“Kata Malaikat: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.””
(Mat. 1: 21)
Dalam SRHI kemarin Senin 19 Desember 2022, kita telah diajarkan bagaimana ketegangan yang terjadi pada diri Yusuf dan Maria sebagai akibat kehamilan Maria “yang tidak jelas itu”, akhirnya dapat diredakan dengan kehadiran malaikat Tuhan dalam mimpi Yusuf. Malaikat itu menyampaikan firman Tuhan kepada Yusuf, dan Tuhan membukakan rohani Yusuf untuk memercayai kebenarannya, maka ketegangan dapat diselesaikan.
Firman Tuhan yang mana yang meredakan ketegangan itu? Jawabannya jelas seperti yang tertulis dalam ayat nats hari ini. Ayat tersebut diucapkan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf dengan sungguh-sungguh dan Yusuf merespon dengan benar melalui percaya akan firman itu. Akhirnya kita tahu, Yusuf menerima Maria sebagai isterinya dan tidak bersetubuh dengan Maria sampai ia melahirkan anaknya laki-laki itu lahir. Yusuf menamai bayi itu Yesus seperti yang dipesankan malaikat Tuhan kepadanya (Mat. 1: 24-25).
Rupanya dalam hal ini Yusuf menyadari sepenuhnya, bahwa pesan malaikat Tuhan kepadanya tentang bayi yang akan dilahirkan Maria adalah jawaban terhadap kebutuhan manusia saat itu yang membutuhkan keselamatan kekal. Manusia sudah melupakan jati dirinya, sudah tidak mengenal lagi Allah yang benar, padahal nenek moyang bangsa Israel telah mendapatkan pertolongan selama hidupnya. Sejarah membuktikan bangsa Israel mengalami pasang naik dan pasang surut kondisi rohaninya. Di saat seperti itulah Yusuf menyadari perlunya seorang Juruselamat yang dapat menyelamatkan umat manusia.
Selain dari pada itu, keberadaan firman Tuhan memiliki makna yang begitu besar bagi umat manusia. Karena firman Tuhan sangat menolong umat manusia menyadari siapa dan bagimana dirinya. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Tim. 3: 16). Dengan demikian jelaslah firman-Nya memberi pengajaran yang benar dengan menegor, memperbaiki dan menuntun perilaku orang percaya sehingga hidup berkenan kepada Tuhan. Apakah kita sudah mengerti akan hal ini? Selamat menikmati ketenangan dengan memegang teguh firman-Nya. Tuhan memberkati.
(RI20122022)
Pokok Doa:
- Kewaspadaan dan ketertiban masyarakat dalam menjalani libur akhir tahun di tengah peningkatan kasus covid-19;
- Pertolongan Tuhan bagi penegak hukum yang sedang mengatasi berbagai rentetan serangan kelompok bersenjata di Papua;
- Kesetiaan jemaat beribadah, dan kerinduan terus bertumbuh secara rohani dalam iman percaya pada Tuhan Yesus.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur
- Jemaat Sribhawono yang bekerja di luar Lampung Timur;
- KMBI GBIK Cab. Sribhawono mendapatkan pasangan hidup yang seiman;
- Pelayanan dan pertumbuhan anak-anak Sekolah Minggu.
