”Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.”
(Kis. 14:21)
Pada dasarnya Tuhan tidak pernah merelakan setiap kita murid-murid-Nya melarikan diri dari setiap kesulitan yang ada. Kita harus menghadapi semua kesulitan yang ada sebagaimana yang pernah dialami oleh Paulus dan Barnabas. Tuhan Yesus juga tidak merelakan kita meninggalkan suatu kekalahan, jika kita belum menerima kemenangan atas kekalahan itu. Oleh sebab itu dalam Kisah Para Rasul 14:21, ketika Paulus dan Barnabas berada di Derbe memberitakan Injil dan memenangkan banyak jiwa, Tuhan meminta mereka untuk kembali ke Listra, tempat dimana sebelumnya Paulus mendapatkan ancaman dan lemparan batu yang dipikir oleh mereka Paulus telah mati (Kis. 14:19). Dan biasanya, orang yang telah mendapat perlakuan kasar, tekanan dan ancaman tentu akan menghindari tempat itu bahkan tidak akan mau kembali ke tempat itu (Listra) tetapi bagi Paulus, ia tetap kembali ke Listra.
Inilah yang membedakan orang yang mengikut Tuhan secara total dan yang sudah mengabdikan diri sepenuhnya bagi Tuhan. Mereka sadar bahwa Tuhan akan senatiasa memberi kekuatan kepada mereka jika ada tekanan dan tantangan yang ada. Mereka juga sadar bahwa Allah tidak membiarkan mereka melewati Listra sebelum mereka belajar suatu pelajaran dari pengalaman yang sulit dan mencapai kemenangan atas kesulitan itu. Jadi jikalau kita saat ini mungkin tidak mengalami kemajuan rohani, itu disebabkan karena kita melarikan diri dari kesulitan tanpa mengandalkan Tuhan. Dan sekarang kita harus siap dan berani menghadapi kesulitan yang ada dan menang atas kesulitan itu sehingga rohani kita bertumbuh menjadi dewasa.
Contoh dan teladan yang paling luar biasa dan nyata untuk kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Ia tidak melarikan diri dari kesulitan, bahkan kepada murid-murid-Nya Ia berkata: “Bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, iman-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Mat. 16:21). Petrus melarangnya, sampai ia harus dikatakan iblis. Petrus dan kawan-kawannya sangat takut ke Yerusalem, tetapi Ia tidak. Mengapa? Karena Ia sudah tahu bahwa di Yerusalem, Ia akan menderita dan dibunuh. Dan justru di Yerusalem itulah kesulitan menjadi kemenangan yang luar biasa. Kita tahu bahwa kota Yerusalem adalah tempat Tuhan Yesus dibunuh dan juga banyak nabi. Namun di kota yang sama, 3000 orang bertobat dan percaya kepada-Nya dan diselamatkan dalam waktu sehari di hari Pentakosta (Kis. 2:41).
Kita harus mengatasi kesulitan yang merupakan “Listra” kita karena ini adalah metode dan cara Allah untuk mendewasakan kita. Dan Allah dalam hikmat-Nya telah melatih kita untuk berjiwa berani, seperti apa yang diungkapkan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus untuk “Bersikap sebagai laki-laki” (1 Kor. 16:13). Orang yang mengikut Tuhan secara total adalah orang yang tidak melarikan diri dari masalah atau kesulitan, tetapi menghadapinya, menyelesaikannya dan mengambil hikmahnya yang Allah taruh didalam kesulitan itu lalu menjadikan dorongan untuk maju di dalam Tuhan dan melihat mukjizat yang lebih besar lagi. Untuk dewasa rohani di dalam Tuhan, Allah menjadikan masalah untuk mengajar kita perkara-perkara rohani yang dalam dan menuntun kita dari kemuliaan yang satu kepada kemulian-Nya yang lain. Karena itu, jangan larikan diri dari kesulitan dan masalah apapun dan percayalah bahwa Tuhan menyertai kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(AP06102022)
Pokok Doa:
- Panitia Kunjungan dan Para Diakon dalam melayani mengunjungi jemaat, selalu sehat dan membawa sukacita penguatan iman bagi yang dikunjungi;
- Para Pemimpin angkatan bersenjata RI selalu takut akan Tuhan dan memiliki kinerja yang baik;
- Belas kasihan Tuhan bagi NKRI, kiranya anugerah keselamatan selalu ada di negeri kita.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Pelayanan, kesehatan dan kecukupan biaya hidup Gembala Sidang: Pdm. Rejeki Tambunan serta keluarga;
- Pembangunan tembok gereja bagian depan;
- Rencana pembukaan kelas Sekolah Minggu Dewasa;
- Jemaat yang mulai undur karena persoalan rumah tangga dan himpitan ekonomi;
- Setiap organisasi WBI, PBI, SM dan KMBI dapat menjalankan program nya dan target kehadiran setiap organisasi bisa tercapai: (WBI: 9 org, PBI: 8 org, PKMB: 20 org, SM: 20 org).
