“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
(Mat. 5: 16)
Pernahkan kita melihat bulan purnama? Bulan purnama itu bulan pada saat bulat-bulatnya yakni sekitar penanggalan bulan menunjuk pada tanggal 14 atau 15. Jika saat itu udara cerah tidak ada awan di angkasa, maka tampak jelas bulan begitu bulat dan bening memancarkan sinarnya. Bulan itu bukan sumber terang, tetapi bulan bisa memancarkan terang yang diperolehnya dari terang matahari, lalu dipancarkannya ke muka bumi.
Mengapa bulan dapat memantulkan terang matahari ke bumi? Itu bisa terjadi pada saat posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga pada waktu malam bulan mendapat terang dari matahari dan memancarkannya ke bumi, di mana saat itu terjadi malam hari di bumi. Terang bulan walau tidak seterang matahari tetap memiliki arti bagi kita di bumi ini. Demikian juga hendaknya kita yang sudah mendapatkan terang kasih Kristus, hendaknya memancarkan cahaya terang Kristus kepada orang-orang di sekitar kita yang memerlukannya. Inilah yang dimaksud dalam ayat nats hari ini, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang.”
Bagaimanakah kita dapat memancarkan terang Kristus sehingga bercahaya di depan orang? Hal itu dapat kita lakukan dengan “Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” (Mat. 5: 15). Ini mengisyaratkan supaya kita dapat menerangi orang lain, kita harus menunjukkan terang yang menerangi kita itu kepada mereka. Lakukan perbuatan-perbuatan yang memuliakan Allah kepada orang yang berada di sekitar kita. Dengan demikian kita telah memancarkan terang Allah karena perbuatan-perbuatan itu terlaksana atas dasar terang Allah melalui pengajaran-pengajaran yang telah kita terima. Orang lain akan terberkati dengan apa yang kita lakukan, ini bukti kita telah bercahaya di depan orang.
Para pembaca SRHI yang telah mendapat terang Allah, kita mesti bercahaya di depan banyak orang, jangan malah menutupi terang itu. Jika terang Allah ada dalam diri kita, walau kita berusaha menutupi serapat mungkin, orang lain tetap dapat melihat apa yang ada pada kita. Lagi pula mengapa kita harus menutupi terang Allah itu? Takut? Justru Allah menghendaki kita bersinar terang di dalam dunia seperti apa yang tertulis begitu jelas dalam ayat nats hari ini. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI06122022)
Pokok Doa:
- Stabilitas harga dan kecukupan stok bahan pangan menjelang libur akhir tahun;
- Kesadaran masyarakat menjaga protokol kesehatan seiring meningkatnya kasus covid-19;
- Pemulihan kesehatan jemaat GBIK, khususnya yang dirawat di RS agar mendapat pertolongan medis terbaik, keluarga diberi kekuatan;
- Studi anak-anak jemaat diberkati dan dilancarkan sehingga dapat menyelesaikan semester ganjil dengan baik.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Persiapan-persiapan Natal di gereja (Natal SM untuk semua usia: 14 Desember 2022, Ibadah malam Natal dan ibadah Natal: 25 Desember 2022);
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Rejeki Tambunan serta keluarga, bersyukur untuk berkat Tuhan dan anak-anak yang sehat;
- Bersyukur kehidupan rumah tangga jemaat harmonis dan kerelaan jemaat berkorban tenaga, materi, dan waktu untuk persiapan Natal;
- Bersyukur bagian depan gereja sudah ditembok;
- Semangat Gembala Sidang dalam usaha penjangkauan dan melaksanakan kunjungan.
