“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
(Luk. 19: 10)
Mendengar dan melihat hiruk pikuknya orang-orang di jagad raya maupun jagad maya ini, kita disuguhkan perilaku-perilaku yang baik dan tidak baik. Pada umumnya mereka melakukan sesuatu didasarkan atas nilai-nilai yang sudah tertanam dalam dirinya. Tidak kita pungkiri ada orang sangat benci dengan orang yang berbuat jahat, sehingga mereka melakukan hal-hal yang sama dengan orang yang berbuat jahat tersebut. Apakah ini yang disebut kejahatan dibalas dengan kejahatan?
Jika hal tersebut yang terjadi, kapankan kejahatan di dunia ini akan berakhir? Mata rantai pembalasan demi pembalasan akan terus berlangsung jika tidak ada yang memutuskannya. Ayat nats hari ini memberi satu solusi dalam menghadapi masalah tersebut. Peristiwa dalam Lukas 19: 1-10, di mana Tuhan Yesus menyapa seorang yang bernama Zakheus yang sedang bertengger di pohon ara yang cukup besar hanya untuk melihat Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menyapa dia supaya turun dan akan menumpang di rumah Zakheus.
Siapakah Zakheus sehingga Dia melakukan semua itu? Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai yang mendengar sepak terjang Tuhan Yesus yang sedang menjadi pembicaraan banyak orang saat itu. Pemungut cukai apalagi kepalanya sangat dibenci oleh orang Yahudi karena berkompromi dengan penjajah Romawi untuk memeras rakyat. Mereka dianggap pengkhianat dan orang berdosa, dan layak untuk dikucilkan. Namun Tuhan Yesus menyapa dia dan menumpang di rumah Zakheus. Apa yang ada dalam hati dan pikiran Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus memang membenci dosa, karena dosa itulah yang menjerumuskan manusia ke dalam tindakan yang mendukakan Allah dan dapat menyengsarakan orng lain. Namun demikian Tuhan Yesus tidak membenci orang berdosa, justru orang berdosa itu harus diselamatkan dari kungkungan dosa yang menjeratnya. Orang berdosa itu diumpamakan orang yang terhilang, dan siapa yang tidak akan mencari nya kalau ada anggota keluarganya yang terhilang.
Pembaca SRHI yang membenci dosa, mari kita konsentrasikan akal pikiran dan hati kita untuk mangasihi orang berdosa, orang terhilang, sehingga mereka ditemukan dan dilepaskan dari kuasa dosa. Mereka adalah umat ciptaan-Nya yang sama dengan kita, yang layak mendapat keselamatan seperti kita. Tuhan Yesus pasti berkenan apa yang menjadi konsentrasi kita itu. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI07022023)
Pokok Doa:
- Mendoakan Presiden, Wakil Presiden dan Kabinet Menteri Indonesia Maju diberikan hikmat dalam menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya bagi kesejahteraan rakyat;
- Memohon berkat dan hikmat Tuhan bagi para Ketua Bagian, Guru dan Petugas Sekolah Minggu dalam melayani di masing-masing kelas, dapat menjadi penyemangat iman bagi para murid, dan kiranya mereka juga menjadi teladan yang baik dihadapan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari;
- Mendoakan agar jemaat memiliki kerinduan untuk mengikuti setiap persekutuaan yang ada di Gereja, baik via online atau hadir onsite di Gereja, sehingga jemaat semakin bertumbuh imannya dan senantiasa menjadi terang dilingkungan mereka berada.
Pokok Doa Cabang LYMAN MUNSON, Sibolga, Sumatera Utara
- Bersyukur untuk semua kegiatan gereja yang berjalan lancar oleh pertolongan Tuhan;
- Pemulihan kesehatan jemaat-jemaat yang sakit;
- Berdoa untuk Pekan Doktrin dan Pekan Pengabdian tgl 15-19 Februari 2023.
