“Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.”
(Ayub. 5 : 8)
Secara umum petani berangkat ke sawah pada pagi hari dan langsung menggarap beberapa hal yang harus dilakukan dan pada siang hari ia akan beristirahat di sebuah gubug ditengah sawah. Ia melakukan ini karena ia butuh kenyamanan dan ketenangan dari panas terik yang ada. Dalam kehidupan rohani, orang percaya pun membutuhkan hal ini sebagai tempat ternyaman dan tempat tertenang. Namun terkadang kita cenderung lupa dan malah berpaling kepada sebuah naungan lain yang bukan dari Tuhan.
Tak bisa dipungkiri bahwa orang percaya dapat berpaling dari pada Tuhan dalam kesesakan bahkan dalam kebahagiaan kepada sebuah gubug lain yang hanya memberikan kenyamanan sesaat. Gubug lain ini adalah sebuah gubug yang berdiri diatas sebuah jurang. Seakan-akan merupakan gubug yang nyaman tetapi ternyata membahayakan dan mengancam. Dan gubug lain ini adalah gubug yang disediakan Iblis didalam dunia bagi orang percaya yang tidak taat pada Allah dan tidak tekun mencari Allah. Mereka akan dibawa oleh Iblis menuju gubug ini untuk merasakan kedamaian dunia sesaat namun ternyata dipersiapkan untuk jatuh bersama kebawah jurang.
Seperti Elifas sahabat Ayub yang senantiasa mengingatkan Ayub agar ia mengerti bahwa hanya kepada Allah manusia mengadu dan mendapatkan ketenangan serta jawaban. Elifas mengingatkan Ayub agar ia tidak lupa akan Allah dan tidak lupa bersandar kepada-Nya. Seharusnya ini menjadi nature utama kehidupan manusia bahwa manusia tidak akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian sejati diluar Allah.
Apakah hari-hari ini kita tekun mencari Allah dan bersandar pada-Nya? Atau malah berpaling kepada gubug lain dan mengkhianati Allah? Kita sebagai orang percaya harus terus tekun mencari Allah dan hanya kepada Ia kita bersandar sebagai gubug yang benar dan satu-satunya, baik dalam kebahagiaan maupun dalam kesesakan. Karena didalam gubugnya Allah kita mendapat ketenangan kekal, kedamaian kekal, pertolongan yang ajaib dan pemulihan total. Mari kita berusaha untuk tetap bersandar dan berserah kepada Allah karena hanya didalam-Nya ada kedamaian dan ketenangan kekal. Tuhan Yesus memberkati
(YGW151222)
Pokok Doa:
- Kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia menjelang akhir tahun;
- Penanganan stunting dan gizi buruk di Indonesia, agar generasi bangsa sehat dan berkualitas;
- Jemaat yang sedang menyiapkan diri mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi ditolong dan diberkati Tuhan.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Kerinduan untuk menambah guru sekolah minggu dengan prospek ibu muda;
- Pelayan Tuhan semakin setia dan bertumbuh, serta semangat untuk melayani;
- Perayaan Natal tanggal 18 Des dan 25 Des Tuhan berikan kelancaran, cuaca yang baik, setiap jemaat diberkati dengan Firman Tuhan serta kebutuhan Natal Sekolah Minggu Tuhan cukupkan;
- Anak-anak yang kuliah (Febri – Untan, Eta – STBI, Dendi & April – UKI) Tuhan berikan kesehatan, Tuhan sediakan biaya kuliahnya;
- Jemaat yang kerja di luar kota dan luar negri Tuhan melindungi dan menjagai;
