“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
(lukas 1:38)
Ketegangan adalah situasi yang terjadi pada diri seseorang atau di antara dua pihak atau lebih yang biasanya berjalan dengan baik, namun karena satu dan lain hal dapat terjadi kesalahpahaman atau kekurang mengertian. Kesalah-pahaman dan atau kekurang-mengertian itu dapat memicu ketegangan di anatara mereka. Ketegangan bisa juga terjadi karena ada situasi bencana alam atau bahaya yang mengancam diri seseorang yang terjadi dalam hidup mereka.
Ayat nats hari ini merupakan pernyataan kesanggupan seorang Maria untuk menjadi ibu dari Sang Mesias yang akan terlahir ke dalam dunia. Maria mengambil keputusan itu setelah mendapat penjelasan yang mendalam tentang siapa bayi yang akan dilahirkannya itu. Keputusan Maria ini bukan sekedar keputusan biasa, tetapi keputusan yang penuh dengan resiko, mengingat kondisi budaya masyarakat waktu itu yang sangat kuat terhadap seorang wanita yang mengandung sebelum terjadi pernikahan, dia akan dituduh melakukan perzinahan dengan hukuman berat. Ini adalah sesuatu yang sangat berat akan menimpa Maria sebagai hasil keputusannya.
Ayat nats hari ini, berhubungan dengan Matius 1: 19, “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.” Hal ini merupakan dampak dari kehamilan Maria yang tidak diketahuinya padahal Yusuf adalah tunangannya. Dengan kata lain sebenarnya Yusuf mau mengatakan bahwa Maria telah selingkuh, berzinah dengan orang lain. Kondisi ini pasti menimbulkan ketegangan di antara mereka, sehingga Yusuf berkehendak memutuskan ikatan pertunangan mereka. Di sinilah diperlukan sesuatu yang dapat memecah ketegangan mereka. Bersyukur malaikat Tuhan berkenan menjumpai Yusuf dalam mimpi, dengan menyampaikan agar Yusuf jangan takut mengambil Maria sebagai isterinya dengan pertimbangan yang tertuang dalam Matius 1: 21-23.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, ketegangan yang terjadi di antara Yusuf dan Maria dapat diatasi dengan firman Tuhan yang datang kepada mereka. Kita percaya firman Tuhan jika diperhatikan dengan baik dapat meredakan ketegangan siapapun juga, baik ketegangan dalam diri sendiri ataupun ketegangan di antara dua atau lebih anak-anak Tuhan. Hal ini akan menjadikan kita dapat menikmati sukacita demi sukacita dalam Kristus. Tuhan memberkati, Amin.
(RI19122022)
Pokok Doa:
- Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam meyiapkan Pemilu 2024;
- Perayaan Natal yang ditayangkan melalui media sosial dapat memberitakan Injil dan menjangkau banyak orang mengenal Kristus;
- Mengucapsyukur atas pelaksanaan beberapa rangkaian Natal GBIK dan terus doakan persiapan ibadah Natal selanjutnya.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Kadek Teguh Indra serta keluarga, serta studi anak GS: Gwen;
- Bersyukur atas kesehatan, kesetiaan, pekerjaan dan kehidupan keluarga jemaat;
- Proses Renonvasi Gedung Gereja;
- Mengucapsyukur Natal BPD Lampung 12 Desember dan persiapan Natal Sribhawono: 25 Desember.
