“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.””
(Mat. 16: 15-16)
Sampai sekarang ini, masih banyak persepsi yang sangat beragam dari banyak orang tentang siapakah Yesus itu? Orang muslim mengatakan bahwa Yesus atau Isa Almasih adalah seorang nabi yang diutus Allah dengan dibekali dengan kemampuan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, mujizat-mujizat yang penuh dengan kuasa. Demikian juga di antara orang yang Kristen pun masih ada yang menganggap demikian khususnya orang Saksi Yehova dan orang Mormon.
Pengakuan Petrus seperti yang tertulis dalam ayat nats hari ini, mestinya mewakili murid-murid yang lainnya termasuk mewakili kita yang percaya pada masa sekarang ini. Petrus menyadari sepenuhnya bahwa Yesus bukan manusia biasa, bukan Yohanes Pembaptis, bukan Elia, bukan Yeremia atau salah satu di antara para nabi (Mat. 16: 13-14). Petrus menyadari dan meyakini bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Ini adalah pernyataan yang berani dan tepat. Karena itu Tuhan Yesus memberi apresiasi, “Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”” (Mat. 16: 17). Hanya orang-orang yang sudah hidup dalam Kristus, yang dapat menyatakan seperti yang diungkapkan Simon Petrus.
Mesias berasal dari bahasa Ibrani, dalam bahasa Yunani diterjemahkan dengan kata Kristus artinya “yang diurapi”. Mesias berakar pada pengertian Yahudi mengenai tokoh pada masa depan yang akan datang sebagai wakil Tuhan untuk membawa keselamatan bagi orang Yahudi. Konsep Mesias di kalangan kita umat Kristen merujuk kepada pribadi Yesus, maka kita sering menyebut Yesus Kristus. Yesus Kristus kita yakini sebagai Mesias yang dijanjikan Tuhan untuk menjadi Tuhan dan Juruselamat umat manusia yang percaya kepada-Nya. Yesus bukan sekedar manusia biasa, bukan sekedar nabi, tetapi Dia adalah pribadi Allah sendiri yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dunia.
Bapak, Ibu dan Saudara/i pembaca SRHI yang setia, berdasar atas pembahasan tersebut di atas, kita patut bersyukur atas apa yang dilakukan Allah melalui diri Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita perlu meyakini seperti apa yang diyakini Petrus, kita perlu percaya Dialah Mesias yang dijanjikan Allah, yang datang untuk membebaskan kita dari kuasa/belenggu dosa. Terpujilah nama-Nya sekarang sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14112022)
Pokok Doa:
- Stabilitas perekonomian, pencegahan dampak resersi ekonomi lebih dalam dan kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan pokok masyarakat;
- Penyusunan Program Anggaran GBIK tahun 2023. Kiranya Organisasi dan Kepanitiaan yang ada dapat penuh hikmat, bekerja sama, dan mendukung misi visi Gereja;
- Jemaat GBIK yang berusia lanjut dengan segala keterbatasan tetap bersyukur, bersukacita, dalam perlindungan dan pertolongan Tuhan.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Pemulihan kesehatan ibu Riswanti (sakit kanker), Orang tua mama Apri (operasi) supaya berjalan lancar;
- Orang tua ibu Erita yang sakit karena usia nya sudah tua dan Bpk M. Siagian yang sudah lama tidak datang ibadah karena persoalan keluarga dan ekonomi;
- Pembelian lahan samping Gereja supaya Tuhan cukupkan dananya .
