“Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya”
(Mzm. 73:26)
Semua manusia, mulai dari Adam manusia pertama hingga generasi sekarang ini pasti mengalami masalah dan kesukaran dalam hidup ini. Adalah hal yang penting sekali jika kita mempunyai masalah, kita mengetahui penyebabnya, paling tidak kita akan mendapatkan jalan keluar dalam mengatasi persoalan tersebut, supaya kita dapat tegar menghadapinya serta mengucap syukur kepada Allah dalam segala hal. Tetapi kali ini dalam kisah yang dialami oleh Asaf merupakan kasus yang berbeda dan unik. Asaf telah melihat suatu keadaan yang begitu tragis sehingga ia mempertanyakan kepada Allah tentang keadaan yang dirasa sama sekali tidak ada keadilan dari pada-Nya, dimana kehidupan orang fasik justru lebih makmur dibandingkan kehidupan orang percaya (ay. 3-5), sehingga apa yang dilihat dan dialami Asaf ini membuatnya ingin meninggalkan Tuhan (ay. 13-14).
Namun demikian, sebelum Asaf lebih dalam lagi jatuh dalam dosa (ay. 2), ia akhirnya menyadari bahwa apa yang dipikirkannya itu begitu rumit untuk dipahami dan semakin membuatnya berdosa, maka mau tidak mau ia harus mencari Tuhan dan kehendak-Nya (ay. 16-17). Disinilah Asaf menyadari betul bahwa sesungguhnya setiap orang fasik atau orang-orang yang tidak percaya Tuhan pasti akan menerima hukuman yang setimpal (ay. 18-20), bahkan dikatakan lebih tajam lagi oleh Asaf, yaitu bahwa siapapun tanpa terkecuali, baik orang fasik atau orang percaya sekalipun jika ia jauh dari Tuhan atau berzinah dari Tuhan akan dibinasakan (ay. 27). Sungguh ini adalah satu pernyataan Asaf yang sangat berharga bagi kita semua orang percaya supaya kita tetap setia dan beribadah kepada-Nya; maka dari itu mari kita jangan pernah berpikir sedikitpun untuk meninggalkan Tuhan ketika dalam situasi sesulit apapun supaya kita tidak mengalami kebinasaan. Dari pengalaman yang dialami oleh Asaf ini, untuk meneguhkan imannya kepada Tuhan supaya dapat memahami maksud dan rencana Tuhan dalam setiap kehidupan manusia, maka ia memberi solusi kepada kita semua yaitu bahwa rahasia untuk kita tidak dibinasakan Tuhan, yaitu kita harus suka berdekat dengan Tuhan dan menaruh perlindungan dari pada Tuhan (ay. 28a), artinya jangan pernah memiliki pikiran yang jahat terhadap Allah, selalu bersekutu dengan Allah, dan yakinlah bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya jawaban dan tempat perlindungan atas setiap persoalan kita.
Jadi, saudara sekalian, mungkin kita pernah mengalami persoalan hidup yang sangat rumit seperti yang dialami oleh Asaf tetapi dengan konteks yang berbeda, misalnya kita mencari pekerjaan tidak kunjung dapat, sakit yang tidak kunjung sembuh, keluarga yang berantakan, orang yang kita anggap baik menjauhi kita, bahkan mungkin orang yang kita kasihi menolak kita sehingga rasanya kita percuma mengikut dan beribadah kepada Tuhan dan ingin sekali kita meninggalkan Tuhan. Ingat, bahwa sesungguhnya Allah itu baik (ay. 1) asal kita setia kepada-Nya dan mencari kehendak-Nya (ay. 17) karena Ia senantiasa memberi nasehat dan menuntun kita orang yang percaya dan dekat kepada-Nya (ay. 23-24, 28). Sebaliknya Tuhan akan menghukum dan membinasakan orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya dan menjauhi-Nya (ay. 27). Dan kalau sekarang ini kita pernah punya pemikiran bahwa Tuhan tidak adil dalam kehidupan kita sehingga kita berkeinginan untuk meningglkan Tuhan, mari kita bertobat dan mohon ampun kepada-Nya supaya kita tidak binasa. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP09062023)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan hikmat Tuhan bagi Ketua-ketua Panitia dan Organisasi GBIK dalam melayani Tuhan sesuai panggilan mereka;
- Doakan hikmat Tuhan bagi Pemerintah RI dalam menyiapkan IKN;
- Doakan hikmat Tuhan bagi para panitia IBYC dan ABWU dalam menyiapkan kegiatan ini.
Pokok Doa GBIK Cabang MARGA MULYA, Monterado, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur Ibadah , Sekolah Minggu, KPW, WBI berjalan dengan tertib dan lancar;
- Doakan Jemaat yang sudah lanjut usia dan ibu yang sedang mengandung;
- Doakan jemaat yang sedang menempuh pendidikan Perkuliahan : Febri, Apriliana, Dendi, Estia, Muliana.
