“Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya, dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha.”
(Hagai 1:8-11)
Pernahkan Anda bertanya-tanya: “Mengapa orang lain terus menerus diberkati , tetapi untuk Anda Tuhan seolah-olah menahan berkat-Nya ?” Anda seolah-olah berada di tempat yang tandus dan kering. Semakin Anda terus menerus berusaha keras, hasilnya tetap tidak memuaskan. Anda lalu menjadi frustrasi.
Hari ini mari bersama-sama membaca dan merenungkan firman Tuhan dari Kitab Hagai. Banyak orang Kristen belum pernah membaca Kitab Hagai secara bersungguh-sungguh. Kitab ini pendek, hanya ada 2 pasal, tetapi isinya sangat luar biasa. Di dalamnnya ada firman Tuhan yang menyatakan mengapa Tuhan menahan berkat-Nya kepada umat-Nya. Dalam kitab Hagai ini juga ada firman Tuhan yang menyatakan bagaimana Tuhan membuka pintu-pintu berkat-Nya.
Bangsa Israel dan Yehuda diserahkan Tuhan kepada bangsa Asyur dan bangsa Babil oleh sebab mereka telah meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada berhala-berhala. Mereka telah melakukan berbagai dosa melawan Tuhan. Mereka menindak orang-orang miskin. Walapun Tuhan mengutus nabi Yesaya, Yeremia, Hosea, Amos, Mikha dan Obaja kepada mereka, tetapi mereka tidak mau bertobat. Lalu Tuhan menghukum mereka selama 70 tahun, dan sesudah itu Tuhan mengembalikan mereka ke negeri mereka kembali.
Sekarang mari perhatikan Hagai 1:2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!”. Sebagaimana kita ketahui, ketika orang Babil menaklukkan orang Yehuda, mereka menghancurkan bait Allah. Sehingga ketika bangsa Yehuda kembali dari pembuangan mereka mendapati Bait Allah yang megah yang dibangun oleh Raja Salomo tinggal berupa puing-puing, yang sangat menyedihkan. Tetapi bangsa itu berkata “belum waktunya membangun kembali rumah Tuhan”. Mereka lebih mementingkan membangun rumah-rumah mereka sendiri. Mereka mementingkan diri mereka lebih dari mementingkan Tuhan.
Lalu Tuhan memakai Nabi Hagai menegur mereka: “Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? (Hagai 1:3-4), Tuhan menghendaki mereka memperbaiki Bait Allah karena Tuhan menghendaki umat-Nya kembali beribadah kepada-Nya. Tuhan menginginkan umat-Nya kembali mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka. Karena mereka lebih mementingkan diri sendiri dan tidak mengutamakan Tuhan, maka Tuhan juga menahan berkat-berkat-Nya kepada mereka.
Perhatikan firman Tuhan kepada mereka dan kepada kita juga sebagai umat Tuhan: “Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!” (Hagai 1:5-7). Dua kali dalam firman Tuhan ini berkata: “perhatikanlah keadaanmu”. Tuhan menghendaki bangsa Yehuda dan kita sekalian memeriksa diri sendiri. Mengapa seolah-olah Allah menahan berkat-Nya untuk umat-Nya walaupun mereka telah bekerja dan berusaha segiat-giatnya, tetapi mereka tidak memperoleh yang mereka harapkan. Rahasianya ialah karena umat-Nya tidak mengutamakan Tuhan. Tidak mengutamakan Tuhan dalam kehidupan mereka sehari-hari, tidak mengutamakan Tuhan dalam beribadah kepada Tuhan. tidak mengutamakan Tuhan dalam pengabdian mereka kepada Tuhan.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, apakah Anda ingin Tuhan membukakan pintu-pintu berkat-Nya bagi Anda? Utamakanlah Tuhan lebih dari mengutamakan diri Anda sendiri.
(JET15062023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Asisten Gembala Sidang, Pendeta Emeritus, dan para diakon-diakon dalam pelayanannya serta diberikan Kesehatan dan hikmat untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan untuk rapat Perancang yang akan dilaksanakan pada hari jumat dapat berjalan dengan baik, setiap Organisasi dan Kepanitiaan dapat terus saling berkoordinasi;
- Berdoa untuk setiap jemaat yang melayani di dalam SIL agar melakukan segala sesuatu dengan ramah dan kasih.
Pokok Doa GBIK Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Mengucap Syukur Kegiatan gereja Pekan Pengabdian yang dipimpin oleh Pdt. Agus Panrimo berjalan dengan lancar dan diberkati Tuhan;
- Mengucap syukur Semua kegiatan ibadah di gereja selama bulan Mei berjalan dengan lancar dan diberkati Tuhan;
- Doakan Rencana kegiatan SIL akan diadakan bulan Juli 2023.
