dari sebuah kenyamanan semu.
Sejatinya kita juga berada dalam situasi yang sama, kita terkesan nyaman melakukan dosa namun ternyata itu adalah kenyamanan semu. Seharusnya orang percaya tidak lagi diperbudak dan menjadi hamba dosa (Rm.6:18; 22) karena itu merupakan sesuatu yang tidak membawa damai sejahtera.
Orang percaya seharusnya dapat mengerti bahwa dirinya telah diberikan kebebasan/kemerdekaan dari hukuman dosa melalui Karya Agung Tuhan Yesus Kristus di kayu salib, oleh karena itu orang percaya seharusnya dapat memposisikan diri hidup sebagai hamba Kristus bukan hamba dosa (1 Pet.2:16).
Seperti burung dalam sangkar yang mendapatkan kenyamanan semu, begitu pula orang percaya yang hidup dalam dosa (Yoh.8:34). Orang percaya harus mampu mengusahaakan diri keluar dari kenyamanan semu yang dosa berikan sehingga kemerdekaan yang sudah didapatkan tidak diresponi dengan salah (Gal.5:13b).
Burung dalam sangkar hanya dapat berdiam diri menikmati makan, minum dan pemandangan yang terbatas. Kehidupannya juga bergantung pada pemiliknya, jika pemiliknya lupa memberi makan minum pastilah ia menderita dan mati. Ia tidak dapat mandi sesuka hatinya, ia tidak dapat kawin jika pemilik tidak mengkehendakinya. Begitu tertekan hidupnya dalam sebuah kenyamanan palsu! Apakah orang percaya mau dalam kondisi yang sama? Tentu saja tidak! oleh karena itu marilah kita membebaskan diri dari kenyamanan semu dengan cara mendekatkan diri kepada kebebasan sejati. mendekatkan diri dengan kebebasan sejati akan membuat hidup kita memiliki kebebasan yang sesungguhnya, kebebasan yang benar dan dikehendaki Allah.
Tuhan Yesus memberkati
(FRD15082023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa untuk Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2023, kiranya gegap gempita perayaan ini tetap dalam perlindungan Tuhan dan melalui peringatan ini menjadi pemersatu bangsa, terhindar dari bibit perpecahan dan konflik SARA;
- Berdoa untuk penanggulangan polusi asap yang terjadi di Jakarta, kiranya Tuhan dapat memakai setiap aparat Pemerintah untuk dapat membantu rakyat yang terdampak dari polusi udara agar dapat teratasi sehingga kualitas kesehatan rakyat dapat terjaga;
- Berdoa untuk persiapan gereja kita dalam rencana KKR 25-27 Agustus 2023, kiranya Bp Pdt. Robinson Rimun dapat Tuhan pakai menjadi saluran berkat Firman Tuhan, dan setiap pelayan Tuhan, panitia yang mempersiapkan dapat menjaga kesatuan hati, kekudusan hidup masing-masing.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Bersyukur Kegiatan gereja dapat berjalan dengan baik dan jemaat tetap setia mengikuti setiap kegiatan pelayanan;
- Bersyukur kaum muda yang lulus kuliah dan ingin mencari pekerjaan serta mendoakan jemaat tetap setia mengikuti kegiatan mingguan;
- Doakan kehidupan iman, ekonomi dan keluarga jemaat.
