“Maka katanya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.””
(Yoh. 8: 31-32)
Pada masa Tuhan Yesus masih hidup secara manusia di dunia ini, ada banyak orang yang menyatakan diri menjadi pengikut-Nya. Hal itu ditunjukkan dengan adanya orang banyak yang selalu mencari Yesus di mana Dia berada. Bahkan ribuan lautan manusia bisa berbondong-bondong menuju ke tempat di mana Tuhan Yesus berada. Di mana Tuhan Yesus mengajar di sana ada banyak orang mendengar dan memperhatikannya.
Persoalannya adalah apakah mereka, orang banyak itu sungguh-sungguh menjadi murid Tuhan Yesus atau mereka memiliki maksud-maksud tertentu di setiap kehadirannya saat Tuhan Yesus mengajar orang banyak? Mari kita lihat, orang-orang yang dituliskan dalam ayat nats di atas “orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya”, apakah mereka sungguh-sungguh percaya?
- “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh AKu karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.” (Yoh. 8: 37). Orang Yahudi yang sama yang mengaku percaya dalam ayat nats, mau membunuh Yesus ketika fiman yang diajarkan-Nya tidak berkenan di hati orang-orang Yahudi tersebut. Ketika ajaran Yesus sesuai dengan isi hatinya, mereka percaya, tetapi di saat tidak sesuai, mereka melawannya. Apakah ini karakter orang yang sungguh-sungguh tinggal di dalam firman-Nya?
- “ …. Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melaksanakan keinginan-keinginan bapamu ….. “. Orang Yahudi yang sama tidak dapat menangkap ajaran Kristus karena memang mereka bukan murid Yesus tetapi mereka anak Iblis. Karena Iblis adalah bapanya, maka mereka tidak bisa menerima firman dari Tuhan Yesus.
Bapak, Ibu dan Saudara/i pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, apakah kita sudah sungguh-sungguh tinggal dalam firman-Nya? Dua hal yang menjadi tanda hal tersebut adalah:
1). Kita seharusnya dapat menerima firman-Nya sekalipun firman itu bertentangan dengan kata hati kita,
2). Kita seharusnya dapat melaksanakan firman-Nya sekalipun berat rasanya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI24102022)
Pokok Doa:
- Bersyukur atas kegiatan-kegiatan gereja yang diselengarakan berjalan dengan baik dan jemaat terberkati serta kegiatan berikutnya;
- Perekonomian dunia yang tidak menentu akibat pandemik dan perang yang menyebabkan terganggunya pasokan sumber pangan dan bahan bakar;
- Upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi serta dapat keluar dari keadaan yang tidak menentu ini;
- Seluruh persiapan dan pelaksanaan pelayanan Pekan Pemuda 2022 oleh KMBI.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Pelayanan dan kesehatan Nona Janet dan keluarga yang melayani;
- Perkembangan proses pembangunan gereja;
- Kesehatan dan pekerjaan jemaat;
- Anak-anak dari jemaat yang belum percaya: Aldi, Lita, Opan, Elen.
