“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”
(Bil. 6: 24-26)
Ada beberapa orang yang berubah kesetiaannya seiring dengan perubahan hidupnya. Semula pada waktu masih dalam kondisi kekurangan, orang yang bersangkutan begitu setia dalam pelayanan. Hampir semua kegiatan gereja diikutinya, dan bahkan mengambil bagian dalam pelayanan ini dan itu. Karena itu maka Tuhan memberkati mereka dengan pekerjaan dan usaha yang semakin hari semakin maju dan berkembang dengan baik. Sampai pada kehidupan yang jauh lebih mapan, dalam arti usaha dan pekerjaannya sukses, mulailah orang yang bersangkutan menjauh dari persekutuan dengan Tuhan dan gereja. Yang bersangkutan beralasan, usahanya tidak bisa ditinggalkan.
Musa selaku penulis Kitab Bilangan, mengatakan agar berkat Tuhan yang dituliskannya dalam ayat nats kita hari ini, yakni: memberkati, melindungi, menyinari, memberi kasih karunia, menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera, umat manusia hendaknya melakukan seperti yang tertulis dalam Bilangan 6: 27, “Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.” Frasa “meletakkan nama-Ku di atas orang Israel” menunjuk kepada kehendak Tuhan supaya orang percaya “mengutamakan Tuhan” di atas semua kepentingan yang lain, apalagi kepentingan pribadi lepas pribadi.
Pemahaman kita mengenai ungkapan “mengutamakan Tuhan”, haruslah menjadikan Tuhan di atas segala-galanya. Artinya Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup orang percaya, Tuhan menjadi pusat kehidupan orang percaya, firman Tuhan menjadi rujukan utama dalam menuntun sikap dan perilaku orang percaya, sekaligus menjadi rujukan utama apabila orang percaya menghadapi masalah/persoalan yang rumit dan memerlukan pertimbangan matang dalam menyelesaikannya. Dalam hal inilah peran firman Tuhan menjadi sangat sentral untuk menjadi dasar penyelesaian masalah yang terjadi, jangan beralih kepada sumber penyelesaian yang lain yang cendrung menyimpang dari kebenaran firman-Nya.
Bapak, Ibu dan Saudara/i Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, sudahkan dalam hidup kita mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya? Pengenalan kita akan Allah secara menyeluruh sangat menentukan sikap dan tindakan kita apakah kita mengutamakan Tuhan atau tidak. Mari kita tingkatkan pengenalan kita akan Allah demi kehidupan kita agar senantiasa mengutamakan Tuhan. Tuha Yesus memberkati, Amin. ().
(RI17102022)
Pokok Doa:
- Pelaksanaan KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali tanggal 15 – 16 November 2022 supaya berjalan lancar dan sukses;
- Kesiapan panitia penyelenggara supaya diberikan kesehatan dan hikmat sehingga dapat melayani para tamu undangan dari negara tetangga yang akan mengikuti KTT G20;
- Kamanan selama KTT G20 dapat terjaga dan tidak ada pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya acara.
Pokok Doa Cabang MARGA MULYA, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Natanael serta keluarga;
- Pelayanan SM setiap Minggu pagi jam 08.00-09.00 sebanyak 4 kelas (Asuhan, Indria, Pratama, Madya), dilanjutkan dengan Ibadah Umum;
- Bersyukur atas kehadiran Sekolah Minggu rata-rata sebanyak 28 org/minggu dan kehadiran Ibadah 40 org/minggu;
- Bersyukur untuk kesetiaan 3 orang guru SM dan bergumul untuk persiapan 2 guru baru;
- Kebaktian Anak yang sudah berlangsung selama 2 tahun ini.
