“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”
(Luk. 16:10)
Segala sesuatu yang besar, selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebatang pohon yang besar juga berasal dari suatu biji yang kecil. Kita yang sekarang ini dewasa juga berasal dari bayi yang kecil. Kalau begitu benarlah apa yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus Kristus bahwa, “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya” (Mat. 13:32). Kita sebagai orang percaya, harus bersedia untuk memulai sesuatu dari perkara yang kecil. Mulailah dengan apa yang ada pada kita sesuai dengan kehendak dan pemberian Tuhan. Apa yang kita miliki atau apa yang ada pada kita adalah permulaan dari segala sesuatu yang akan kita miliki di masa yang akan datang. Janganlah seperti seseorang yang memiliki satu talenta dan menyimpannya di dalam tanah (Mat. 25:24-25). Mari kita pergunakan apapun yang Allah karuniakan kepada kita, dan jika kita menggunakan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan benar, maka biarkan yang lain, yang mungkin lebih besar akan menyusul sehingga kita akan terkesima dan mengalami seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus “Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor. 2:9).
Untuk melakukan sesuatu dari hal-hal yang terkecil itu bukan semata-mata diperuntukkan atau berlaku bagi kita saja, tetapi Tuhan Yesus Kristus sendiripun ketika di dunia dalam memulai pelayanan-Nya di tengah ketidakstabilan juga melakukannya dari sesuatu yang terkecil. Ia hidup selama tiga puluh tahun tanpa melakukan suatu mujizatpun. Namun suatu saat, Ia memulai mujizat-Nya yang pertama yaitu mengubah air menjadi anggur (Yoh. 2:8-10), dan setelahnya, mujizat demi mujizat yang lebih besar, dahsyat, hebat dilakukan-Nya sehingga banyak orang semakin takjub dan berkata: “… yang begini belum pernah kita lihat” (Mrk. 2:12). Beberapa contoh lain dalam kitab Perjanjian Lama antara lain: Daud dengan bermodalkan umban dan batu akhirnya ia menjadi raja Israel; Yusuf dijual sebagai budak, namun akhirnya menjadi Perdana Menteri di Mesir; Janda Sarfat dengan sedikit minyak dan tepung akhirnya mencukupi keperluannya dan Elia selama masa kelaparan. Apapun yang Tuhan telah percayakan kepada kita sekarang adalah cukup untuk mewujudkan apa yang Allah janjikan kepada kita di masa yang akan datang. Alkitab juga mengatakan bahwa barangsiapa yang memandang hina hal-hal kecil dan persitiwa-peristiwa yang kecil tidak akan beruntung “Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel” (Za. 4:10).
Saudaraku yang terkasih, ingat bahwa dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang stabil, namun jangan biarkan kehidupan kita berhenti untuk menjadi berkat bagi sesama. Maka dari itu, marilah kita perhatikan ajaran-Nya, selalu memperbaiki, menambah, dan melengkapi diri secara terus menerus termasuk dalam pelayanan kita supaya terus menjadi berkat. Iniliah rumusan atau ajaran dari Allah yang tidak dapat kita sepelekan atau abaikan. Tuhan Yesus memberkati.
(AP05082023)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi Gereja yang akan membaptiskan 15 orang calon Baptisan agar dapat berjalan dengan baik Dan menjadi berkat bagi orang yang melihat;
- Berdoa buat keluarga Sharon sepeninggal ayah terkasih agar tetap kuat Dan melayani;
- Mari Berdoa untuk Acara istimewa Naomi pada tgl 10-11 Agustus Di Mega Mendung, agar Ibu-ibu Naomi bisa ikut Serta dan bersukacita bersama.
Pokok Doa Cabang PURWONEGORO, Jawa Tengah
- Doakan untuk Pengadaan pintu kaca untuk dipasang di ruang kebaktian;
- Doakan pelaksanaan kelas persiapan baptisan untuk 1 orang, rencananya selesai di bulan September;
- Mengucap syukur Pelaksanaan SIL di bulan Juli.
